GMPI Cikampek Dukung Sidang Gugatan Korban Banjir Cikaranggelam di PN Bandung

0
384

Cikampek-Zonadinamikanews.com. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kecamatan Cikampek Guntar Yan Rachman mengapresiasi akan gerakan yang dilakukan sejumlah pemerhati hukum dan lingkungan terhadap ribuan korban dampak banjir yang merasa di wilayah Cikampek.

Sejumlah warga korban banjir akibat kondisi saluran Cikaranggelam dan shipon yang kurang perhatian serius dari pemerintah, yang akibatnya hampir setiap tahun terjadi banjir di wilayah Cikampek, seperti di perum bumi mutiara indah (BMI). selain banjir, kerugian masyarakat secara material juga tidak bisa di elakkan.

Dan memang sudah waktunya para pemerhati melakukan langkah hukum untuk menggugat pemerintah yang selama ini hanya memberikan janji manis pada masyarakat tentang keberadaan shipon yang kerap biang kerok banjir. Maka langkah hukum yang ditempuh oleh rekan-rekan dari pemerhati hukum dan lingkungan yang kini sedang bersidang di pengadilan negeri Bandung Jawa Barat, kami sangat mendukung, bahkan bila membutuhkan massa dalam mendukung gugatan tersebut kami dari GMPI Cikampek,selalu siap.

Demikian di tegaskan oleh Guntar pada media ini, seraya mengaku sangat miris dan sedih melihat kondisi perum BMI bila banjir terjadi, sementara pejabat yang hadir menjau banjir, bukan merangkul masyarakat, tapi hanya datang dan berselfi di tengah banjir bersama perahu karet, itu bisa dipastikan hanya sebuah pencintraan.

Diketahui, Sidang gugatan Perwakilan kelompok (class action) terhadap tergugat Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS)ย  dan Bupati Karawang (dr. Cellica Nurrachadian) sebagai turut tergugat, terkait banjir diawal tahun 2021 telah memasuki sidang pertama di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (9/9).

Menurut Fajar Saktiawan Nugraha,S.H. selaku penggagas tim advokasi korban banjir Cikaranggelam 300 orang tidak dapat masuk sebagai anggota kelompok penggugat karena hakim tidak dapat menerima perubahan berkas gugatan terkecuali gugatan dicabut terlebih dahulu.

Baca Juga :
Ketua LSM GPRI Lamteng Angkat Bicara,Terkait Dugaan Suap di Kajari

Seharusnya total anggota kelompok korban banjir menjadi 334 Rumah/KK dari 5 Desa (Dawuan Tengah,Dawuan Barat, Cikampek Selatan, Cikampek Timur dan Desa di luar Kecamatan Cikampek Yaitu Desa Purwasari) dan jumlah total kerugian menjadi Rp.35.197.446.000,-

Fajar menegaskan , โ€œ kami sudah mengusahakan semaksimal mungkin agar berkas gugatan dapat diterima, namun akhirnya kami menerima hasil tersebut karena prinsipnya kami ingin Cikampek tidak banjir dan sangat menginginkan untuk 3 hal tercapai yaitu: kembalikan kapasitas dari situ kamojing seperti awal di bangun, normalisasi 3 aliran air (Sp.Ciparage,Sp,Tarum Tengah dan Cikaranggelam) dan menaikkan aliran sungai Cikaranggelam di atas irigasi Tarum Timur.

Menurutnya, seharusnya pihak Pemerintah Derah Karawang berterimakasih karena dengan adanya gugatan ini 3 aliran air, situ Kamojing dan Syphon akan mendapatkan lebih di priorotaskan.

โ€Dalam siding gugatan tersebut, Kuasa Hukum dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Pemda Karawang , dan untuk sidang selanjutnya di laksanakan minggu depan (16/9) di PN Bandung.

Fajar berprinsip, bahwa ada amat Undang-Undang Dasar 1945,Pasal 28H ayat (1) : menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera, lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Tempat tinggal mempunyai peran strategis dalam pembentukan watak dan kepribadian bangsa serta sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif. (zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here