Sekdako Pariaman “Tidak Ada Perkembagan dari Laporan ke Polisi Atas Hilangnya Aset Negara”

0
83

SUMBAR-Zonadinamikanews.Kinerja akan kepolisian Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat agaknya perlu dipertanyakan, akan keseriusan untuk menindaklanjuti akan laporan masyarakat, tidak adanya tindaklanjut atas laporan tersebut, seperti kasus hilangya asset Negara di PUPR Kota Pariaman, berupa berupa  Digital elekronik informasi, yang dilaporkan oleh dinas PUPR Kota Pariman, hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya, ada apa?.

Laporan Polisi itupun di kuatkan atas pengakuan Ir. Asrizal kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kota Pariaman,Asrizal mengaku bahwa Sparpak alat berat excavator berupa monitornya di curi orang,yang diperkirakan seharga 200 juta,dan pencurian tersebut sudah dilaporkan pada penegak hukum di Polres Kota Pariaman, namun hingga saat ini belum berhasil di ungkap.

Alat Berat Milik Dinas PUPR Kota Pariaman Dibiarkan Jadi Sampah?

Hal yang sama juga di katakana oleh Yota Balad Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, bahwa hilangnya monitor alat berat tersebut sudah dilaporkan ke Polres Kota Pariaman, namun hingga saat ini tidak ada perkembangan atas laporan tersebut, tanpa menjelaskan sejak kapan dilaporkan ke Polres Kota Pariman.

Ironisnya, monitor alat berat ini sudah dua kali hilang, namun hingga saat ini belum ada titik terang untuk memperbaiki alat berat tersebut, dan siapa yang bertanggungjawab atas hilangnya asset tersebut.

“Sejak peristiwa tersebut, saya sudah perintahkan kepala PU untuk melaporkanya, namun hingga saat ini tidak perkembangan atau tindak lanjut” kata Yota Balad.

Mantan Inspektur Kota Pariaman ini menegaskan, tentu yang bertanggungjawab atas hilangnya asset ini adalah kepala PUPR, tegas Yota Balad.

Kadis PUPR Kota Pariaman Diduga Tidak Mampu Rawat Aset, Lalu Dibiarkan di Tempat Sampah

Diberitakan seleumnya, Keberadaan asset Negara tersebut nongkrak di tempat pembuangan sampah tepatnya desa Tungkal kecamatan,Pariaman Utara. Informasi yang beredar, bahwa Sparpak alat berat exavator berupa  Digital elekronik informasi sudah dianggarkan lebih kurang 200 juta,nyatanya alat tersebut  tidak juga berfungsi.

BACA JUGA:  Penyerapan Dana BOS SMAN 1 Kota Pariaman Diduga Terjadi Mark Up

Dengan kondisi tersebut, di dugaan ada kongkalingkong yang diperankan oleh oknum,sehingga kondisi alat berat berupa exsapator yang berada di desa tungkal kota pariaman menjadi sampah,sebab keberadaan alat tersebut ada dilokasi pembuangana sampah udah satu tahun nangkrak.

Sebelumnya, Ir. Asrizal kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kota Pariaman, ketika di konfirmasi media ini,via telepon selulernya mengatakan,tidak berfungsinya alat berat tersebut karena monitornya di curi orang,yang diperkirakan seharga 200 juta,dan pencurian tersebut sudah dilaprkan pada penegak hukum, namun hingga saat ini belum berhasil di ungkap,dan alat tersebut tetap akan di perbaiki,jawabnya diujung telepon (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here