Oknum ASN di SDN 071077 Madolaoli Gunungsitoli Pemalas Sering Bolos Mengajar

0
919

Gunungsitoli-
Zonadinamikanews.
Dunia pendidikan sangat penting untuk mencerdaskan anak bangsa, termasuk anak-anak yang berada di desa pelosok atau terpencil. Seperti halnya, di SDN 071077 Madolaoli Desa Tuhegeo II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli Sumatera Utara.

Tapi anehnya, Dua oknum Guru yang berinisial EH dan HZ mengeluhkan sikap sebagian guru yang bertugas di sekolah itu disinyalir kurang aktif dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

“Oknum Guru yang disinyalir malas mengajar itu berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Gunungsitoli diduga makan gaji buta, alias tidak mengajar namun menerima gaji rutin setiap bulan, “Ucap YL kepada Wartawan. Sabtu (20/11/2021).

Dikatakannya, Selama ini bahkan bertahun tahun dua oknum Guru berinisial EH dan HZ sering tidak masuk mengajar secara berturut-turut kadang hanya tujuh hari selama satu bulan untuk hadir disekolah dan yang lebih parahnya lagi EH hampir setengah tahun belum masuk mengajar selama ini.

“Andaikan benar-benar disengaja tanpa ada sebab yang menguatkan, tindakan hukuman disiplin akan di lakukan oleh pihak berwenang karena guru yang sering meninggalkan tempat tugas berdampak buruk bagi masa depan anak-anak di Desa Tuhegeo II. Sebab, pelajaran mereka jadi tertinggal, “Cetusnya.

Dijelaskannya, Apalagi di SDN 071077 Madolaoli termasuk wilayah terisolir dan pasti ada tunjangan yang melekat dan selalu diterima oknum-oknum guru tersebut. Baik tunjangan profesi maupun tunjangan khusus. Sedangkan gaji, masih tetap diberikan.

Selain itu, dirinya berharap kepadaΒ  pemerintah daerah agar memerintahkan guru yang bertugas untuk menetap dan tidak meninggalkan tempat tugas. Solusi lainnya, mencari guru yang benar-benar setia melaksanakan tugas seperti guru garda terdepan dari pemerintah pusat.

“Kami sebagai warga berharap ada ketegasan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli bagi guru yang sering meninggalkan tempat tugas, bila perlu diberikan hukuman, “harap warga.

Baca Juga :
Forkom LSM Bersatu Mempersoal Dugaan Arogansi Sekdis Kesehatan Sergai

Ditempat terpisah, Econi Laoli selaku Ketua Komite mengakui dan membenarkan bahwa kejadian itu sudah sering menyampaikan setiap ada pertemuan rapat disekolah.

“Sampai sekarang tidak mengindahkan seakan-akan guru honor yang mengabdi disitu jadi sasaran utama sebagai tenaga pendidik. Sementara, Oknum Guru yang berstatus ASN tinggal menunggu gaji bulanan dirumah, “Ungkapnya.

Sementara, Ketika dikonfirmasi pihak kepala sekolah baik melalui telepon selulernya maupun Via Wathsapp masih belum ada respon dan terkesan melindungi.
(ELISANDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here