Waspadai Black Campaign Untuk Yeni Yulianti Dalam PAW Dawuan Barat

0
71

CIKAMPEK-Zonadinamikanews. Kampanye hitam (Black campaign)
Penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para kandidat atau calon kepada masyarakat agar menimbulkan presepsi yang dianggap tidak etis terutama dalam hal kebijakan publik,cara-cara ini perlu di waspadai.

Munculnya nama Yeni Yulianti atau istri almarhum Kepala Desa Dawuan Barat H.Roni Fatinasarani, kerap beredar kabar tidak sedap, bahwa Yeni tidak pantas jadi kepala desa Dawuan Barat Cikampek, dengan berbagai tudingan miring.

Hal itu dilemparkan oleh oknum-oknum yang seakan tidak siap bertarung secara sehat, atau sebaliknya ada rasa kwatir sulit untuk dikalahkan bila benar-benar mencalonkan.

Untuk mematahkan akan pilihan agar tidak mengarah pada salah satu calon itupun mulai muncul.

Kondisi tersebut juga di rasakan oleh Yeni Yulianti, sejak awal almarhum meninggal, desas desus itu sudah mulai muncul, bagaimana caranya agar dirinya tidak usah mencalonkan dalam ikut dalam ajang Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Dawuan Barat yang akan di gelar dalam waktu dekat ini tahun 2022.

Oleh karena itu, Salah seorang tim pemenangan Yeni Yulianti dalam PAW menegaskan, agar setiap anggota tim harus bekerja keras untuk meluruskan pada masyarakat atas desas desus yang membuat Kampanye hitam (Black campaign) pada Yeni Yulianti.

Yeni Yulianti pada media ini mengaku, dalam upaya menjegal dirinya sudah dirasakan jauh-jauh hari, dan tidak tahu apa dasar mereka ingin menghalangin saya untuk mencalonkan dalam PAW nanti.

“Ya saya sudah rasakan itu, ada oknum-oknum yang berusaha menghalangin saya untuk tidak usa ikut mencalonkan, dan menjelek-jelekan saya, saya bingung,apa maksud dan tujuan oknum tersebut, apa saya di anggap tidak mampu? Apa salah almarhum suami saya sehingga ingin menyingkirkan saya dalam pencalonan ini, bila itu penilaian mereka,itu salah patal, saya minta jangan menilai orang sembarangan hanya karena ada unsur yang tidak masuk akal,mari bertarung sehat dalam segala ajang atau kompetisi secara sehat, apalagi kompetisi ini demi kemajuan Desa Dawuan Barat dan bukan untuk kepentingan pribadi” terang Yeni.

BACA JUGA:  Camat Cikampek, H Suep dan Kapolsek Kompol Sukirno:Pilkades Lancar

Yeni menambahkan, bila hanya untuk kepentingan pribadi, buat apa saya capein diri dan pikiran saya, saya mencalonkan bukan untuk upaya memperkaya diri, itu sangat jauh, saya berani mencalonkan diri,selain permintaan sebagian warga Dawuan, juga ingin menyujutkan akan visi misi almarhum yang tertunda, sebagai istri almarhum, saya tahu rencana baik almarhum dalam pembangunan masyarakat Dawuan dan juga demi kemajuan Desa Dawuan Barat.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Ustad Supendi, dalam pencalonan ini agar diridhoi Allah SWT, beliau berharap, pada seluruh lapisan masyarakat Dawuan, mari kita ciptakan suasana yang adem dan sejuk dalam setiap ucapan dalam meraih kepercayaan dari masyarakat, bersaing sehat itu lebih terhormat, jangan merasa lebih bisa atau lebih hebat dan lebih pantas untuk dipilih,tapi bertarung lah dan berkampanyelah dengan program yang bisa menyentuh hati masyarakat Dawuan Barat.

Kampenya hitam (Black Campaign) harus di buang jauh-jauh, dalam ajang PAW ini menciptakan kesejukan di tengah-tengah masyarakat, ini bukan soal siapa yang menang, siapa yang kalah, namun bila kelak terpilih, apa sudah yakin betul akan mengabdi dengan murni pada masyarakat, atau hanya ingin mencari kekuasaan demi menyurutkan kepentingan pribadi? Ini perlu di renungkan oleh semua pihak.

Penyusup yang masuk dalam pemenagan juga perlu diwaspadai, setiap tim harus pasang mata dan telinga, jangan lengah.

Pasal 280 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah mengatur sejumlah larangan bagi pelaksana, peserta dan tim sukses dalam berkampanye.pada ayat (1) tersebut mengatur larangan kampanye hitam, yang terkait dengan menghina seseorang atau SARA, menghasut dan mengadu domba serta mengganggu ketertiban umum.

Pelanggaran terhadap Pasal 280 ayat (1) huruf c, d dan e tersebut akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 521 UU Pemilu.

BACA JUGA:  PAW Kades Cikbar Di Ikuti Dua Orang Kandidat

(zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here