Dirut PDAM Padang Pariaman Luruskan Terkait Tarikan Dana dari Calon Pelanggan MBR

0
269

SUMBAR-Zonadinamikanews. Aminuddin,ST selaku Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat,Akhirnya angkat bicara terkait dugaan pungutan liar terkait program MBR.

Dikatakan, Kriteria bagi pemerintah daerah sebagai penerimah hibah, adalah, memiliki PDAM, memiliki idle capacity,memiliki perda tentang PMP yang masih berlaku dan mempunyai MBR, memiliki masyarakat penerima mamfaat.

Program Hibah Air minum yang di danai APBN tersebut, pada dasarnya sudah berjalan sesuai dengan surat keputusan (SK) bupati Padang Pariaman nomor 34/KEP?BPP/2019 tentang  kewajiban calon pelanggan perusahaan daerah air minum kabupaten Padang Pariaman  terhadap program hibah air minum masyarkat berpenghasilan rendah.

Lebih jauh Aminuddin,ST menambahan,  Dalam SK tersebut di jelaskan, bahwa untuk menetapkan menjadi pelanggan tetap PDAM, calon pelanggan MBR sumber dana AUS.AID/APBN, dikenakan kewajiban membayar administrasi pendaftaran dan jaminan langganan. Dan berdasarkan pertimbangan, bupati menerbitkan SK tentang kewajiban calon pelanggan tersebut.

Program MBR di PDAM Padang Pariaman Untuk Masyarakat Kurang Mampuh

Dalam menguatkan SK tersebut tetap mengacu pada  banyak Undang-undang yang mengikat atau  yang menjadi dasar pembuatan SK tersebut, seperti UU No.12 tahun 1956 tentang otonomi daerah, UU no 5 tahun 1962 tentang  perusahaan daerah, UU no 11 tahun 1974 tentang pengairan, UU no.28 tentang tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN, dan masih banyak lagi Undang-undang lainya, Ujar Aminuddin,ST.

Dalam SK tersebut jelas memutuskan, bahwa kewajiban calon pelanggan perusahaan daerah air minum Padang Pariaman dalam program hibah air minum masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti harus memiliki dan menyerahkan foto copy kartu tanda penduduk, memiliki rekening listrik dengan daya tidak lebih dari 900 volt amper dan sebanyak-banyaknya 50% dari pelanggan program  MBR dengan dayah tidak lebih dari 1.300 volt ampere.

Selain itu, Kata Aminuddin,ST, calon pelanggan wajib menantangani berita acara pemasangan water meter, membayar biaya administrasi, aliran pendaftaran dan jaminan langganan sebesar Rp.255.200 dan sudah termasuk pembayaran selama dua bulan rekening air.

Calon pelanggan juga harus membayar biaya administrasi aliran pendaftaran dan jaminan langganan serta biaya crossing jalan sebesar Rp.355.200 dan juga sudah termasuk  pembayaran 2 bulan rekening air atau sebagai abodenment. Jadi kata Aminuddin,ST, agar dilaksanakannaya pemasangan jaringan sambungan rumah,setelah calon pelanggan MBR melaksanakan kewajiban tersebut, artinya tarikan dana dari calon pelanggan tersebut bukan pungutan liar da nada ketentunya.

Dibalik Dana Hibah, Ada Dugaan Pungli di PDAM Padang Pariaman Pada Masyarakat

Jadi menurut Aminuddin,ST, terkait terjadinya pungutan biaya bagi calon pelanggan itu, oleh pihaknya tidak pungkiri, namun tarikan dana tersebut karena ada dasar hukumnya, seperti setiap MBR yang memilik daya listrik terpasang pada rumah tangga sebesar 1.300 VA,dengan jumlah paling sedikit 50% memiliki daya listrik 900 VA dan/atau tidak memiliki sambungan listrik.

Calon pelanggan harus brsedia memenuhi persyaratan sebagai pelanggan PDAM, bersedia membayar biaya pemasangan sambungan rumah sesuai dengan yang ditetapkan PDAM dengan ketentuan besarnya lebih rendah  darpada penerima pemasangan sambungan rumah regular.

Selain itu, setiap rumah calon penerima maafaat berlokasi pada wilayah administrasi  kabupaten/kota program hubah air minum dan bukan terletak di wilayah administrasi kabupaten kota lain, calon pelanggan belum pernah menjadi penerima mamfaat program sejenis, seperti PAMSIMAS,program hibah air minum pedesaan dan program lainya.

Dalam mensukseskan program ini, Aminuddin,ST menjelaskan, bahwa pihaknya hingga saat ini terus melakukan pengembangan dan inovasi demi kemajuan perusahaan daerah, termasuk  program Pelaksanaan MBR yang sudah berjalan sejak  dari tahun 2017 – 2021 di PDAM, program ini sudah  dirasakan masyarakat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) PDAM Padang Pariaman.

Karena tujuan kegiatan program hibah air minum perkotaan adalah untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum perpipaan yang diprioritaskan bagi MBR dalam rangka meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat, terang Aminuddin,ST.(zl tg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini