Kejati Sumbar Tetapkan 13 Tersangka Kasus Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekan Baru

0
682

Padang-Zonadinamikanews.com– Terkait dugaan kasus korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Pekanbaru, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus tersebut.

Kasus korupsi lahan tol padang-pekan baru yang juga telah beberapa kali di beritakan oleh media zonadinamikanews ini sangat menyita perhatian masyarakat dimana,banyak pihak yang coba “merampok” di tengah pembangunan yang sedang dilakukan

Asisten Intelijen Mustaqpirin, bersama Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar Suyanto mengatakan, setelah pihaknya melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti, akhirnya ditetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

β€œBelasan tersangka yang telah ditetapkan itu berasal dari berbagai latar belakang mulai dari warga penerima uang ganti rugi, aparatur pemerintahan daerah, apatur pemerintahan nagari, serta dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ungkap Mustaqpirin, dalam keterangan persnya, Jumat (29/10/2021).

Kelompok tersangka sebagai penerima ganti rugi sebanyak delapan orang yakni berinisial BK, MR, SP, KD, AH, SY, RF, dan SA yang diketahui juga merupakan perangkat pemerintahan Nagari.

Sementara lima tersangka lainnya adalah SS yang berlatar belakang perangkat pemerintahan Nagari, YW Aparatur Pemerintahan di Padangpriaman, kemudian J, RN, US dari BPN selaku panitia pengadaan tanah.

β€œTiga belas tersangka itu diproses dalam sebelas berkas terpisah, dan tim sampai saat ini masih terus melanjutkan proses penyidikan,” jelasnya.

Mustaqpirin juga mengatakan, setelah subjek tersangkanya diumumkan, Kejati Sumbar langsung menyerahkan surat sprint kepada subjek hukumnya, sehingga harus diterima langsung surat tersebut pada yang bersangkutan.

β€œMeskipun penetapan tersangkanya sudah ada, namun belum kita lakukan penahanan. Domisili tersangka ini ada yang di Kota Padang, ada yang di Kabupaten Padang Pariaman,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Suyanto membeberkan dari penghitungan sementara perkara itu telah merugikan keuangan negara mencapai jumlah Rp27,859,178,142.

Baca Juga :
Polda Jabar Musnahkan 300 Kilogram Ganja dan 2.000 Miras

Kerugian itu muncul karena diduga uang pembayaran ganti rugi lahan tol yang telah digelontorkan oleh negara diklaim secara melawan hukum oleh orang yang tidak berhak sebagai penerima ganti rugi.

Ia menceritakan persoalan itu berawal saat adanya proyek pembangun tol Padang-Sicincin pada 2020 dimana negara menyiapkan uang sebagai ganti rugi bagi lahan yang terdampak pembangunan.

Salah satu lahan yang terdampak adalah taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) di Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, dimana uang ganti rugi diterima oleh orang per orang.

Setelah diusut lebih lanjut oleh kejaksaan ternyata diketahui bahwa taman KEHATI statusnya masuk dalam aset daerah dan tercatat pada bidang aset Badan Pengelolaan Keuangan daerah Padangpariaman.

Karena lahan itu termasuk dalam objek ketika Kabupaten Padangpariaman mengurus pemindahan Ibu Kota Kabupaten (IKK) ke Parit Malintang pada 2007.

Pengadaan tanah dalam kegiatan pemindahan IKK saat itu dilengkapi dengan surat pernyataan pelepasan hak dari para penggarap tanah serta dilakukan ganti rugi.

Lahan akhirnya dikuasai oleh Pemkab Padangpariaman dengan membangun kantor Bupati (2010), Hutan Kota (2011), Ruang Terbuka Hijau (2012), Kantor Dinas PU (2014), termasuk taman KEHATI (2014) berdasark SK Bupati seluas 10 hektare.

Pembangunan dan pemeliharaan taman KEHATI saat itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Lingkungan Hidup serta APBD Padangpariaman.

Ia menegaskan tak tertutup kemungkinan akan melakukan pendalaman lebih lanjut, kemana aliran dana tersebut singgah. β€œNamun yang pasti, yang kita usut lahan ganti rugi, bukan pembangunan jalan tol nya,” tegasnya.

β€œPemrosesan ini bagian dari upaya kejaksaan dalam mendukung proyek tol sebagai proyek strategis nasional, jangan sampai ada pihak tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan pribadi dan merugikan keuangan negara,” tutup nya

Baca Juga :
Mahasiswa Anggap Sidang Korupsi Kadin Jatim Sebagai Tontonan Menggelikan

(Paul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here