Tomas Sesalkan Tindakan Kepsek SMAN 1 Kinali Pasaman Barat Selaku Istri Eks Polisi

0
438

SUMBAR-Zonadinamikanews. H.Suparman Hafiz,SH.MH selaku tokoh masyarakat (tomas) sumatera Barat menyanyangkan akan tindakan oknum kepala sekolah SMAN 1 Kinali Pasaman Barat,Provinsi Sumatera Barat yang nekat berdalih sumbangan dalam upaya penarikan dana dari sejumlah murid, selayaknya,selaku istri penegak hukum harus lebih paham mengartikan akan aturan yang diberlakukan pemerintah,khususnya dalam dunia pendidikan,dan jangan merasa kebal hukum. Dan selaku istri mantan polisi,seharusnya lebih bijak ambil keputusan.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 (Permendikbud 44/2012). sumbangan dari orangtua siswa atau masyarakat, sifatnya tidak mengikat, tidak ditentukan besarannya dan tidak ditentukan waktunya. “Tentu tidak melibatkan orang yang tidak mampu,namun faktanya yang terjadi di SMAN 1 Kenali ini benar-benar mengikat dan dipukul rata yang miskin dan kaya, maka tindakan ini yang membuat salah patal dan melanggar hukum.

Lebih jauh H.Suparman Hafiz,SH.MH,mengatakan,jangan merasa punya kuasa dan seenaknya membuat keputusan, sebab komite sekolah dalam lingkungan pendidikan tidak terlepas dari kontrol kepala sekolah,karena yang membentuk komite adalah pihak sekolah,jadi bukan serta merta keputusan ditangan komite, pihak sekolah dan komite harusnya berpikir manusiawi dan tidak pantas ngotot dalam ambil keputusan,apalagi pungutan berkedok sumbangan.Ya namanya sumbangan,berapa mampu orang tua murid memberi,ya harus siap menerima,jadi tidakbisa mematok,kelas ini segini,kelas itu segini,itu namanya hasil rapat komite yang di setting.

Apakah pihak sekolah tidak merasa kasihan melihat kondisi dampak dari pandemi covid-19, dunia berduka dan dunia pendidikan juga darurat, tapi masih tegah-tegahnya mengorbankan orang tua murid demi ambisi yang kurang manusiawi dengan membebankan biaya berkedok sumbangan,inilah yang sangat disayangkan oleh semua pihak.terang Suparman.

Suparman mendesak,penegak hukum jangan membiarkan tindakan pihak sekolah seperti ini,dan harus diusut tuntas,jadi ada kesan oknum kepsek mencari peruntungan dengan menghalalkan berbagai cara. Pungutan di SMA 1 Kinali seperti sumbangan uang komite 75,sementara kelas1 uang spp /pendidikan 250 ribu, kelas 2 Rp.200 ribu ,kelas 3 Rp.150 ribu harusdi usut

Suhelpi, S. Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Kinali Pasaman Barat,Provinsi Sumatera Barat lewat pesan singkat mengatakan Ndk ada di patok pak..keputusan rapat komite yg membagi dana dan orang tua yg memutuskan pak bukan kepsek..kepsek malah TDK ada bicara sewaktu rapat kecuali pembukaan rapat pak.semua diskusi ttg dipimpin oleh orang tua pak..dn juga ketua komite ditunjuk oleh orang tua bukan ditunjuk kepsek..Krn di pemberitaan bapak komite di tunjuk kepsek ..bukan pak ditunjuk orang tua dan dipilih orang tua pak..makanya spy lebih jelas bagusnya kita bertemu langsung pak..spy jangan ada suudzan diantara kita..saya kooperatif orangnya pak ..banyak media online yg mitra dg saya pak.sprti petisi online,koran merdeka pak Basar, rakyat Sumbar, kompas .com dll pak.mhn maaf ya pak..sya bukan orang hebat. Tp saya berusaha utk slalu melayani pak.Mungkin dg adanya peristiwa ini kita jd bersaudara Krn saya di Pariaman 9 th pak.suami saya dlu di polres Pariaman pak BPK Subandrio.mungkin bapak kenal Krn dia dlu pemain Persepar dn sering main Di sungai limau”’.(zl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini