Para Pedagang Pasar Balige Berang, Revitalisasi Pajak Rp 23 M Molor!

0
182

Balige, Zonadinamikanews- Masih awal tahun 2022, sejumlah Pedagang di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba tampak mulai mengungkapkan kekesalannya atas beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Toba yang dianggap tidak pro rakyat kecil.

Kebijakan tersebut diantaranya pemindahan ratusan pedagang dari pasar Balige ke Lapangan Sisingamangaraja XII pada September 2020 lantaran pasar akan direvitalisasi menjadi lebih modern dengan anggaran 23 milyar rupiah lebih bersumber dari Dana Pusat (APBN).

Awalnya, revitalisasi pasar tersebut mendapat tanggapan positif dari para pedagang walau sebagian masih ada yang pesimis melihat kejadian sebelumnya yang selalu berakhir dengan kericuhan khususnya saat pembagian lapak.

Dan ternyata, apa yang dikhawatirkan itu kini oleh sejumlah pedagang benar benar terjadi. Jadwal Revitalisasi yang dimulai Oktober tahun 2020 harusnya selesai pada Desember 2021, namun hingga kini belum selesai.

Para pedagang pun meradang, sebab persoalan Pandemi Covid19 yang berkepanjangan telah membuat penjualan ambruk, kini ditambah lagi mereka masih harus berjualan di lokasi yang tidak semestinya, yang agak sulit diakses.

K Pardede, salah seorang anggota Asosiasi Pedagang Pasar Balige pada Jum’at (14/01/2022) kepada sejumlah awak media mengaku kini pihaknya merasa pesimis bahwa Revitalisasi bisa selesai pertengahan tahun 2022 ini.

“Jujur saja, kami sudah resah, apakah kami masih mampu bertahan berjualan di areal ini dengan sejumlah kerugian yang selama ini kami alami. Bisa balik modal saja disini sudah syukur.

Kami juga sangat kecewa melihat pengawasan dinas terkait yang terkesan membiarkan rekanan mengulur penyelesaian proyek. Dimana pengawasan mereka? Apakah mereka tidur saja dan makan gaji buta?” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, beberapa pedagang lainnya menuding bahwa dalam pembangunan ini telah terjadi permainan kong kali kong. “Tampaknya ada kesan pembiaran, padahal jadwal pengerjaan sudah lewat. Ada apa ini?” ungkap salah seorang pedagang penuh tanya.

Karenanya, mereka mengharap beberapa bantuan berbagai pihak seperti Wartawan serta LSM untuk mempertanyakan ada apa dengan Pelaksanaan Proyek senilai “23 Milyar rupiah” dengan jangka 330 hari yang sudah lewat tersebut.

“Dimana tanggung jawab rekanan dan pejabat pengawas terkait yang telah memindahkan kami ke areal ini serta atas derita dan kerugian yang kami alami selama ini? Kami butuh makan, anak anak kami butuh biaya hidup,” ungkap pedagang lainnya dengan hati menjerit.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Toba yang diwakili Asisten II, Sahat Simanullang menyatakan akan kembali mencari tahu apa penyebab molornya revitalisasi Pasar Tradisional Balige tersebut.

Diakuinya bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Toba dengan pihak rekanan telah menyepakati komitmen sesuai dengan kontrak kerja. “Memang sesuai kontrak harusnya akhir 2021 sudah selesai,” jelas Sahat.

Bahkan diakuinya juga bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak rekanan dimana rekanan berjanji akan segera menyelesaikannya selambatnya pada 19 Januari 2022 ini.

“Kita akan lihat nanti, apakah rekanan tepat janji, kalau masih molor, kita akan membuat laporannya ke Pusat,” tegas Sahat, mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba itu serius. (JP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini