Malam Jumat Pasang Susuk, 2 Malam Kemudian Dapat Gandengan ‘Kakap’, Inilah Kisah Nani Gadis Kafe di Medan

0
46

KAMIS (13/01/2022) siang itu, Abah Rahman lama tepekur di depan sebuah makam keramat di daerah Patumbak, Deliserdang. Hening. Tapi kebisingan terjadi di hati paranormal itu. Itulah dialog gaib. Dan di situ pula kegaiban mulai bekerja. Seperti apa? Ikuti kisah ini.

Kamis itu, sepanjang siang hingga sore, Abah Rahman terus saja tepekur di makam sakti itu. Tak diketahui apa saja yang disampaikannya di sana. “Tapi siapa yang mendatangi saya persis sepulang dari sini, dialah yang mendapat petunjuk gaib dari sini. Abah belum tau siapa orang itu,” tutur Abah Rahman sesaat jelang meninggalkan tempat keramat itu

ementara itu, di waktu sama di tempat berbeda, seorang gadis gundah gulana. Dialah Nani. Di sebuah lokasi di wilayah Kecamatan Medan Johor, gadis 25 tahun ini tengah menjaga usaha dagang sambil berpikir soal tetek bengek keluarga yang ditanggungnya. Nani, sulung 4 bersaudara itu memang tulang punggung. Saking berpikir, khayalannya pun melambung liar. Seliar keinginannya membahagiakan ibu dan tiga adiknya.

Begitulah. Malamnya (pas Jumat Kliwon), selepas menutup usaha dagang majikanya, Nani kembali ke luar rumah. Tanpa perencanaan, langkah kakinya ternyata menemui Abah Rahman. Dia ke tempat praktik sang cenayang, Jalan Halat Gang Umar No.1 Medan. Di sinilah langit bekerja, memproses pertemuan Nani dengan paranormal itu.

“Tiba-tiba aja (hati) tergerak ke sini,” aku Nani di hadapan Abah Rahman, juga wartawan Anda yang tengah berada di situ. Gadis berkulit putih ini bukanlah kali pertama datang ke rumah Abah Rahman. Sebelumnya, untuk urusan kelancaran usaha majikannya, telah dua kali dia menemani tokenya berobat pada Abah Rahman.

“Karena kulihat hasilnya: daganganku menjadi laris, beda seperti sebelumnya, aku juga jadi ingin berobat,” sambung Nani lagi. “Abah sudah tau masalahmu,” sela Abah Rahman pada Nani yang selalu menundukkan kepala. Tanpa diminta, Nani kemudian bercerita.

BACA JUGA:  Berkat Abah Rahman, Inilah Kisah Hidup Lili Sang Primadona

Demi keluarga survive hidup di Kota Medan, Nani ternyata kerja peran ganda. Selepas waktu untuk majikannya di Simpang Pos, Padang Bulan, gadis ini nyaris saban malam ditemukan di bawah denyar lampu-lampu kafe remang. Nani juga berstatus freelancer di sejumlah kafe kawasan Ringroad, Medan. Tugasnya melayani tamu-tamu.                        “Tapi belum ada kudapat tamu yang bisa menyenangkan aku secara lahir dan batin. Kawanku sudah ada dapat,” aku Nani. “Karena itulah aku ke sini, Bah,” imbuhnya dengan kepala semakin tertunduk. “Aku ingin seperti kawanku itu biar dapat membahagiakan mamak dan adik-adik.”

Tanpa ba bi bu, Abah Rahman langsung menyorongkan susuk jarum emas. “Betul tak ada efek buruknya, Bah?” tanya Nani. “Sepanjang kamu tidak melanggar tujuh pantangannya, rejeki dari tamu tak terduga akan mengalir deras seperti air bah,” jawab Abah Rahman. Apa saja tujuh pantangan itu?

Abah Rahman pun menjelaskan semua itu.  Dan begitu tahu ‘rambu-rambu larangan’  ternyata soal remeh temeh, seperti tak boleh memakan labu hijau atau pisang emas, Nani kontan setuju. Begitulah. Dalam tempo tiga puluh menit, jarum emas (betul-betul emas lho) seujung kuku sudah tertanam di balik alis kirinya. Sejak itu pula, kebiasaannya mandi sedikit berubah. Ini soal amalan bacaan khusus, juga arah posisi saat mandi. “Ingat dan selalu jalankan semua petunjuk itu,” pesan Abah Rahman di akhir ritual.

Jelang Jumat (14/01/2022) dini hari itu, Nani pun masuk kafe dengan tampilan dan pesona yang benar-benar beda. Dan Sabtu (15/01/2022) sore, tak sampai dua malam paska kisahnya memasang susuk di malam (13/01/2022) Jumat Kliwon itu, dia pun melayangkan chat ke nomor WhatsApp paranormal itu. Tentu bukan chat bernada protes.

BACA JUGA:  Dukun AS, Abah Rahman, & Mistik 'Suluk Cinta' (bag 2)

‘Betul Bah, baru kenal smlm, pagi td dy dah transfer, gilak baru x ne dpt kiriman sgitu. Mlm ne dy ngajak jln, doakan y Bah.’ Demikian isi pesan Nani yang baru dapat gandengan ‘kakap’. Apa komentar Abah Rahman?

Tentu senang. “Jadi dialah (Nani, red) petunjuk gaib hasil ritual saya Kamis siang lalu itu. Alam gaib melihat niat anak itu yang tulus untuk membahagiakan ibunya. Semoga rejekinya ke depan menjadi lebih berkah,” tandas cenayang body tambun ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here