Kancil Vs Raksasa di PN Karawang, Sikecil Kalahkan Milioner

0
232

KARAWANG-Zonadinamikanews. Hukum adalah panglima tertinggi, hal itulah yang dialami oleh orang tua yang sudah usia rentah ini, Paska pemasangan plang di sita pihak pengadilan kabupaten karawang pihak surya cipta memanggil team lowyer / PH pihak para ahli waris untuk berunding mencari win di antara kedua pihak.

Pihak ahli waris hanya satu permintaan agar untuk di bayar tanahnya karena selama 22 tahun berjuang untuk memgembalikan hak tanahnya sangat sulit dan bahkan tidak percaya akan di menangkan pihak pengadilan negeri karawang.

Pihak surya cipta sepertinya masih memikirkan panjang untuk melakukan pembayaran melihat sisi kaget dan di duga setengah tak percaya bisa kalah dalam persidangan perkara no 77/Pdt. 6/ 2021/PN KRW ammar putusan bahwa tanah tersebut di nyatakan benar hak milik minan bin asipan sehingga *penggugat para ahli waris vs surya cipta dinyatakan menang

Dengan kemenangan ini dari pihak ahli waris yang selalu di dampingi lowyer dari lbh gpri abdul rohim & lowyer dari karang taruna kab. Karawang kang yana serta di kawal 3 ormas besar di antaranya LSM GPRI ( gempar peduli rakyat indonesia ) Karang taruna kabupaten Karawang dan ORMAS/LSM BPKB BANTEN

Saat ketua umum GPRI H. Arjun di mintai keterangan oleh awak media saat di lokasi tanah minan bin asipan menjelaskan bahwa kami sejak awal di mintai mendampingi, mengawal, dan setia & konsisten tidak akan mundur satu langkah ketika melihat masyarakat merasa terzholimi oleh oknum-oknum mafia tanah yang akan merampas hak – hak dari pemilik lahan.

Arjun pun tidak lupa mengucapkan terimakasih atas keadilan yang di tunjukkan oleh PN Krw yang tidak melihat pandang bulu dalam mencermati dan melihat fakta hukum bahwa dengan cukup alat bukti serta para saksi yang menguatkan tanah tersebut benar milik minan bin asipan yang belum pernah di jual belikan kepada siapapun berdasarkan salah satu alat bukti kuat pada buku c induk pada desa kuta puaci dan kuta negara pada saat pembuktian di persidangan maka seyogyanya kami masyarkat karawang mengacungkan jempol pada pengadilan karawang yang benar – benar adil dalam hal perkara perdata no 77 penggugat para ahli waris minan bin asipan.

Sejak awal kami sampaikan pihak surya cipta itu tidak salah terhadap kami namun salah dalam pembelanjaannya bukan pada pemilik lahan atau pada ahli waris dan belanja pada oknum mafia tanah sehingga surya cipta wajib mengakui itu dan silakan tuntut pada oknum yang menjual tanah minan bin asipan.

Tugas kami selaku LBH dan sosial control harus mengawal kebenaran dan alhamdulillah walaupun proses cukup lama kurang lebih 1 tahun tahapan demi tahapan etikat baik kami sudah kami lalui baik mediasi di surya cipta, di polres, di pengadilan dan sampai ke persidangan dan setelah persidangan pun masih menunjukan bahwa kami selaku team PH ahli waris selalu membuka pintu lebar agar pihak surya cipta bisa membuka hati untuk dapat menerima kenyataan aktual dan sportif dalam menyikapi fakta di lapangan bahkan sudah di putuskan gugatan para ahli waris yang menang dalam perkara No.77/Pdt.6/2021/PN KRW.

Seharusnya konsekwen dan legowo dapat menyerahlan tanah milik minan bin asipan berdasarkan ammar putusan walaupun kami mendapatkan informasih pihak lowyer surya cipta ingin melakukan upaya banding *paling tidak berikan kesempatan ahli waris ingin menikmati hasil putusan dengan ingin menanan pohon porang dan lebetulan juga kata sekertaris karang taruna bahwa organisasi karang taruna karawang sedang mempunyai program tanam porang tutur dani.

Namun pihak surya cipta keberatan sehingga penanaman porang pun gagal, namun dari hasil mediasi koordinasi yang di dampingi pihak keamanan TNI – POLRI dan team PH ahli waris maupun pihak surya cipta pada tanggal 14 januari 2022 menghasilkan kesepakatan akan di lakukan pembayaran tanah jalan yang sudah di pergunakan, saluran air Selama 22 th termasuk konfensasinya sementara itu yang akan di bayarkan namun team surya cipta karawang timur akan menyampaikan kepada team direksi/managemant surya cipta pusat tutur H. Dani sekertaris katar kab. Karawang dan team lowyer para ahli waris.

Selanjutnya team PH para ahli waris balik kanan dan berembuk pada masa yang masih menunggu di lokasi tanah agar membubarkan diri *namun jika pihak surya cipta hari selasa tidak mempunyai etikat baik untuk membayar tanah milik minan bin asipan berdaaarkan ammar putusan no 77/pdt.6/2021/PN Krw.

maka kami sepakat akan menurunkan masa besar-besaran untuk unjuk rasa di lokasi tanah minan bin asipan untuk menyuarakan pendapat di muka umum yang mana telah di atur dalam UUD 1945.

Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi ” “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”.

orasi kami akan kami laporkan pada pihak polres setelah hari senin dan akan di lakukan selama 3 hari berturut-turut sampai mendapatkan keadilan karena dari pengadilan sudah memberikan keadilan bahwa penggugat sudah menang dalam fakta persidangan tinggal menunggu etikat baik saja dari pihak pt. Surya cipta karawang timur

Tujuan agar Bapak Presiden RI, KAPOLRI, DIRJEN PERTANAHAN, SABER PUNGLI, KPK, DPRI, GUBERNUR dan BUPTI dapat melihat perseteruan wong cilik vs wong gede wong cilik itu harus di lindungi apalagi benar tanah tersebut adalah milik minan bin asipan berdasarkan putusan  no 77/pdt.6/2021/PN Krw. Dengan harapan bapak presiden dapat membantu mengintruksikan pada pihak kementerian perindustrian dan perdagangan maupun pertanahan agar surya cipta mau  menerima fakta persidangan agar mengabulkan permohonan para ahli waris dapat membayar lahan tersebut.

Para ahli waris hanya minta di bayar itu aja sih.jika pihak surya cipta ingin melakukan banding silakan saja tapi kami ingin merasakan tanah orang tua kami dahulu tutur ahli waris.(zdn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini