Korban Unit Link Asuransi Prudential Dari Purwakarta, Nuntut Keadilan di OJK

0
78

Jakarta-Zonadinamikanews. Para korban unit link  perusahaan asuransi dari beberapa kota di Indonesia diundang ke gedung Wisma Mulia 2 yang merupakan gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka diundang untuk dipertemukan dengan perusahaan asuransi untuk menyelesaikan permasalahan.

Sejumlah korban yang tinggal di kabupaten Purwakarta 12 Januari 2022 menghadiri undangan ke Wisma Mulia 2 untuk diketemukan dengan perusahaan asuransi yang mereka mintakan untuk mepertanggungjawaban.

Pihak korban diwakili oleh Maria Trihartati, Wusmin Tambunan, Edi Purwanto, Tetty Marpaung, Renie Harkim, Dearma Sihotang.dan Pihak OJK diwakili oleh Rizal selaku Pimpinan Pertemuan,  Supriyono, Agus Fadlian, Tongam Lumban Tobing, Irjen. Suharyono dan Brigjen. Andres (unsur Bareskrim Polri).

Diskusi antar kedua belah pihak berjalan cukup baik dan pihak OJK telah menampung dengan baik fakta lapangan yang disampaikan perwaki lan korban.

Adapun beberapa point  penting yang diutarakan perwakilan korban antara lain :

Bahwa perjanjian antara korban dengan pihak asuransi patut dikatakan cacat hukum karena tidak memenuhi asas Pacta Sunt Servanda vide Pasal 1320 Jo Pasal 1338 KUH Perdata terutama adanya dugaan pelanggaran terhadap prinsip dasar Utmost Good Faith oleh tim pemasar asuransi.

Persoalan yang dihadapi para korban tidak tepat dijawab dengan textbook Polis karena terjadi kontradiksi atau cacat hukum atas penandatanganan Polis oleh nasabah yang mengandung unsur “tipu muslihat atau penipuan”.

Perusahaan asuransi terindikasi melanggar beberapa peraturan OJK dan melanggar prinsip Utmost Good Faith, dan konsep asuransi unit link salah sasaran pada micro segmen (masyarakat ekonomi lemah) dimana agen tidak pandang bulu untuk mencari nasabah mulai pedagang kecil, driver ojek, penadah getah karet dll.

Korban meminta agar OJK memberi perlindungan konsumen,  korban tetap menuntut agar uangnya dikembalikan penuh tanpa syarat dan ketentuan yang menjurus pada upaya “pembungkaman” terhadap eks.

BACA JUGA:  Polres Blora Bersama Pohut Kembali Tangkap Penadah Kayu Ilegal

Korban menilai bahwa  unit link dianggap sebagai jebakan, sebagai hal yang minus atau negatif. Karena banyak mengalami kerugian cukup banyak, bahkan ada sudah hampir 10 tahun menjadi pemegang polis, namun tidak mendapatkan manfaat yang dijanjikan oleh agen. Maka para korban meminta pertanggungjawaban untuk mengembalikan uang yang disetorkannya. “Menuntut asuransi Prudential yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan agen,” kata korban tersebut. (zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here