SATMA AMPI Madina Surati Presiden dan Kapolri Soal PT SMGP.

0
499

MADINA-Zonadinamikanews.com.Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Mandailing Natal (SATMA AMPI MADINA) beberapa hari yang lalu telah mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo (Jokowi) dan juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam surat itu.Satma Ampi madina meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Presiden untuk turun langsung menyikapi permasalahan yang silih berganti di perusahaan PT Sorik Marapi Goethermal Power (PT SMGP) yang ada di kabupaten Mandailing Natal.

Menurut Satma Ampi perusahaan tersebut sudah membuat kekacauan di Kabupaten Mandailing Natal.hingga membuat banyak masyarakat yang resah tentang keberadaannya.serta sudah berani mengancam Ampi Madina untuk melakukan penculikan satu persatu apabila Ampi masih terus mengusik keberadaannya.

Satma Ampi juga menilai pihak penegak hukum belum juga menetapkan tersangkanya dalam kasus gas maut H2S yang sudah menelan korban jiwa manusia.

“Kami meminta kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk melihat langsung permasalahan di SMGP .Dan sudah berapa banyak nyawa manusia yang melayang akibat ulah perusahaan ini. Karena kami menilai aparat penegak hukum baik itu Polres Madina dan juga Polda Sumatera Utara (sudah buta dan tuli) dan telah terbukti gagal dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Bapak Presiden yang terhormat kami mohon agar bapak segera keluarkan perintah agar Komnas HAM dan Kapolri untuk segera bereskan masalah ini secara permanen sehingga tidak terjadi lagi kasus lain di kemudian hari,” harap Deddy Jackson selaku kader Ampi.

Adapun surat Satma Ampi Madina untuk presiden jokowi berisikan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Semoga bapak presiden dan keluarga dalam keadaan Sehat serta dalam lindungan Allah SWT. Pertama tama izinkan kami memperkenalkan diri. Saya atau kami dari kelompok mahasiswa yang tergabung dalam satuan mahasiswa AMPI Mandailing Natal.

Baca Juga :
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Bertandang Ke Kapuas

“Kami rakyat bapak yang hidupnya berada di kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara Indonesia.Ini kali pertama kami membuat surat untuk bapak sebagai sosok yang sangat kami hormati Sebagai pemimpin bangsa ini. Surat ini bagian dari concern dan kepedulian kami kepada bangsa dan negara serta hukum yang berlaku di republik Indonesia ini. Harapannya bisa sampai serta didengar oleh istana dan pemerintahan.

“Kedua. Sebagai orang yang mencintai negeri ini. Pada kesempatan yang baik ini. Kami menyurati bapak dengan kesungguhan untuk menyampaikan beberapa hal curahan hati atas lemahnya hukum di kabupaten kami. Keprihatinan dan pendapat kami tentang proses hukum dibalik terjadinya kasus kemanusiaan yang merenggut nyawa 5 orang masyarakat kami. Juga ada dua diantaranya adalah anak-anak.akibat kelalaian dan keteledoran pihak perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang ada di wilayah kami yang juga disebut dengan PT SMGP.

“Pak..sudah 10 bulan kami menunggu proses hukum penetapan tersangka yang ada di perusahaan tersebut.namun sampai detik ini tidak ada kejelasan dan seperti sudah didiamkannya kasusnya.

Sementara surat terbuka dari SATMA AMPI Madina untuk Kapolri bertuliskan seperti ini.

“Salam sejahtera..semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan kekuatan dan kesabaran kepada bapak Kapolri.

“Dalam surat kami ini.kami dari barisan mahasiswa kabupaten Mandailing natal yang tergabung dalam organisasi AMPI menyampaikan surat kepada bapak Kapolri jenderal polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MS.

“Surat ini terkait kegelisahan kami atas terjadinya impunitas dan tidak adanya penegakan hukum terhadap perusahaan geothermal yang ada di Mandailing Natal yaitu PT Sorik Marapi geothermal power.

“Dalam hal ini sedikit bercerita kepada bapak. Pada tanggal 25 Januari 2021 silam telah terjadi kejadian naas akibat keteledoran pihak perusahaan sehingga terjadi kebocoran gas h2s yang sangat beracun di desa sibanggor Julu kecamatan puncak Sorik Marapi kabupaten Mandailing Natal hingga mengakibatkan korban jiwa 5 orang masyarakat dan 2 diantaranya adalah anak-anak generasi penerus bangsa.

Baca Juga :
POLISI Membubarkan Demo KNPB,Berunjung Penangkapan

“Namun hingga 10 bulan ini.kami masyarakat Mandailing Natal dalam hal ini tidak pernah menemukan kejelasan hukum siapa tersangka dalam keteledoran kasus tersebut.Dan Sudah beberapa kali kami mengadukan hal ini kepada kepolisian resor Mandailing Natal hingga menyurati dan konfirmasi kepada Kapolda Sumatera Utara namun tidak ada respon dan tanggapan.

“Negara hukum tidak boleh ada diskriminasi dalam penegakan hukum apalagi adanya korban meninggal dunia dalam insiden keteledoran tersebut. keraguan dan kecurigaan kami sebagai masyarakat semakin kuat.karena kasus ini seperti dipetieskan tanpa kejelasan.

“BAPAK KAPOLRI YANG SANGAT KAMI HORMATI. Kami percaya bapak sangat memahami perkembangan tersebut. Bagaimanapun bapak sebagai pimpinan institusi hukum pastilah sangat bertanggung jawab terhadap masyarakat dan Tuhan terkait pencarian keadilan dalam kasus yang ditangani.

“Ironisnya situasi masyarakat saat ini justru sedang turun kepercayaannya terhadap lembaga-lembaga penegak hukum khususnya kepada institusi kepolisian.hal tersebut disebabkan karena pengabaian hukum.

“Oleh karenanya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap hukum dan kepada institusi polri harus mampu menciptakan hukum yang bersih dan mendorong penegakan hukum yang lebih adil dan tidak berpihak.

“Kami mahasiswa dan masyarakat sipil menunggu aksi nyata dari bapak Kapolri untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil dan tidak berpihak.karena menyangkut kewajiban institusi kepolisian RI sebagai penegak hukum dan penjaga keadilan di Indonesia.” Demikian isi dalam surat tersebut

Muliya Harisandi.selaku kader ampi madina Menurutnya. penyampaian surat ini merupakan jalan paling tepat untuk menyampaikan keluh kesah dan kritik serta saran.

“Ini kami menyampaikan keluhan dan harapan serta permintaan ini melalui surat.bukan lewat orasi atau demonstrasi.Saya juga berharap setelah ini ada tersangka yang di tetapkan pihak kepolisian.supaya ini bisa mematahkan mitos bahwa negeri ini ada yang kebal dengan hukum.serta tidak ada lagi istilah kasus ini mustahil untuk diproses hukumnya.

Baca Juga :
KIP PPID Harus Mengoptimalkan Peranannya.

“Dari surat ini sebenarnya muncul harapan yang sangat besar kepada petinggi negara ini.Kita sebagai Masyarakat Mandailing harus bisa melawan mitos, bahwa PT SMGP ini mustahil untuk diproses secara hukum karena dugaan kita ada Mafia hukum yang bermain disini,” ucap Muliya Harisandi.

(Saipul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here