BPODT Paparkan Keseriusan dalam Pengembangan Destinasi Wisata Danau Toba 2022

0
129

Balige, Zonadinamikanews.Com – Dalam rangka menindaklanjuti pengembangan destinasi pariwisata Kawasan Danau Toba, Manajemen BPODT mengundang sejumlah media dalam rangka penyebarluasan informasi program dimaksud.

Pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Labersa, Balige pada Kamis (20/01/2022) tampak langsung dihadiri oleh Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba atau BPODT, Jimmi Panjaitan beserta para jajarannya dengan puluhan jurnalis dari berbagai cetak, online, maupun televisi.

Dalam sambutannya, Jimmi menyampaikan betapa peran penting media sangat menentukan dalam penyebarluasan informasi khususnya terkait bagaimana program yang sudah dan yang akan dikerjakan oleh BPODT.

“Ada beberapa hal penting yang akan kami sampaikan dalam forum berbahagia ini terkait pengembangan destinasi, pengembangan investasi, dan pemasarannya.

Sehingga untuk mencapai sasaran, BPODT memiliki visi yakni menjadikan Kawasan Danau Toba yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta mengedepankan kearifan lokal,” terang Jimmi.

Sedangkan misi BPODT yakni mengembangkan destinasi pariwisata Danau Toba yang berkualitas dan berkelanjutan, menumbuh kembangkan pariwisata di kawasan Danau Toba yang kondusif.

Dalam kesempatan itu, Jimmi mengungkapkan bahwa pihaknya secara khusus akan fokus dalam melestarikan kearifan lokal seperti tor tor, uning uningan, gondang, gorga dan lain sebagainya.

“Selain contoh kearifan lokal diatas, makanan tradisional juga akan dijadikan salah satu program promosi unggulan untuk menarik para investor dan wisatawan nantinya. Dimana dunia akan mengenal Danau Toba dari keanekaragaman kearifan lokal-nya,” lanjutnya semangat.

Diterangkannya juga bahwa adapun cakupan wilayah kerja BPODT berdasarkan Perpres Nomor 49 tahun 2016 meliputi 8 kabupaten yakni Toba, Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Barat, Humbahas, dan Taput.

“Sedangkan jumlah anggaran yang akan digelontorkan untuk percepatan pengembangan destinasi wisata ini untuk 8 kabupaten itu untuk tahun (2022) ini yakni sebesar 65,8 milyar rupiah,” paparnya.

Sementara itu, adapun luas wilayah kerja BPODT hingga saat ini (2022) yakni seluas 386 hektar dengan status sertifikat Hak Pengelolaan Lingkungan (Sertifikat HPL).

Diakhir pertemuan, tampak diskusi menarik dan hangat seputar pengembangan dunia kepariwisataan antara para awak media dengan manajemen BPODT berjalan penuh keakraban. (JP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini