Korupsi Berjemaah Dalam Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru Resmi Ditahan Oleh Kajati Sumbar

0
233

Padang,zonadinamikanews.Kejati Sumbar akhirnya menahan 12 orang dari 13 orang tersangka kasus dugaan penyelewengan dana ganti rugi lahan jalan tol Padang- Pekanbaru

Ditempat yang sama Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Suyanto didampingi Asisten Intelijen Kejati Sumbar Mustaqpirin menjelaskan kasus dugaan ganti rugi lahan jalan tol di Padangpariaman menyebabkan kerugian negara Rp27,859,142 miliar.

“Hari ini kita telah melakukan upaya penahanan paksa terhadap para tersangka sesuai dengan pasal 21 KUHAP dengan alasan subjektif dan obyektif telah terpenuhi. Selain itu penahanan yang dilakukan merupakan kewenangan dari penyidik. Masa tahanan akan diberlakukan selama 20 hari untuk tingkat awal ini,” ujar Suyanto, Rabu (1/12).

Suyanto juga  menjelaskan, satu orang tersangka dari total 13 orang tersangka yakni SY, pada saat ini belum ditahan karena yang bersangkutan dalam keadaan sakit.

“Kita telah layangkan panggilan terhadap SY selaku penerima ganti rugi yang merupakan salah satu tersangka untuk menghadap pada hari Selasa (7/12) yang akan datang,” tambahnya.

Sebelumnya, Kejati Sumbar menetapkan 13 orang tersangka terhadap kasus dugaan ganti rugi lahan jalan tol di Padangpariaman. Para tersangka tersebut, ditetapkan pada 21 Oktober 2021 dan 27 Oktober 2021 subjek tersangka.Selain itu, dari 13 tersangka menjadi 11 berkas perkara.

Dalam kasus ini, Kejati Sumbar telah  menemukan alat bukti berupa penerimaan kwitansi masyarakat dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Untuk penghitungan riil atas kerugian negara sedang dimintakan kepada BPKP Sumbar.

Dengan telah ditetapkan tersangka Para tersangka keluar dari gedung kantor Kejati Sumbar  di jalan Raden Shaleh, sudah  mengunakan rompi warna Pink dan tangan diborgol artinya mereka sudah menjadi tahanan Kejati Sumbar yang dititipkan sementara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Air .

BACA JUGA:  Bea dan cukai Bersama POM TNI AL Dumai Dikawasan Rohil Gagalkan 4 Truk Alkes dari Malaysia

Terendusnya kasus dugaan ganti rugi lahan jalan tol di Padangpariaman berawal dari tahun 2007 lalu ada kegiatan Pemekaran Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang atas permintaan masyarakat. Pada tahun itu ditindaklanjuti oleh daerah untuk kegiatan pembebasan lahannya.

Karena lokasi tanah di sana merupakan tanah ulayat, maka dilakukan penggantian ganti rugi tanah beserta lahan hidup masyarakat di sana melalui Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat. Sumber dana penggantiannya berasal dari APBD Padangpariaman. Proses penggantiannya sudah selesai tahun 2011.

 

Sementara Taman Kehati ini juga masuk salah satu objek ganti rugi dan juga sudah dibebaskan oleh Pemkab Padangpariaman, sehingga telah menjadi aset pemerintah daerah. Malahan, Taman Kehati ini juga pern ah mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian tahun 2014 .

Serta belum adanya pengembalian uang negara.Namun demikian Kejati Sumbar nantinya akan  memeriksa aset para tersangka dan bisa dijadikan tambahan barang bukti ungkapnya.

(Paul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here