Ratusan Warga Sinar Seruduk Kantor Lindup Toba Tuntut Galian C Distop

0
119

Balige, Zonadinamikanews.com – “Kami minta Bupati Toba segera menghentikan kegiatan Galian C di desa kami.

10 Ha lahan persawahan kami telah rusak akibat kegiatan galian C Ilegal tersebut. Kalau dibiarkan terus, maka kelangsungan hidup kami akan terancam!

Air dari tiga bendungan juga sudah kotor yakni diantaranya Bendungan Pande Ampang; Rihit-rihit; dan Sihotor. Semua telah hancur!”

Demikian teriakan ratusan warga yang berasal dari Desa Siantar Tonga tonga I dan II (STT I dan II) Kecamatan Siantar Narumonda (Sinar) saat melakukan aksi damai di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (Lindup) Kabupaten Toba pada Selasa (05/04/2022).

Dalam aksi itu, tampak ratusan warga yang juga didampingi Kepala Desa STT I, Robinson Marpaung memenuhi teras kantor Lindup dan melakukan aksi duduk sehingga kegiatan para pegawai hampir lumpuh.

Dalam aksi itu, warga meminta agar kegiatan galian penambangan batu di Desa Sigordang yang berada di bagian hulu yang dilaksanakan oleh CV. BYPASS ANUGRAH segera dihentikan.

“Operasi galian C tersebut harus segera dihentikan karena lahan persawahan masyarakat, sumber air minum serta infrastruktur umum sudah rusak!” teriak warga sesekali terdengar disambut teriakan warga lainnya.

Sementara itu, salah seorang warga menuding bahwa Pemilik Penambangan terkesan arogan dan kebal hukum.

Hal itu dikatakannya lantaran Pengusaha sama sekali tidak mengindahkan surat dari Dinas Lindup No.660/247/P3K/DLH/ III/2022 24 Maret 2022 tentang penghentian kegiatan penambangan di Desa Gordang tersebut.

“Karenanya, kami sangat menyesalkan sikap Pengusaha CV BYPASS ANUGRAH itu dan berakhir seperti ini. Dan perlu diketahui, bahwa perjuangan kami tidak akan berhenti sampai eksplorasi tambang itu dihentikan,” tegasnya diaminkan para warga lainnya.

Sementara itu, Lahsa J Simanullang, Sekretaris Dinas Lindup terlihat berusaha menenangkan massa dan berjanji akan menyelesaikan masalag itu.

Lahsa yang merupakan mantan Camat Sinar itu menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke lapangan meninjau kegiatan tersebut.

“Ijin galian tersebut bukan kewenangan kami, tapi kami akan segera survei ke lapangan melihat apa sebenarnya yang terjadi,” sebutnya.

Terpisah, diperoleh bahwa Galian C tersebut diduga milik ES, seorang warga Balige yang merupakan mantan anggota Dewan (DPRD) Kabupaten Toba Periode 2014-2019. (JP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini