Proyek SPAM Parlilitan Humbanghas Diduga Jadi Lahan Korupsi,Korban Masyarakat

0
173

HUMBANG HANSUDUTAN-Zonadinamikanews.Pekerjaan Intake_bank Pengumpul reserver jaringan pipa sambungan rumah (SR) yang berlokasi di Desa Sionom Hudon Utara (BLM).untuk diketahui bahwa proyek ini bernaung di program pemerintah yang disebut Pamsimas atau Dana untuk kegiatan program Pamsimas bersumber dari; dana bantuan langsung masyarakat (BLM) yang bersumberkan dari APBN dan disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dalam bentuk dana daerah untuk program bersama (DDUPB) yang bersumberkan APBD.

Program SPAM Perdesaan  padat karya dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat cipta karya tahun 2021 ini telah menuai kekecewaan masyarakat.

Untuk Desa Sionom Hudon Utara kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara,diketahui mendaptkan anggaran  Rp.350.000.000, Dimana lokasi pembangunan tersebut diatas lahan swadaya masyarakat yang dikerjakan sejak 1 Oktober 2021-29 Desember 2021.Yang dilakasankan oleh  KSM Jaya Abadi.

Hasil investigasi media ini lokasi Pekerjaan Intake_bank Pengumpul reserver jaringan pipa sambungan rumah (SR) ditemukan sejumlah kejanggalan yang berpotensi merugikan keuangan Negara dan hasil pekerjaan asal-asalan dan dikhawatirkan akan mudah hancur karena bobot pekerjaan tidak bermutu.

Indikasi bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAB,seperti pemasangan pipa yang tidak maksimal ditanam,sehingga sangat berpotensi akan mudah pecah atau patah bila diindak orang atau tikan beban kecil, dan akan berdampakpada pendistribusian air pada rumah warga.

Selain mangkrat atau dibiarkan terbengklai,sebab hingga saat ini pekerjaan tersebut tidak kunjung selesai, patut diduga,pihak-pihak terkait dalam pembangunan Pekerjaan Intake_bank Pengumpul reserver jaringan pipa sambungan rumah (SR), diduga jadi ajang korupsi tanpa memperdulikan akan kualitas pekerjaan yang berdampak pada pembodohan masa sejumlah masyarakat atau merugikan keuangan Negara.

Sejumlah masyarakat yang berhasil diwawancarai wartawan terkait hasil pekerjaan tersebut,mengaku sangat kecewa karena bekerja seenak jidatnya,dan hasil pekerjaan tidak bermutu karena asal-asalan,dan menduga jadi lahan korupsi, dan berharap agar penegak hukum atau pihak terkait supaya turun ke lapangan guna melakukan pengecekan kondisi bangunan atau pekerjaan.

“Jujur kami sangat kecewa melihat hasil pekerjaan ini,sepertinya,mereka yang mengerjakan sudah menjadikan proyek ini ajang korupsi, tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan, dan yang akan menjadi korban itu nanti adalah masyarakat,oleh karena itu,kami mohon penegak hukum dan pemerintah melakukan pengecekan kelokasi proyek tersebut’’.(tt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini