Kepala KCD II Jabar dan Kasek SMAN di Kota Depok Galau tak Kooperatif Ada Apa ?

0
174

Depok-Zonadinamikanews.com.Solidaritas Masyarakat Peduli Pendikan Kota Depok, yang terdiri dari elemen masyarakat, LSM, Ormas, Wartawan serta Orang tua Siswa dibuat galau karena pihak kepala sekolah dengan kepala cabang dinas wilayah II Jawa Barat, menutup mata dan telinga kepada Calon Siswa yang hendak bersekolah di SMA Negeri di Kota Depok dengan jalur Optimalisasi.

Hal itu ditandai masih banyak Calon Siswa-Siswi warga kota Depok yang terlantar belum masuk ke SMA/SMK Negeri ,mereka mempertanyakan soal sistem jalur Optimalisasi di sekolah , khususnya SMA dan SMK Negri di Kota Depok, yang disinyalir, karpet merahnya hanya diberlakukan untuk yang tertentu saja.

โ€œSaya sudah mengikuti peraturan PPDB, dengan mendaftarkan anak saya dua kali, melalui online PPDB, mulai dari jalur Afirmasi dan Zonasi, namun panitia dan Selver dari pihak di sekolah yang dituju menolaknya , demikian dijelaskan orang tua siswa Ronny yang menyatakan,bahwa putrinya nilai rata-rata 88,5 dan jarak rumah dengan sekolah 1250 meter ,Nopen 20229087-9-00015 tapi tidak diterima di SMAN 12 ,”tuturnya ,Rabu (14/7/21) di Margonda Depok.Saya heran bagaimana cara pengaturannya, oleh karena hal tersebut sampai sekarang anak saya belum sekolah ,”jelasnya.

Karena diatas jabatan Kepala sekolah ada tingkatannya yang punya otoritas, kami pun meminta tolong ke pihak kepala cabang dinas pendidikan Wilayah II Jawa Barat. Ironisnya, kepala sekolah dan KCD Wilayah II Jabar, kompak, tidak bisa ketemu, bahkan momor telpon seluler semua tidak bisa dihubungi dengan dalih dimasa Pandemi Covid-19 serta pemberlakukan PPKM Darurat, sedang lagi WFH (work from home).

Sudah ke tiga Minggu ini, kami mengurus nya, namun pihak sekolah dan KCD Wilayah II Jabar sulit di temui dikantornya nomor HP pun tidak dibalas.

Baca Juga :
Dugaan Pungli, Pemerhati Pendidikan Kota Gunungsitoli Angkat Bicara

โ€œKami kecewa terhadap kinerja kepala cabang Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II (KCD wilayah 2) Jawa Barat yang dipimpin oleh I Made Supriyatna, ujar komunitas Solidaritas Masyakat Peduli Pendikan Kota Depok.
โ€œSaya sudah mengikuti peraturan PPDB, dengan mendaftarkan anak saya dua kali, melalui online PPDB, mulai dari jalur Afirmasi dan Zonasi, namun panitia dan Selver dari pihak di sekolah yang dituju menolaknya ,padahal nilai anak saya rata-rata 88,5 dan jarak sekolah 1250 meter,”imbuhnya.

Menurut Ketua PWOIN Depok Benny Gerungan saat ditemui di Kantor PWOIN Depok ,Selasa (27/7/21) menjelaskan , sulitnya komunikasi terhadap Kepala sekolah dan pihak KCD Wilayah II Jabar.

“Dari dampak sulitnya berkomunikasi, Benny menyimpulkan, bahwa ada dugaan kuat, kepala sekolah dan kepala cabang dinas pendidikan Wilayah II Jabar yang dipimpin I Made Supriyatna telah mengkhianati UUD 1945, Pasal 28 C ayat (1), bagwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB IV, Pasal 5 (1), Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Sementara, saat ditelusuri pembentukkan cabang dinas pendidikan sebagai mana fungsi nya yang ditetapkan dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 pada Pasal 3 ayat (2) yaitu, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pelaporan dan evaluasi program wilayah kerjanya termasuk pelaksanaan administrasi sesuai dengan lingkup bidang tugas dan wilayah kerjanya.

KCD Wilayah II Jabar, dalam pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya. KCD Wilayah II Jabar juga dibuatkan atas dasar SK Gubernur Jawa Barat Nomor, 420.05/Kep. 1067 โ€“ Disdik/2018, tentang Tim Fasilitasi Data Pokok Pendidikan ( Dapodik ) sekolah dasar dan menengah yang dinilai sudah tidak relevan lagi di era milenial dan digital elektronik saat ini.

Baca Juga :
Perpanjang Lagi Libur Sekolah Di Deli Serdang

Ditegaskan Beny,mohon diperhatikan Kadis Pendidikan Provinsi Jabar ,Kepala Sekolah SMAN dan KCD Wilayah II Jabar diganti dengan smart pendidikan , karena apabila pola optimalisasi sekolah masih seperti ini akan merugikan rakyat, karena rakyat butuh pendidikan ,” jelas Benny Gerungan kepada awak media di jalan Margonda.

(des-ish)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here