Kepala Badan Ekonomi Kerakyatan PDI-P DKI Jakarta Raya : Pemulihan Ekonomi Kerakyatan Nomor Satu

0
43

Jakarta-Zonadinamikanews.Aktivis aktif berjiwa sosial tinggi PDI -P DKI Jakarta Raya tanpa harus meminta dipilih menjadi Ketua Badan Ekonomi Kerakyatan.

Ditemui ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta, Selasa (16/11/2021) Jenri Sinaga SE.Ak.MM yang mana beliau juga Staff ahli Ketua DPRD DKI Jakarta mengatakan,” bahwa Kepemimpinan di tiap institusi baik itu pemerintah ,BUMN dan Swasta perlu mendapat perhatian pemerintah sedikit ekstra.Sebab sekarang beberapa Pemimpin dimasa pasca Covid melakukan tupoksinya hanya omong doang,tidak berbuat ,tidak berkarakter tulus membantu masyarakat miskin,”ungkapnya.

Dalam kepemimpinan berorganisasi, kuncinya leadership, integritas ,kapabilitas. Bagaimana pemimpin dapat mengelola management Sumber Daya Manusia (SDM). Serta pemimpin dapat menguasai atau kontrol diri tidak melakukan sesuatu hal yang merugikan negara ,”imbuhnya.

Saat ditanya hal kebijakan pemerintah dan solusi pemerintah yang paling penting diperhatikan saat ini diterangkannya, yang paling proritas sekarang ini pasca Covid , pemulihan ekonomi kerakyatan harus menjadi nomor satu.

“Bagaimana instrumen pemerintah itu, seperti apa ? APBD dan yang lain-lain , untuk dialokasikan anggaran itu. Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dan lainnya ,itu hanya sementara.Yang terdampak banyak namun yang terpapar masyarakat kecil.Ekonomi rakyat harus diperkuat , bagaimana anggaran buat usaha pertanian dan pembinaan ekonomi lemah,”terangnya.

“Dana bergulir segera ditingkatkan,itu sangat bagus kalau dana itu tepat sasarannya namun selama ini dana bergulir tidak jelas, bergulir kemana tidak tahu ,”paparnya.

Terkait banjir di Jakarta disebutkan , Program kegiatan sumur resapan di DKI banyak dibangun ditempat yang kurang bermanfaat . Kita pantau Pemprov DKI , membangun sumur resapan dekat Banjir Kanal Timur (BKT) dimana BKT yang sebenarnya berfungsi menampung air. Dibangun di dataran rendah yang sudah penuh air.

“Solusinya , mestinya dibuat dulu study atau kajian untuk normalisasinya. Seperti pada zaman Belanda sungai harus tetap difungsikan, normalisasi jangan jadi bantaran rumah huni ,” tuturnya beliau yang pernah maju Caleg DPR RI 2019 Dapil Sumatera Tiga dan Calon Bupati Taput.

Baca Juga :
Gubernur Riau Didampingi Kapolda Tinjau Pos Peniadaan Mudik di Perbatasan Riau Wilayah Kampar

Dirinya juga menyarankan agar diadakan di bawah sepanjang Jalan Sudirman dibangun 100 x 100 meter terowongan , seperti kolam yang pastinya seluruh air masuk dan kemudian air dipompa ke laut.Begitu tahu hujan datang di Bogor Pompa air dihidupkan, sehingga banjir maximal bisa ditanggulangi ,”harap Jenri yang low profil dan jika dibutuhkan siap memimpin Parkindo.

(des-ish)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here