Pihak PJT II Sembunyikan Anggaran Pembangunan Gedung Kantor dan Diduga Tidak Sesuai Speack

0
200

KARAWANG-Zonadinamikanews.com. UU No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik bertujuan untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan public, mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan public, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik, mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan, mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

Agaknya UU tersebut tidak berlaku pada pihak PJT II,sebab mengamati akan Pmbangunan gedung kantor pengamat PJT Telagasari,bahwa dalam pelaksanaan cuek atas Undang Undang tersebut dan perupaya menyembunyikan besaran dan asal usul biaya pembangunan gedung tersebut.Denga tujuan agar masyarakat tidak mengetahuinya. Hal itu bisa berjalan lancer,tidak terlepas masa bodohnya pihak pengawas atas pembangunan asset pemerintah tersebut.

Selain tidak memasang plang proyek, indikasi konstruksi yang diduga juga tidak sesuai spesifikasi, seperti pemakaian pembesian ring balok yang menggunakan ukuran 10 In dan 8 banci, cincin kawat 4 ins,hal yang sama juga pada pembauta campuran adukan semen,yang asal-asalan tanpa menggunakan takaran,sehingga kwalitas adukan sangat diragukan.

Sebab,saat wartawan mencoba mearabah akan adukan semen yang suadah terpasang,terlihat mudah rontok,diduga akibat kurangnya perekatan semen.Hal itu juga di benarkan oleh salah seorang pekerja bernama Didin asal Majalengka.

“ Iya pak  tak semua jelek kalau sebalah sini mah bagus maklum hanya mengunakan adukan manual padahal kita juga punya  molen tapi tidak dipakai karena bising menggagu lingkungan’’ ungkapnya dengan nada suara berat.

Ironisnya,Pekerjaan gedung kantor PJT ini dikerjakan oleh mantan pejabat PJT itu sendiri yang disebut-sebut bernama Rasja asal purwakarta. Yang juga disebut pemilik yayasan PT  RPP outsorsing  yang bergerak dibidang penyaluran tenaga keamanan atau security.

Sejumlah pihak menyayangkan akan tindakan pihak pelaksana,selain tidak memasang plang proyek dan pekerjaan asal-asalan, yang tidak sepatutnya dilakukan oleh pelaksana yang nota bene mantan pejabat di PJT II itu sendiri.

‘’Mantan pejabat PJT II membangun gedung kantor PJT II begitu mentalnya,tanpa memiliki rasa transfaransi dan terkesan ingin meraup untung besar dengan cara tidak wajar alias asal-asal jadi’’ terang salah satu warga yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini