Kalapas Kelas II B Lubuk Basung: Begini Kronologi Meninggalnya Napi Narkoba Dalam Tahanan

0
36

Agam-Sumbar,Zonadinamikanews.Puluhan Wartawan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) secara khusus menemui Ka Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (11/1/2022).

Kedatangan para awak media tersebut terkait meninggalnya seorang Narapidana yang sedang viral saat ini di tengah masyarakat yang tersandung kasus narkoba di dalam sel tahanan Lubuk Basung, Senin (10/1/2022).

Kepala Lapas Suroto menjelaskan bahwa Narapidana kasus narkoba yang meninggal bernama Syahrial ( 34 ) yang lebih akrab disapa Poron memang bunuh diri dengan melilitkan tali plastik ke leher yang ada di tangannya lalu melilitkan ke pintu sel tahanan.

“Syahrial alias Poron yang lari dari Lapas sejak Bulan Agustus 2021 terkait kasus narkoba akhirnya kembali ditangkap oleh Polres Agam. Dan sebelum diserahkan ke Lapas, Syahrial alias Poron dibawa ke RSUD untuk di Visum dan kemudian Minggu malam diserahkan ke Lapas untuk diisolasi mandiri. Namun Sebelum dijebloskan ke Lapas Syahrial sudah banyak mengalami luka memar pada tubuhnya dan luka tembak pada betis kiri. Dan pada pagi hari Senin (10/1/2022) ketika di cek oleh penjaga pengamanan Lapas ternyata Syahrial telah meninggal,” ungkap Suroto ketika memberikan keterangan pada Wartawan.

Tambah Suroto kejadian atas kematian Syahrial kasus narkoba yang melarikan diri dari Lapas kelas IIB Lubuk Basung memang itu adanya dan tidak ada unsur lainnya. Dan masyarakat diharapkan jangan terpancing isu- isu yang tidak benar. Kami bersama anggota keamanan Lapas telah bekerja semaksimal mungkin dengan segala upaya agar para narapidana aman dan nyaman di dalam Lapas. Kita juga memasang alat pengintai atau cctv.

“Hingga saat ini tercatat 295 Narapidana penghuni Lapas kelas II B, Padang Lansano, Lubuk Basung dengan 35 kamar dan 3 Blok. Sedangkan untuk menu perharinya untuk satu orang hanya Rp. 20.000,- dan diharapkan tahun depan ada peningkatan anggaran untuk menu.Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kades Gunong Putoh Aceh Timur Copot Perangkat Desa Se-Enak Jidatnya

Sedangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kata Suroto, Narapidana dibekali dengan berbagai keahlian, seperti montir mobil, motor, bertani dan kerajinan lainnya, dimana keahlian yang dimilikinya untuk masa depan setelah mereka keluar dari Lapas,tutupnya.(Fero)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here