Polsek Sanga Desa Musi Banyuasin Sumsel Lamban Tangani Laporan Warga

0
180

MUBA-Zonadinamikanews.Sebagaimana putusan MK No.130/PUU-XIII/2015 tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang seyangnya sudah harus terkirim kepada pelapor atau penuntut paling lambat 7 hari sejak terbitnya Sprindik (SP2).

Korban penganiayaan yang berinisial SNT menuturkan kepada awak media, bahwa dirinya pada tanggal 16/01/2022 telah melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh SE ke Polsek Sanga Desa. Namun, sampai hari ini 27/01/2022 korban SNT belum juga menerima SPDP kasus tersebut, sehingga khawatir pelaku melarikan diri dan dapat menghilangkan alat bukti.

“Pada tanggl 16 kemarin saya melaporkan kasus penganiayaan terhadap saya yang mengakibatkan luka dan memar di pelipis mata. Namun, sampai hari ini sudah 7 hari, saya belum menerima konfirmasi dalam bentuk apapun mengenai perkembangan kasus yang saya laporkan. Sedangkan saya hampir setiap hari melihat pelaku berkeluyuran di desa tempat saya tinggal. Saya khawatir pelaku bisa kabur bila tidak segera diamankan” ungkap SNT.

Hasil konfirmasi awak media terhadap korban kemarin 22/01/2022, saat ditanyai mengenai apakah korban bersedia menempuh upaya Restorative Justice (Damai secara Kekeluargaan), korban SNT tegas menjawab tidak mau, dan tetap akan melanjutkan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya sudah terlanjur kecewa, karena sampai hari ini tidak satupun pihak keluarga pelaku berupaya menunjukkan itikad baik. Jadi saya sudah bulat tekad untuk tetap membawa kasus ini ke ranah hukum” ujar SNT lagi kepada awak media

Kanit Reserse Polsek Sanga Desa, Nazirin saat dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menetapkan tersangka karena kurangnya saksi kunci.

“Kasus Pak SNT ini sudah kami kembangkan, namun karena kurangnya saksi kunci, karena saat kejadian, pelaku dan tersangka hanya berdua dan tidk ada yang menyaksikan langsung, sehingga menjadi kendala bagi kami untuk menetapkan tersangka atas melakukan tindak penangkapan. Namun demikian, kami akan memanggil terduga pelaku terlebih dahulu, apabila 2 kali pemanggilan terduga pelaku tidak koperatif, maka kami akan melakukan penjemputan paksa” ujar Nazirin

Namun, fakta mengejutkan kembali sampai kepada awak media pada tanggal 23/01/2022 korban SNT dipanggil menghadap ke Mapolsek Sanga Desa. Dalam pertemuan tersebut, SNT menceritakam bahwa pihak penyidik menyampaikan kasusnya sudah dikembangkan, dan belum bisa dilakukan upaya penangkapan terhadap pelaku karena Kapolsek Sanga Desa sedang berada di Jakarta, dan yang tidak kalah mencengangkan, penyidik mengatakan kepada SNT agar jangan terlalu intens memberiitahukan kasus ini ke Wartawan.(tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini