Rayakan Paskah di Silaen, Warga Sampaikan Berbagai Keluhan kepada Bupati Toba

0
134

Toba, Zonadinamikanews.com – Dalam perayaan Paskah kali ini, Desa Pintu batu Kecamatan Silaen tampak mendapat kehormatan, dimana Bupati Toba, Ir Poltak Sitorus hadir dalam perayaan tersebut.

Perayaan yang digelar di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada Minggu (17/04/2022) tampak Bupati didampingi para pejabatnya diantaranya Sekdakab Augus Sitorus, Plt.Camat Silaen Darwin Sianipar, Asisten Administrasi Umum Verry S. Napitupulu.

Plt.Kadis Perindagkop Salomo Simanjuntak, Plt.Kasatpol PP Haryanto Butarbutar, dan Kadis Kominfo diwakili David Syah Idris, Kepala Desa Pintu Batu Efendy Panjaitan, dan lainnya.

Dalam arahannya, Poltak menyebut bahwa saat ini tantangan hidup sudah semakin tinggi, karenanya harus dihadapi dengan berbagai inovasi dalam segala bidang.

“Seperti cara bertani padi, sudah saatnya kita melakukan sistem penanaman padi sawah dengan pola dua kali setahun.

Selain itu, banyaknya lahan kosong supaya dimanfaatkan untuk menanam tanaman usia pendek seperti jagung. Tahun lalu banyak petani yang sudah berhasil dengan bertanam jagung,” ujar Bupati menyemangati warga jemaat.

Menanggapi itu, tampak beberapa warga jemaat mengaku bagaimana bisa bertani dengan baik kalau pupuk sulit diperoleh, khususnya pupuk bersubsidi.

Mendengar keluhan itu, Bupati langsung menjawab bahwa pemerintah akan berupaya mencari solusi apa permasalahan langkanya pupuk itu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Poltak juga mengatakan bahwa kelangkaan pupuk bisa diantisipasi dengan membuat pupuk alternatif dari bahan utama kotoran ternak dan sampah organik.

Di setiap kecamatan ada Petugas dari Dinas Pertanian atau Ketapang yang siap turun membantu masyarakat untuk diajari cara membuat pupuk organik, sehingga kelangkaan pupuk bisa diantisipasi,” sebutnya.

Bupati Poltak Sitorus menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa membangun tanpa kerja sama masyarakat, salah satunya kembalikanlah budayakan gotong royong.

Selain mengangkat topik tentang pertanian, Poltak juga menyoroti isu terkait penanganan penurunan angka Stunting atau warga kurang gizi.

“Program memberikan makanan tambahan dari pemerintah tidaklah cukup, maka para orangtua diharap melakukan penambahan gizi anak dengan menanam tanaman alami yang bergizi tinggi,” ujar Poltak.

Bupati juga menekankan agar warga rajin memanfaatkan lahan kosong di pekarangan untuk menanam tanaman maupun beternak. Dimana Program ini disebutnya sebagai Program Tarhilala.

Seusai ibadah, Bupati didampingi istri yang juga Ketua TP. PKK Toba Ny Rita Marlina Poltak Sitorus dan rombongan meninjau tempat Perajin ulos yang berada di Dusun 4 Hutaginjang Desa Pintu batu itu.

Tampak dua perajin ulos memberikan uraian siangkat tentang usahanya itu yakni Elida Panjaitan yang sudah bertenun selama 22 tahun dan Hermindo Napitupulu yang sudah bertenun selama 12 tahun.

Dalam kesempatan itu, para Pengrajin ulos itu menyampaikan keluhan bahwa kendala mereka saat ini yakni kurangnya dana dan juga pelatihan, padahal di desa itu terdapat 100 orang yang sudah mahir bertenun.

Sambil memperlihatkan hasil tenunannya yakni Ragi hotang,Tuntuman , dan kepala punca, para pengrajin itu mengungkapkan bahwa desa itu pernah memperoleh bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sebanyak 10 unit dari pemerintah.

“Namun, bantuan itu tidak berfungsi sebab kurangnya modal kerja dan pelatihan untuk mengoperasikan ATBM itu,” ungkap Hermindo Napitupulu kepada Poltak.

Seraya meninjau langsung ATBM yang tidak terpakai itu, Bupati Poltak Sitorus meminta pihak Dinas Perindagkop bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk merespon keluhan dan mencari solusi bagi kelangsungan ATBM tersebut.

“Alat ini harus dioperasikan, bahkan nantinya hasilnya saya harap bukan hanya ulos tapi bahan dasar untuk fashion atau pakaian sehingga sasaran konsumen nantinya bukan hanya lokal, tetapi nasional,” ungkap Bupati Poltak. (JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini