Heboh, Tuyul Mbak Yul Datangi Abah Rahman (2)   

0
170

Kui Kia Sirna, Yul Ikhtiar Cari Jodoh

ADA dua cara mendapatkan tuyul. Pertama, membeli dari seseorang. Kedua, mengambil melalui ritual mistik. Tapi tuyul yang telah bikin Mbak Yul (36) kaya datang sendiri karena cinta. Demikian deteksi gaib Abah Rahman. Pengakuan itu kontan buat Mbak Yul hampir pingsan. Di hadapan Mbak Yul, juga tuyul gundul berkulit hijau tua semu hitam yang berlari-lari di sekitar janda montok itu, paranormal ini melanjutkan hasil terawang mata batinnya. Abah Rahman tetap merem, menunduk.

“Tuyul. Dalam bahasa China, Kui Kia. Setan Kecil. Dia masuk golongan jin paling bawah. Tuyul identik dengan pesugihan. Orang Jawa menyebutnya prewangan. Tapi ini beda. Tuyul ini datang tanpa diundang. Dia suka denganmu. Sebelumnya dia memang hidup sendiri, tak ada ditemani tuyul betina.” Omongan lamat-lamat sang cenayang mendadak terhenti. Itu karena Mbak Yul tiba-tiba menyela. Nadanya terdengar iba. “Tolong bebaskan hidup saya dari makhluk itu, Bah….”

Abah Rahman mengangguk. Lengan kanannya setengah diangkat, digoyang pelan, memberi tanda agar Mbak Yul tenang. Yul berhenti dari isaknya. Semenit kemudian, Abah Rahman kembali ngomong. Tapi kali ini omongannya betul-betul membuat Yul pingsan. “Makhluk ini bukanlah datang tanpa sebab. Dia sebelumnya peliharaan suamimu. Tapi belakangan, mendiang suamimu mengingkari perjanjian yang mereka buat. Itu yang membuatnya minta tumbal nyawa.” Di ujung kalimat itulah Yul yang tengah duduk seketika jatuh ke lantai. Itu terjadi di hadapan Abah Rahman. Juga Bunda Maya. Temuan itu segera mengubah suasana. Keheningan jadi panik. Abah Rahman pun sontak menghentikan laku terawang gaib. Dan lewat komando kilat, dia dan Bunda Maya berbagi peran. Bunda Maya coba bikin Yul siuman. Seiring itu, Abah Rahman  langsung menangkap sang tuyul.

Pada dasarnya manusia tak bisa melihat tuyul. Tapi tuyul melihat gerak-gerik manusia dengan begitu bebas tanpa penghalang. Itu karena mereka golongan dari jin. Dan kehidupan jin berbeda dengan manusia maupun malaikat. Tapi memang tuyul bisa dideteksi oleh mata kebatinan. Itulah yang dilakukan Abah Rahman. Karena itu pula, meski dia berhasil menangkap si kecil gundul itu, tapi bentuk sang tuyul tidak terlihat.  Yang terlihat hanyalah gerakan-gerakan si penangkap. Yang terjadi hanyalah komunikasi antara si penangkap dengan si tuyul. “Inilah bukti tuyul golongan jin kelas corot. Setiap dari mereka ada yang tertangkap selalu saja nangis minta dilepaskan. Tapi tidak ada perlawanan,” jelas sang praktisi supranatural seusai memasukkan tuyul pengagum Mbak Yul  ke sebuah botol kosong.

“Cengeng!!” bentak Abah Rahman pada makhluk kecil dalam botol itu. “Matanya tajam bulat mengkilat. Ihh. Mulutnya agak lancip. Kepalanya pun sedikit besar, cocok dengan perutnya yang buncit. Telapak kakinya dengan ibu jari kakinya mirip manusia, namun keempat jari lainnya dihubungkan dengan kulit tipis, mirip kaki bebek. Tumit belakangnya juga agak persegi,” tambahnya sambil mengamati tuyul itu. “Kalau lihat bentuk dan daya jelajahnya yang tak bisa jauh, saya yakin ini tuyul bukan dari Jawa. Tuyul yang terkenal hebat banyak berasal dari Gunung Kawi. Juga pasar tuyul di pedalaman Jawa Tengah,” tambahnya lagi.  Abah Rahman lalu nakal. Ia mengambil cermin dan meletakkannya di dekat botol penjara tuyul itu. Peristiwa itu ternyata  sangat tak disukai. Si tuyul menjerit. “Tuyul memang tak suka cermin. Juga kulit durian. Juga rambut panjang yang sengaja diruwetkan. Sukanya cari majikan perempuan yang masih muda, gemuk dan berpayudara besar agar bisa enak menyusu,” jelas Abah Rahman.

Tak lama tuyul dilumpuhkan, Yul pun siuman. Ia menangis. Sesunggukan. “Jangan lagi sedih, (tuyul) itu sudah berakhir.” Abah Rahman berhasil membuat Yul move on. Perempuan ini sekarang bahkan lebih religius. Yul sering bikin acara pengajian di rumah. Kirim doa untuk arwah suami. Dia ingin Tuhan mengampuni dosa syirik suaminya.  Begitulah. Yul kini tak lagi pernah menemukan keanehan. Tak pernah lagi dompet kosongnya mendadak berisi uang. Begitu pula suasana rumahnya. Sebelum malam tahun baru kemarin, Abah Rahman memang telah meruwat rumah Yul.  Dia juga menyebar penangkal tuyul. Penangkal itu berupa bawang merah, kacang hijau, beras ketan, garam kristal, jarum, dan koin emas. Enam benda itu dijadikan satu, dibungkus kain putih. Bundelan itu diletak di rumah Yul. Selain bekerja dan ibadah, Yul kini fokus ikhtiar mencari jodoh. (*/tamat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini