Pengambilan Getah Pinus di Hutan Lindung Dolok Martimbang,Diduga Ilegal

0
297

Taput-Zonadinamikanews.com.Pengambilan getah Pinus di kawasan atau hutan lindung Dolok Martimbang yang diduga keras dilakukan oknum nakal, menurut informasi yang di dapat media ini kegiatan ilegal tersebut sudah berlangsung sekitar 5 tahunan.

Akibatnya, puluhan ribuh batang pinus jadi korban dan terancam punah karena ulah oknum tersebut.

Hasil pengamatan media di lokasi, Pinus yang sudah berumur 50 an tahun tersebut mengalami pengupasan kulit untuk mendapatkan getahnya, nyaris batang pinus rata-rata diameter 50 cm keatas habis dibabat, sebab hampir seluruh kulit Pinus mengelilingin batang dengan ketinggian 1 meter dengan kulit terkupas setiap batang pinus.

Hutan Lindung atau milik pemerintah yang berlokasi di Dolok Martimbang,berbatasan dengan Desa Parbubu II Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara ini.

Mulusnya pengambilan Getah Pinus secara ilegal tersebut diduga keras ada peran oknum pejabat dinas kehutanan, Tapanuli Utara dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sibolga.

Menurut sumber yang disebut sebagai tokoh masyarakat, tindakan oknum dalam pengambilan Getah tersebut sudah berlangsung lama, bahkan oknum dari dinas kehutanan sudah mengendus bahkan sudah perna ke lokasi, namun tidak melakukan tindakan pada pelaku, dan dinyakini pengambilan Getah Pinus tersebut tidak mengantongi izin.

 

Sebab, cara pengambilan Getah Pinus tersebut telah merusak batang pinus dengan cara mengupas kulit nyaris mengelilingi pohon, dan di khawatirkan akan membunuh pertumbuhan Pinus.

“Sebenarnya dulu ada pejabat dinas kehutanan sudah mengetahui, namun tidak bertindak, bahkan sempat berkata akan dibuatkan obatnya, saya lihat dari cara komunikasi saat itu, saya menduga, bahwa aksi pengambilan Getah Pinus ini di lindungi oknum pejabat kehutanan demi menumpuk kekayaan tanpa memperdulikan kelangsungan hidup puluhan ribuan Pinus yang sudah berumur kurang lebih 50 tahun, saya Masi ingat betul, Pinus di Dolok martimbang ini di tanam sekitar tahun 1969, dan saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) saat turut hadir petugas kehutanan bermarga Nadeak” terang tokoh masyarakat tersebut pada media ini 13/10/2021.

Baca Juga :
Rehap SMPN 3 Cikut Tidak Sesuai RAB,Kabid Bangunan Menghindar

Seraya berharap, agar dinas terkait ambil langkah hukum pada para pelaku pengambilan Getah Pinus tersebut,agar puluhan ribuh batang pinus yang ada di dolok martimbang yang nota bene sebagai hutan lindung bisa selamat dari kepunahan akibat oknum nakal tersebut.(b) bersambung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here