Perkelahian Pelajar, di Duga Berujung Pemerasan Siswa di Sidoarjo

0
128

Sidoarjo-
zonadinamikanews.Sekolah dalam dunia pendidikan terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya.

Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam “mendidik” siswanya.

Seperti di Sekolah SMP Islam di Jl Pahlawan lll Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, perkelahian dalam kelas kemarin hingga berujung di kepolisian, karena masih pelajar, dan membutuhkan pembinaan, pelajar pelaku perkelahian dikenakan pembinaan dengan wajib lapor.

Tidak berhenti dikepolisian saja, melainkan setelah itu salah satu siswa yang tidak menerimakan keputusan dan binaan kepolisian, melanjutkan dengan didampingi pengacaranya mendatangi Sekolah dan menuntut kerugian 40jt rupian, hingga terjadi tawar menawar tiga puluh juta rupiah (30jt), didalam ruang kantor tepatnya dihadapan Kepala Sekolah.

Terkait hal ini kami konfirmasi ke Sekolah SMP Islam, dipertemukan dengan para guru, yang diwakilkan Nur Salim sebegai guru kesiswaan, menerangkan,” bahwa perkelahian itu sudah damai, untuk lebih jelasnya, menunggu Kepala Sekolah” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah (Kepala Sekolah) belum memberikan jawaban, terkait dugaan pemerasaan terhadap murid pelajar.
(dr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini