Begini Cara Onwer Arisan Online Untuk Korbankan Anggotanya di Gunungsitoli

0
186

Gunungsitoli-Zonadinamikanews.com. Kasus penipuan dengan modus arisan online, sudah kerap dilaporkan ke aparat kepolisian. Namun masih saja ada oknum penipu yang kembali berhasil mengelabui para korbannya.

Hal inilah yang dialami WL (33) bersama rekan rekanya dan EH sebagai admin grup arisan. Mereka adalah warga masyarakat kota gunungsitoli pada khususnya dan kepulauan nias pada umumnya, menjadi korban penipuan arisan online.

Mereka pun harus merelakan uang hingga puluhan juta, karena grup arisan online milik WANZ, tiba-tiba hilang dari peredaran setelah heboh, Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NIT (29) yang diduga pelaku penipuan berkedok investasi arisan online dan Pelaku ditangkap di rumahnya di Jalan Kelapa, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Diungkapkan WL yang didampingi rekanya, , awalnya mereka tergiur dengan arisan online tersebut, karena banyaknya endorse dan testimony yang ditampilkan di akun media sosial (medsos) WANZ

pada get awal arisan online ini berjalan lancar dan pihaknya mendapatkan hak sebagaimana kesepakatan sebelumnya, sehingga semakin tergiur untuk bergabung pada get kedua dan ke tiga dan seterusnya. Namun di pertengahan tahun 2019, grup arisan online tiba tiba bermasalah (menghilang) dan nomor telepon seluler WANZ (owner) tidak aktif, sehingga investasi/sahamnya mengendap di rekening bank bri an. WANZ (owner). Namun hingga kini, tidak ada kejelasan tentang perputaran uang arisannya dari WANZ (owner). Kami memiliki bukti seperti struk transferan uang ke rekeningnya, rekening koran juga ada, cetingan, sms dll .

Saat ini, WANZ malah menagih kami seakan kami ada utang denganya dan kerap mengancam/ menakut nakut nakuti kami akan menagih dan membeberkan kepada keluarga, famili, dan memosting di facebook foto kami serta mempermalukan kami dihadapan umum klo kami tidak membayar tagihanya. Selain grup arisan menghilang tiba tiba saat itu, juga nomor kontak owner berganti, dan nomor rekening BRI milik owner yang digunakan untuk arisan tiba tiba dikabarkan sudah di alihkan ke nomor rekening bank BRI lain yang juga nomor rekening tersebut milik WANZ.ungkap WL

BACA JUGA:  Kepala Dinas Kependudukan Kota Batam Pelihara Calo

Menanggapi hal tersebut, owner arisan online berinisial WANZ, melalui pesan WahtsApp nya, mengalihkan informasi tagihan arisan online menjadi pinjaman. Pihaknya menuturkan bahwa WL sebenarnya ada pinjam uang sama orang Dan pihaknya telah menggantikan uang tersubut dengan memakai uang pribadinya dan tidak pernah mengancam WL.

“sebenarnya WL ada pinjam uang sama orang Dan saya telah menggantikan uang tersubut dengan memakai uang pribadi saya, Dan saya juga tidak pernah mengancam si WL. dia selalu berbohong akan mencicil tapi tidak pernah tepat waktu. Dan bahkan ga sesuai dengan apa yang di janjikan.
Saat saya saya dtg kerumhnya menagih baik baik. uang yang saya talangin , uang saya pribdi tetapi WL hanya berjanji dan berjanji
Kemudian Memblokir nmor saya, saya coba hubungi WL pakai nomor keluarga diblokir trus ketika dia tau itu saya dia juga mmblokir terus.

Justru disini saya korban yang harus membayar uang adalah WL pinjaman sam orang lain. WL kerap kali berbohong dia bilang dia dimedan padahal masih dinias.
Karna saya juga masih punya bukti chat sms wa ataupun Rekaman ketika menagih saudari WL.

terkait pernyataan EH Itu Utangnya juga sama saya.Dia minjam uang pribadi saya. Dan Apa salah saya menagih?

Admin grup arisan online berinisial EH, ketika di konfirmasi melalui via telepon selulernya, membenarkan bahwa benar pihaknya salah seorang admin di grup arisan tersebut dan satu orang lagi temanya berinisial MZ, bahkan pihaknya mengaku dia merupakan salah seorang korban penipuan yang dilakukan oleh owner WANZ.

” ya benar WANZ owner dan saya adminya bersama satu orang lagi teman ku warga kecamatan gunungsitoli alooa berinisial MZ. Saat itu juga memang banyak anggota arisan bukan hanya di gunungsitoli saja, dari teluk dalam juga ada. dan saya juga salah seorang korban dari ulah owner, kemarin saya di bebankan oleh owner untuk menebus dan membayarkan tunggakan anggota yang saya gabungkan di grup arisan. Lumayan memang, sekitar 60 jutaan” ujarnya.@ soni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here