Ortu Murid Resmi Polisikan Oknum Guru SDN 07 Warkuk Ranau OKUS,Pasal Kekerasan Pada Anak

0
1002

OKUS-Zonadinamikanews.Muslimin orang tua dari Ferdiansa Budiman telah resmi melaporkan oknum guru inisial Sam ke Polres Oku Selatan tertanggal 18 April 2022 dengan nomor laporan polisi LP/B/47/IV/2022/SPKT/RES OKUS/POLDA SUMSEL dengan pasal kekerasan terhadap anak dan dijerat pasal 80 UU Perlindungan anak.

Muslimin Bin Marzuki warga Desa Kiwis raya kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKUS, kepada media ini mengatakan,” Ya oknum pendidik bernama Sam itu saya resmi saya laporkan pada polisi,biarlah proses hukum yang berjalan,sebab,awalnya sudah kami berupaya damai yang dimediasi oleh kepala desa,namun dia oknum guru tersebut merasa hebat dan masa bodoh,sementara anak merasa trauma dengan tamparan keras yang dilayangkan pada anak kami,dan anak kami jadi takut masuk sekolah,Laporan itu diterimah oleh bagian SPK bernama Briptu Bima Prabowo terang Muslimin di lingkungan Polres Okus usai membuat laporan.

Muslimin berharap,pihak kepolisian dapat segerah memproses laporan kami dan memanggil oknum guru tersebut,kalau hal ini biarkan,tidak menutup kemungkinan korban kebringasan oknum guru akan bertambah atau mengulangin kembali pada murid lain,maka semoga pihak kepolisian tidak pandang buluh dalam memproses laporan masyarakat,harap Muslimin.

Oknum Guru SDN 07 Warkuk Ranau Selatan OKUS Tampar Anak Didik, Terancam Dipolisikan

Diketahui, seorang oknum guru di SDN 07 Warkuk Ranau Selatan OKUS  melakukan pemukulan pada anak didik 14 April 2022 sekitar pukul 7.30 Wib korban tersebut masih duduk di kelas 4 SD.

Oknum guru tersebut disebut-sebut bernama  Samili.S.Pd,saat di konfirmasi media ini,mengaku bahwa dirinya menampar anak didiknya tersebut sebanyak empat kali.

‘’Ya memang benar,saya gerti UU dibawah umur dan saya hilap hingga menampar anak empat kali’jawab nya enteng.

Kornologis kejadiannya,ketika anak sedang ribut bersama teman-temanya, tiba-tiba oknum guru tersebut,satu anak nangis,oknum guru seakan tidak terimah anak kecil itu menangis, tiba-tiba oknum guru emosi dan menampak Ferdiansyah.

Sartono Kepala Desa Kiwis Raya yang mendengar peristiwa tersebut berusaha memediasi guna penyelesaian secara kekeluargaan,namun dikatakan pihak sekolah seakan masa bodoh dan tidak mengubris upaya damai tersebut.

“’ Kami sudah diupayakan oleh kepala desa untuk berdamai,namun pihak sekolah merasa tidak peduli dan merasa kebal hukum,makanya kami ingin menempuh jalur hukum; terang  Muslimin.

(rahmadi/Joni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini