Ternyata Ini Aliran Keyakinan Ortu Yang Simpan Mayat Anaknya Berbulan-bulan

0
76

Pemalang Jateng-Zonadinamikanews. Heboh kasus orang tua kandung yang menyimpan jasad anaknya hingga berbulan-bulan, karena mereka diduga menganut aliran keyakinan tertentu. Pasalnya, orang tua anak meyakini dengan melakukan ritual khusus, jasad putrinya yang sudah meninggal dianggap masih bisa hidup kembali.

Disimpannya jasad anak semata wayang pasangan Rohmat dan Prihati ini terungkap setelah ada warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Moga. Mengetahui hal ini, muspika Moga langsung turun tangan. Setelah dilakukan upaya negosiasi yang cukup alot, akhirnya jasad anak yang berusia sekitar 14 tahun, siswi kelas 1 (satu) SMP, dengan inisial SAR ini pun kemudian dimakamkan, di pemakaman keluarga yang berlokasi disamping rumahnya, pada Minggu [9\1\2022].

Karena peristiwa yang dianggap tak lazim ini, tim DOKKES [dokter kesehatan] dari Polres Pemalang turun langsung mendatangi rumah tempat tinggal orang tua SAR, yang jasadnya diawetkan. Rombongan tim dokkes datang untuk mengetahui kondisi kesehatan Rohmat dan Prihati, orang tua kandung yang telah mengawetkan jasad anaknya. Kehadiran tim dokter yang didampingi jajaran Polsek Moga dan Nur Lela kepala desa Plakaran, menuju ke Dukuh Sokatapa RT.23 RW.03 Desa Plakaran Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (12\1\2022).

Sementara itu dilokasi, menurut kepala Desa Plakaran Nurlela sedikit menjelaskan kepada awak media, perihal kejadian pada malam saat jasad akan dikebumikan, karena pada malam itu Nurlela ikut mengkafani jasad SAR. “Betul pada malam itu saya ikut mengkafani jasad tesebut [SAR], memang kondisinya sudah meninggal, tapi tidak tercium bau yang menyengat, hanya sedikit saja baunya,” Tuturnya.

Kemudian, Kapolsek Moga AKP Dibyo Sunaryo menghimbau kepada masyarakat, dengan terjadinya peristiwa ini agar masyarakat tetap tenang serta jangan melakukan tindakan dapat merugikan diri sendiri yang dianggap melawan hukum. “Dengan terjadinya peristiwa ini saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Plakaran untuk tetap menjaga situasi kamtibnas agar selalu kondusif dan jangan melakukan tindakan- tindakan yang berlawanan dengan hukum,” Himbaunya.

BACA JUGA:  Sabtu 10/7,77 Orang Warga Agam Positif Covid-19, 7 Orang Meninggal

Terungkapnya peristiwa ini, sontak saja membuat warga disekitarnya geram. Pasalnya, peristiwa yang tak lazim dan dianggap sangat menyimpang ini, membuat resah warga sekitar. Menurut beberapa orang warga, yang masih tetangga Rohmat dan Prihati, yang tidak mau disebut namanya ST dan SP, dengan mengejutkan secara tiba-tiba memberi pernyataan keras dan tegas. “Sudah pak dibawa saja di penjara, ini orang tua tega sama anak, kalau bisa ya dihukum saja,” Teriaknya dengan nada tinggi, ditengah jalan saat awak media sudah keluar dari rumah duka, menuju tempat parkir kendaraan yang cukup jauh.

Masih menurut warga sekitar, bahwa dengan adanya kasus seperti ini, mereka tidak mau sampai terulang kembali khususnya di Desa Plakaran. Mereka sangat berharap agar pihak yang berwenang mengusut tuntas permasalahan yang sangat tidak lazim tersebut. “Tentu bukan warga sekitar saja yang tidak senang dengan perbuatan orang tua yang mengawetkan jasad anak sendiri, tetapi biarlah peristiwa ini ditangani oleh pihak yang berwenang dan semoga peristiwa ini tidak terulang kembali. Di desa kami,” Ungkapnya.     [SatriyoAdie\Iwan]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here