Dituding Bermasalah, Proyek RP 1.2 M Disparbud Toba Disinyalir Dikerjakan “Orang Dalam”

0
297

Toba, Zonadinamikanews.Com – Belum ada setahun masa Pemerintahan Ir Poltak Sitorus sebagai Bupati Kabupaten Toba, bahkan masih bisa dibilang baru seumur jagung, kini sudah mulai dilanda isu kurang enak.

Parahnya lagi, isu itu berkembang disaat negeri ini masih cukup susah sebab dilanda Pandemi Corona Virus atau Covid19 yang belum tahu kapan akan berakhir dan ternyata ada saja oknum yang tega mencoba menyulap uang negara alias uang rakyat.

Dan tentu saja, bila di saat ini, yakni di saat Pandemi masih melanda terdapat pekerjaan phisik di pemerintahan, artinya pekerjaan tersebut dikategorikan termasuk pekerjaan yang sangat amat penting dengan harapan walau keadaan masih Pandemi namun pembangunan harus berkelanjutan.

Namun faktanya di lapangan, sejumlah pihak menuding pelaksanaan salah satu Proyek dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Toba disinyalir telah melakukan beberapa pelanggaran terhadap aturan.

Oleh beberapa sumber, bahkan sudah terbit di media online dan laman FB, disebutkan bahwa beberapa elemen bahan baku proyek seperti penggunaan Batu Padas tidak sesuai Spek sebagaimana dituangkan dalam kontrak kerja.

Hal tersebut pada Selasa (7/9/2021) ternyata sudah dikonfirmasi oleh beberapa awak media kepada pejabat terkait dalam hal ini yakni Lambok Tambun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut yang menyatakan bahwa pihaknya menolak bahan batu padas dimaksud digunakan dalam pekerjaan proyek itu.

Pejabat tersebut mengaku bahwa pihaknya sengaja datang ke lokasi proyek untuk memeriksa kebenaran informasi terkait bahan baku yang tidak sesuai spek tersebut, alhasil satu satu truk batu padas yang kebetulan akan dibongkar langsung disuruh kembali.

Selain itu, sejumlah pihak juga menuding bahwa rekanan yang mengerjakan proyek tersebut ternyata adalah kroni Bupati Kabupaten Toba, Ir Poltak Sitorus dengan inisial SS sebagai Direktur CV KREASINDO

Baca Juga :
Kadisdik Kota Surabaya Tidak Mampu Bereskan Dugaan Pelanggaran Anak Buahnya?

Hal ini semakin terkuak saat beberapa insan pers melakukan penggalian lebih dalam terkait kebenaran informasi terkait inisial SS sebagai Pelaksana proyek itu.

“Hal ini patut diduga sebagai salah satu tindakan NEPOTISME yang bertujuan untuk memperkaya salah satu pihak tertentu,” ungkap salah seorang Pemerhati pembangunan di Kabupaten Toba.

Dirinya mengaku sangat miris bila tudingan itu ternyata benar nantinya. Dirinya juga meminta agar Bupati Poltak Sitorus segera melakukan klarifikasi atas informasi yang bahkan sudah menjadi buah bibir ditengah masyarakat bahkan sudah menjadi konsumsi publik di berbagai media sosial.

“Kita harus prihatin, kalau begini terus lantas kapan kabupaten ini bisa maju? Anehnya hal seperti ini selalu saja terjadi di Toba ini dimana keluarga kepala daerah alias ORANG DALAM selalu bermain proyek. Miris memang,” kritiknya seraya. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here