Warga Toba Sambut Baik Peresmian Sopo Adhyaksa NaRaja Rumah RJ di Sigumpar

0
301

Toba, Zonadinamikanews.com – “Program Kejaksaan RI ini dilakukan untuk menghindari timbulnya ekor  atau masalah lain di kemudian hari, bila persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara RJ sampai ke pengadilan. Saya juga mengingatkan agar semua pihak tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19.”

Demikian disampaikan oleh Idianto, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara (Kajatisu) saat peresmian Sopo Adyaksa Batak Naraja Rumah Restorative Justice (RJ) di Kantor Camat Sigumpar pada Rabu  (20/04/2022) melalui virtual.

Sopo Adyaksa Batak Naraja Rumah Restorative Justice (RJ) itu sendiri diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balige, Baringin Pasaribu SH disaksikan Bupati Poltak Sitorus didampingi para pejabatnya, Camat Sigumpar Jaga Situmorang,Kepala desa setempat, Insan Pers dan undangan lainnya

Amatan di lapangan, usai menekan tombol sirene pertanda peresmian RJ itu, Baringin menjelaskan, bahwa keadilan restoratif merupakan sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa yang itu dilakukan di luar pengadilan.

“Jadi Intinya adalah alternatif penyelesaian perkara diluar pengadilan,” jelas Baringin.

Selain itu, Rumah RJ dibentuk juga sebagai tempat pelaksanaan musyawarah, mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah atau hukum pidana yang terjadi dalam masyarakat.

“Serta meminimalisir perkara ringan, yang dimediasikan oleh jaksa dengan disaksikan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat setempat.

Dengan demikian maka penanganan perkara dapat selesai secara cepat, sederhana serta terwujudnya kepastian hukum yang lebih mengedepankan keadilan yang tidak hanya bagi tersangka, korban dan keluarganya tetapi juga keadilan yang menyentuh masyarakat,” terangnya.

Baringin Pasaribu merinci bahwa syarat dilakukannya Penegakan Hukum secara Restorative Justice, diantaranya: pelaku belum pernah melakukan tindak pidana, jikalau hukuman tidak lebih dari 5 tahun, dan ketika kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

“Kita mengharap agar  perkara hukum di tengah masyarakat tidak sampai ke tahap penuntutan atau masuk ke ranah pengadilan dengan adanya Rumah RJ ini,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Toba Ir Poltak Sitorus tampak memberi apresiasi dengan adanya Rumah Restorative Justice yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba itu.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Kajari yang telah menginisiasi Rumah Restorative Justice di Kabupaten Toba,” sebut Poltak.

Menurutnya, Program Kejaksaan RI ini sejalan dengan filosofi Suku Batak yaitu Batak Nara Raja.

“Para leluhur telah mengajarkan kita untuk memiliki karakter Na Raja yakni beragama, beradat, berhukum, dan berpengetahuan (marugamo, maradat, maruhum, dan marparbinotoan – red).

Sehingga dalam penyelesaian sengketa, kita sebaiknya melakukan pendekatan secara filosofis agama dan kekerabatan dibanding dengan penyelesaian di pengadilan,” pungkas Poltak. (JP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini