Istri Eks Polisi Nekat Pungli SMAN 1 Kinali Pasaman Barat,Sumbar di Masa Pandemi

0
211

SUMBAR-Zonadinamikanews. Feri dari Komite Advokasi Nasional Indonesia (KANNI)Sumatera Barat menyayangkan mental Suhelpi, S. Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Kinali Pasaman Barat,Provinsi Sumatera Barat yang nekat mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat khususnya orang tua murid, yang bekerja sama dengan komite.

Suhelpi, S. Pd yang mengaku bahwa suaminya adalah mantan polisi,seharusnya lebih bijak mengambil keputusan,sebab suaminya selaku mantan polisi sudah pasti bahwa apa yang dilakukan istrinya terkait kewajiban murid membayar sumbangan dengan angka yang ditentukan adalah tindakan yang salah. Dan jangan mentang-mentang suami matan polisi,jadi merasa kebal hukum,sebab tidak ada yang kebal hukum dalam dunia ini.

Menurut Feri sumbangan di sekolah masih dimungkinkan, lantaran ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 (Permendikbud 44/2012).Sekolah dimungkinkan menerima sumbangan dari orangtua siswa atau masyarakat, bila sumbangan tersebut sifatnya tidak mengikat, tidak ditentukan besarannya dan tidak ditentukan waktunya. “Tentu tidak melibatkan orang yang tidak mampu,namun yang terjadi di SMAN 1 Kenali ini benar-benar mengikat dan dipukul rata yang miskin dan kaya, tindakan ini yang membuat salah patal,”

Feri menilai,nilai total pungutan setiap bulan di SMAN 1 Kinali tersebut,bisa mencapai ratusan juta rupiah, dan sangat pantastis,ironisnya,pihak sekolah sudah tahu bahwa dunia berduka akibat corona covid-19,dan dunia pendidikan juga darurat, tapi masih tegah-tegahnya mengorbankan orang tua murid demi ambisi yang kurang manusiawi dengan membebankan biaya berkedok sumbangan,inilah yang sangat disayangkan oleh semua pihak.

SMA 1 Kinali sumbangan uang komite 75,sementara kelas1 uang spp /pendidikan 250 ribu, kelas 2 Rp.200 ribu ,kelas 3 Rp.150 ribu. Feri berharap, tim saber pungli polda jabar agar segelah turun ke sekolah SMAN 1 Kinali,supaya pungli berkedok sumbangan ini diusut tuntas,tindakan pihak sekolah ini sudah sangat keterlaluan,yang seharusnya pihak sekolah buka mata hati tentang kondisi perekonomian masyarakat dampak dari merebaknya covid-19.Dimana rasa kemanusianya selaku pendidik,dan dimana rasa keadilan selaku istri mantan penegak hukum. Kata Feri dengan nada Tanya.

Suhelpi, S. Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Kinali Pasaman Barat,Provinsi Sumatera Barat lewat pesan singkat mengatakan Ndk ada di patok pak..keputusan rapat komite yg membagi dana dan orang tua yg memutuskan pak bukan kepsek..kepsek malah TDK ada bicara sewaktu rapat kecuali pembukaan rapat pak.semua diskusi ttg dipimpin oleh orang tua pak..dn juga ketua komite ditunjuk oleh orang tua bukan ditunjuk kepsek..Krn di pemberitaan bapak komite di tunjuk kepsek ..bukan pak ditunjuk orang tua dan dipilih orang tua pak..makanya spy lebih jelas bagusnya kita bertemu langsung pak..spy jangan ada suudzan diantara kita..saya kooperatif orangnya pak ..banyak media online yg mitra dg saya pak.sprti petisi online,koran merdeka pak Basar, rakyat Sumbar, kompas .com dll pak.mhn maaf ya pak..sya bukan orang hebat. Tp saya berusaha utk slalu melayani pak.Mungkin dg adanya peristiwa ini kita jd bersaudara Krn saya di Pariaman 9 th pak.suami saya dlu di polres Pariaman pak BPK Subandrio.mungkin bapak kenal Krn dia dlu pemain Persepar dn sering main Di sungai limau”’.(z)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini