Warga Toba Pertanyakan Bantuan Beras Program PPKM dari Bulog Siantar

0
213

Balige, Zonadinamikanews.com – Sejumlah warga Kabupaten Toba yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Sosial dari Pemerintah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Darurat mempertanyakan bantuan yang diterima tidak seperti yang seharusnya.

Salah seorang warga Kecamatan Laguboti, boru Hutapea kepada sejumlah awak media pada Kamis (29/07/2021) mengungkapkan kekecewaannya atas ketidaktersedianya beras sesuai dengan program pemerintah melalui kantor Pos.

“Selama PPKM darurat Pandemi ini, Pemerintah harus memberikan bantuan kepada Masyarakat melalui program perlindungan sosial untuk tahap 5 dan 6 yakni Uang sebesar 300 ribu rupiah serta beras 10 kilogram dalam tiap tahap.

Namun, mengapa kami hanya mendapatkan uang saja? sedangkan bantuan beras dari Bulog tidak kami terima! Ada apa ini? Mengapa Bulog tidak memberikannya? Padahal sudah diberitakan jauh hari sebelumnya,” tanya boru Hutapea.

Karenanya, dirinya bersama beberapa warga lainnya yak turut merasa heran meminta agar Bulog segera membuat pernyataan atas ketidaktersedianya beras bantuan tersebut.

“Jangan jangan ada niat mau menggelapkannya sebab masih banyak warga yang belum mengetahui tentang bantuan beras tersebut,” pungkasnya setengah menyindir.

Terkait hal itu, pihak Kantor melalui salah seorang pegawainya, Marlin Lumbantobing menyatakan bahwa bantuan beras tersebut tidak diberikan lantaran belum ada kesiapan pihak Penyedia beras Bulog

“Menurut informasi bahwa pihak Penyedia dari beras Bulog belum siap, itu makanya tidak ada dibagikan beras, mungkin akan menyusul,” ujar Marlin menjawab pertanyaan sejumlah awak media.

Terpisah, mewakili Pihak Penyedia, Ganda, yang mengaku sebagai Kepala Seksi Pelayanan Publik dari Kantor Bulog di Siantar mengakui bahwa bantuan beras itu memang belum bisa dibagikan hari ini.

Dirinya menerangkan bahwa ada beberapa faktor penyebab keterlambatan tersebut. “Kami harus menyediakan bantuan beras untuk 5 kabupaten dan satu kota yakni Kodya Siantar, Simalungun, Toba, Samosir, Taput, dan Humbahas.

Baca Juga :
Upah Disunat Terus Puluhan Security PT.CSI Seperti Sapi Perahan

Masalahnya yakni pengepakan beras dari karung kemasan 50 kilogram ke dalam karung kemasan 10 kilogram secara manual. Itu yang jadi masalah utama,” jelas Ganda melalui selulernya.

Karena hal tersebut, lanjutnya, maka pembagian bantuan beras akan segera menyusul. “Hari ini kami sudah kirimkan beras dalam kemasan 10 kilogram dengan berat total 49.5 ton ke Toba,” pungkasnya. (JP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here