Berkat Abah Rahman, Inilah Kisah Hidup Lili Sang Primadona

0
94

NASIB bisa dirancang, takdir tidak. Demikian keyakinan Abah Rahman. Nah, Lili (26), satu di antara banyak perempuan sintal yang berurusan dengan paranormal itu, telah membuktikan hal tersebut. Setahun terakhir ini nasib “karir” esek-eseknya diklaim semakin membaik. Ini kisahnya.

Awalnya, Lili dikenal sebagai biduan. Persisnya, biduan kibot keliling. Marketnya : pinggiran Kota Medan. Lili termasuk primadona panggung. Suaranya cukup ‘merdu merayu’. Memamerkan paha dan belahan payudara, busananya selalu mengajak orang untuk berasosiasi yang tidak-tidak. Ya, tubuh Lili klop menjadi ‘setan’ penggoda iman.

Karena itu, saban manggung, di sela duit sawer deras mengalir padanya, wajah gadis tak lagi gadis ini pun melayang menginspirasi banyak kepala lelaki penontonnya. Bahkan begitu pula seusai manggung. Bayangan erotisnya di panggung terus hidup liar di benak banyak lelaki. Bagi Lili, penghibur memang harus terus menghibur.

Karena itu pula, saat pandemi corona mulai membunuh job-job manggungnya, dia pun dengan gampang beralih menjadi penjaja cinta. Dari panggung diam-diam Lili
menghentak ranjang-ranjang. Dia semakin membiarkan tubuhnya dinikmati lelaki. Semakin menyebarkan ‘rasanya’ yang beda tatkala di ranjang. Tentu demi uang bergepok terus bisa didulang. Demi mempertahankan gaya hidup metropolis. Dan demi nafsu bawah sadar agar tampil sebagai ‘dewi’ yang dipuja banyak lelaki. Adakah semua episode hidup ‘Lili selalu banyak duit’ tercipta begitu saja? Tanpa ikhtiar atau bantuan tak kasat mata? Tidak.

Ceritanya sejak menjadi biduan, Lili ternyata telah ‘berguru’ pada Abah Rahman. Ini salah seorang paranormal beken di Medan. Bahkan, begitu alih wujud menjadi biduan ‘plus-plus’ dan 4 bulan terakhir simpanan beberapa lelaki tertentu, Lili diketahui semakin gencar mengamalkan segala petunjuk dari Abah Rahman. Apa saja rupanya resep klenik yang dimasukkan cenayang itu ke dalam hidup Lili sang primadona?

Baca Juga :
Paranormal Abah Rahman, Ahlinya Ilmu Supranatural

Seperti tak ingin membongkar ‘rahasia perusahaan’, Abah Rahman yang baru-baru ini ditemui di tempat praktiknya (Jalan Halat Gang Umar, Medan) enggan umbar cerita. Dia mengaku hanya menghilangkan sengkolo pada diri Lili. Ini soal perasaan apes dan sial yang menerpa seseorang. Menurut Abah Rahman, Ritual Ruwatan Sengkolo bisa membebaskan diri dari kungkungan perasaan merasa sial. Perasaan tidak beruntung. Dan perasaan dijauhi keberkahan.

Bagi Abah Rahman, batin-batin seperti itu perlu diruwat. Diberi pencerahan agar tidak merasa seperti katak dalam tempurung. Dunianya sempit. Gelap gulita. Tanpa penerang dalam memandang zaman ke depan. “Ruwatan itu lazimnya pembebasan yang berfungsi sebagai penyucian diri agar terbebas dari bahaya dan nasib sial,” jelas Abah Rahman. “Memang,” sambungnya, “berkah dan bala itu takdir dari Yang Maha Kuasa. Tapi sepanjang nyawa masih menyatu dengan raga, maka wajib hukumnya melakukan ikhtiar.”

Abah Rahman, yang memiliki banyak pasien dari kalangan wanita, dikenal dapat mengetahui watak perempuan dari bentuk rambut, kulit, mata, alis, serta lagak jalan atau bicaranya. Dari situ dia mengetahui perempuan itu tipe galak atau santun. Materealis atau spiritualis. Pengabdi atau penguji kesabaran laki-laki. Nah, usai membongkar tabir itulah Abah Rahman kemudian mulai berusaha mewujudkan niat perempuan-perempuan yang mendatanginya. Tertarik? (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here