Alami Cacat Pasca Tabrakan, Oknum Pejabat di Agam Diduga Tidak Bertanggungjawab

0
73

Agam-Sumbar,Zonadinamikanews.Salah satu oknum pejabat eselon III di Pemerintahan Kabupaten Agam diduga tidak bertanggung jawab lagi setelah menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Lubukbasung-Bukittinggi, simpang Lubuk Kumbuak, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Kecelakaan naas itu terjadi sudah lebih kurang dua bulan, dan membuat korban cacat dengan kondisi pincang dibagian kaki sebelah kanan, bahkan dibagian selangkangannya terus terasa nyeri.

Setelah dicoba ditelusuri dan dihimpun informasi oleh pihak media online Zonadinamikanews.com ke lapangan bahwa didapati keterangan dari masyarakat dan korban bersama keluarga, bahwa hingga kini pertanggungjawaban dari oknum Pejabat saat itu yang menggunai Plat Merah BA 73 T milik Pemda Agam itu tidak ada kejelasan.

Seperti Peristiwa tersebut di ceritakan oleh Yulianani korban tabrakan di Jalan raya oleh mobil plat merah itu bersama keluarga dikediamannya, Rabu 12 Januari 2022 ketika dikunjungi langsung pihak media online zona dinamikanews.com

Yulianani bersama suaminya Agustiar, menyebutkan, kalau peristiwa tersebut sudah lebih dari dua bulan yang lalu. Dengan kronologis kejadian setelah tertabrak dari belakang saat ingin menyebrang jalan pulang di simpang Lubuk Kumbuak, Lubuk Basung.

Disampaikannya bahwa saat kendaraan yang menabrak dari arah bersamaan ke arah Bukittinggi itu ialah mobil berplat merah dan didalam mobil ada ibuk pejabat bernama Rozetta yang diketahuinya salah satu pejabat di Pemerintahan Kabupaten Agam selaku Kabag Perekonomian.

” Setelah mengalami kecelakaan, waktu itu istri saya langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Basung, untuk mendapatkan pengobatan dengan biaya Rp. 19.000 yang dibiayai oleh ibuk Rozetta,” ungkap Agustiar.

Setelah dari puskesmas, Dianya langsung kembali mengunjungi ibuk itu tepatnya di depan Puskesmas untuk mencarikan jalan solusi agar istrinya dibiayai pengobatan untuk lebih lanjut.

BACA JUGA:  Pemecatan 3 Kepala Dusun ,Desa Mangguang ,Diduga Cacat Hukum

” Istri saya merasa kakinya lemah, dan terasa sakit di bagian pinggul karena terhempas akibat tabrakan itu. Saya rencana selanjutnya ingin membawa istri ke tukang urut dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, jangankan ada perdamaian diantara duabelah pihak, malah ibuk tersebut hanya mau membantu dengan dikasih uang 100 ribu setelah dibayangkannya kalau biasanya sesuai dengan pengalaman berkendara bisa menghabiskan biaya jutaan.

” Dengan begitu saya menolak, dengan sebelum diberikannya uang 100 ribu dan ibuk itu kembali menambahkan uang dengan memberikan tambahan uang 100 ribu lagi,” ucapnya.

Selanjutnya, dengan ditolaknya uang dari ibuk itu, Agustiar mengaku tidak sampai banyak meminta bantuan kepadanya, karena tidak ingin memberatkan siapapun dalam kejadian ini karena sama-sama berkendara dijalan.

” Saya selanjutnya hanya meminta bantu untuk diberikan biaya kelanjutan pengobatan istri sekitar 1 juta saja. Tapi setelah diutarakan begitu, malah ibuk tersebut bilang kalau saya bersama istri ingin memerasnya dan bernada agak menghina kalau kami cari hidup dengannya dan terus menyalahi kami atas kejadian kecelakaan ini,” ulasnya.

Selanjutnya kata Agustiar, keesokan harinya dianya mendatangi ibuk Rozetta ke ruang kerjanya dilantai dua yang ada di kantor Bupati Agam, tetapi masih tidak ada titik temu dan kesepakatan.

” Malahan waktu itu ibuk Rozetta tidak mau membantu lagi dengan alasan sudah tertutup hatinya untuk membantu dan menyebutkan saya sombong, karena tidak mau menerima uang yang diberikannya sebanyak 200 ribu, sambil membandingkan pekerjaannya dengan saya yang hanya masyarakat biasa ini,” sebut Agustiar ke awak media mengingat kembali perihal yang di alaminya itu.

Sembari demikian lanjut Agustiar menceritakan, karena tidak ada titik temu waktu itu sehingga, ibuk Rozetta menyuruh dirinya kalau ingin memperpanjang, silahkan melapor atas kejadian kecelakaan itu.

BACA JUGA:  Klinik Syifa Mitra Diduga Tak Miliki Izin Ipal Dan IMB

” Saya sebagai masyarakat biasa tentu merasa enggan untuk melapor. Sebab berfikir kalau persoalan ini panjang, tentu nanti saya dalam berusaha mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri menjadi terganggu. Jadi, intinya saya tidak bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

” Sampai kini setelah lebih dua bulan sejak kejadian kecelakaan ini berlangsung, pihak Pemda Agam, dan ibuk Rozetta tidak pernah melihat dan mengunjungi istri saya yang saat ini mengalami cacat dan berjalan sudah pincang,” tambahnya.

Sementara dikonfirmasi ibuk Rozetta yang saat ini baru menjabat sebagai salah satu Inspektur Pembantu Inspektorat di Dinas Inspektorat Kabupaten Agam membantah kalau dianya tidak bertanggung jawab atas kejadian ini.

Akan tetapi, dengan banyak pertanyaan yang diutarakan mengenai peristiwa itu oleh pihak media ke ibuk Rozetta malah menyuruh pihak media untuk tidak membuat berita ini. Karena beralasan kalau informasi berita tersebut tidak update (sudah lama).

” Sebelumnya, Saya sudah menawarkan untuk mengobati. Saya pernah memberi uang 200 ribu untuk pergi ber urut setelah saya sarankan untuk ronsen, dan konsul. Namun suaminya menolak karena ingin meminta uang dengan jumlah banyak,” sebutnya di ruang kerjanya Rabu 12 Januari 2022 dengan nada yang agak tinggi ke pihak media online zona dinamikanews.com

Diakui oleh ibuk Rozetta bahwa memang setelah kejadian tidak ada pernah lagi melihat dan mengunjungi mereka yang pernah mengalami tabrakan dengan mobil dinas BA 73 T waktu saat di Kabag Perekonomian Pemkab Agam.

” Memang tidak ada, karena saya sudah kesal setelah diberikan uang, saran dan masukkan untuk berobat tidak diindahkan dan ditolak, jadi intinya semuanya tidak ada persoalan tentang itu jangan diungkit lagi, karena saya sudah pernah ditegur dan dipanggil oleh bapak Bupati,” tutupnya dengan buru-buru selesai sesi konfirmasi dengan awak media karena ingin memimpin rapat.

BACA JUGA:  Dinas DPMG Aceh Timur Kangkangi UU KIP No 14/2008

Menanggapi itu Zamzami wakil Dirwaster Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Sumatera Barat sangat menyayangkan hal itu sampai terjadi.

Dikatakannya, seharusnya persoalan ini harus cepat disikapi kalau memang ingin punya niat untuk membantu masyarakat yang telah mengalami musibah itu.

” Kita melihat masyarakat tersebut tidak banyak neko-neko dan hanya ingin perhatian dan dibantu untuk pengobatannya pasca kecelakaan. Juga Pejabat terkait sedang Udin (urusan dinas) dan memakai kendaraan Dinas. Jadi, tolong sebagai pejabat pemerintah agar memperlihatkan konsistensinya,” tegas Zamzami Rabu 12 Januari 2022.

(Fero)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here