Ada Aroma Dugaan Korupsi di Dana Swakelola BKAD Simalungun Rp 41,7 M

0
161

Simalungun-Zonadinamikanews.Biaya swakelola pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Simalungun TA 2021 di 38 item senilai Rp 41.711.937.000 diduga banyak yang kurang tepat sasaran sehingga banyak kalangan masyarakat mempertanyakan karena ada dugaan aroma korupsi.

Seperti halnya yang di persoalkan,yaitu penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi SKPD senilai Rp 327.478.000, pemeliharaan barang milik daerah penunjang urusan pemerintahan daerah Rp 559.000.000, penyediaan jasa komonikasi sumber daya air dan listrik Rp 24.180.468.185, koordinasi dan penyusunan perda tentang APBD peraturan kepala daersh tentang penjabaran APBD, penatausjaan milik daerah Rp 1.018.656.870, pengamanan milik daerah Rp 873.006.520 dan beberapa item lainnya banyak kejanggalan.

Kepala BKAD Kabupaten Simalungun Frans Saragih, Selasa (21/12/2021) kemarin belum berhasil dikonfirmasi karena saat dicoba dijumpai di kantornya, oleh stafnya mengatakan bos sedang tidak ada.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa pejabat di Kantor tersebut menyebutkan dana itu yang paling banyak untuk membayar rekening listrik lampu jalan yang ada di Kabupaten Simalungun yang lebih kurang Rp 2 M setiap bulannya.

Saat ditanya terkait item lainnya yang dianggap sebagai pemborosan anggaran, salah seorang staf mengatakan agar menanyakan langsung ke Kepala Badan.

“Kalau item lainnya tanya saja kepada kepala badan, karna beliaulah yang berhak memberi keterangan soal dana yang ada di kantor ini,” ujarnya mengelak.

Terkait pembayaran rekening lampu jalan ketika dikonfirmasi kepada salah seorang pejabat di PLN Cabang Pematangsiantar yang juga membidangi wilayah Kabupaten Simalungun HerIanto Siburian seakan menutup-nutupi pembayaran rekening lampu jalan di Simalungun.

Anehnya, Siburian malah justru mempertanyakan apakah sudah mendapat ijin dari pemerintah Kabupaten Simalungun soal berapa setiap bulannya dibayar dan malah menanyakan siapa orang Pemkab Simalungun yang memberi informasi tersebut.

“Apa sudah ada ijin dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menyatakan terkait besaran pembayaran ini, tolong siapa orangnya,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Simalungun L Simare-mare, Rabu (22/12/2021) menyesalkan pihak PLN yang tidak transparan soal pembayaran lampu jalan yang ada di Simalungun. Mare mare mengharapkan aparat hukum atau yang berwenang untuk segera menangani hal tersebut,ujarnya kemedia  ( SL )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini