Akibat Longsor ,Jalan Besar Siantar – Saribu dolok Semakin Parah Dan Mengkuatirkan

0
62

Simalungun-ZonadinamikaNesw.Com Jalan lintas Siantar-Saribu dolok yang berlokasi di Nagori Simpang raya kecamatan pane hampir putus total akibat jalan tersebut kemacetan terjadi sepanjang 2 km ,baik dari arah siantar maupun dari saribudolok.

Kondisi jalan nyaris putus akibat longsor terus melebar hingga merusak lebih setengah badan jalan. Bila tidak segera ditangani dengan serius, dikhawatirkan kondisi jalan akan bertambah parah dan akibatnya hubungan transportasi menucu kantor bupati akan putus total.

Pengamatan Media Zonadinamika News .Com di lapangan, Selasa pagi (2/11), kondisi longsor sudah semakin merusak hampir seluruh badan jalan. Saat ini jalan tersebut hanya bisa dilalui kenderaan roda dua, itu pun saat melintas harus ekstra hati-hati. Sedangkan untu kenderaan jenis roda empat terpaksa harus melalui jalan alternatif milik kebun PTPN-IV marjandi.

Menurut keterangan warga setempat,bahwa kerusakan jalan itu sudah berlangsung sangat lama, menurut marga siahaan ini sudah setengah tahun (6 bulan) lebih, namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki. apabila hal ini tidak cepat di tangani ,Longsor akan terus melebar menyusul curah hujan yang hampir tiap hari turun di daerah kami ini ,ujar siahaan

Ketika Wartwan bertanya dalam hal longsor ini ,apa ada rasa kekecewa terhadap perintahan saat ini ” yah ,Kalau ditanya soal kecewa, kami benar-benar kecewa berat kepada Pemprovsu, khususnya pak Gubsu. Sebab, jika sejak awal ditangani, kerusakan ini tidak akan separah sekarang,” ujar siahaan .

Lain hal nya Camat Panombean Panei Gantinius Bangun, ketika dihubungi melalui seluler ,Dia membenarkan kondisi jalan terasebut semakin bertambah lebar.

Menurut camat , jalan rusak itu sudah tiga kali mengalami longsor. Pertama terjadinya longsor pada Agustus 2021 lalu, kemudian pada September kembali longsor dan terakhir longsor yang terjadi pada awal Nopember saat ini.

Baca Juga :
Jalan Provsu Pekan Ajamu Memprihatinkan. Perusahaan perkebunan Sawit Diminta Ikut Merawat Jalan.

Dia menambahkan , longsor tersebut terus terjadi menyusul hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir. Air terus menggerus dibagian bawah badan jalan. ” Bulan September 2021 lalu, kami sudah melayangkan surat ke Dinas PU Provinsi, agar jalan longsor ini diperbaiki, namun sampai dengan saat ini belum ada tanggapan,” ujar Camat.

Warga setempat mengharapkan agar pihak Pemprovsu segera melakukan perbaikan di jalan dimaksud. Jangan sampai jalan putus total baru dilakukan perbaikan.

Sementara, sehubungan dengan semakin melebarnya longsor tersebut, pihak Dinas Perhubungan dan polres Kabupaten Simalungun melakukan pengalihan arus lalulintas bagi kendaraan bertonase berat.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Simalungun, Sabar Saragih menerangkan, kendaraan bertonase berat dialihkan dari jalur alternatif Simpang Simarjarunjung menuju Sidamanik, kemudian dari Simpang Embong keluar dari Simpang Marjandi atau sebaliknya.

Saragih juga mengatakan ” Kita hanya mengantisipasi jangan sampai timbul korban akibat longsor ini. Sehingga yang boleh lewat hanya roda dua dan kenderaan tanpa muatan, selebihnya lewat jalan alternatif,” terangnya.( SL )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here