Ratusan Positif Covid-19, PT Asietex Sinar Indopratam Tidak Bentuk Satgas

0
77

Karawang – Zonadinamikanews.com.Seperti tidak peduli akan kondisi kesehatan karyawan, dua perusahaan kembali di sidak pemerintah, dalam hal ini Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Satgas COVID-19 sidak ke dua perusahaan. Hasilnya, diketahui perusahaan tidak melaporkan adanya kasus karyawan yang meninggal dunia akibat positif Corona hingga tidak adanya Satgas COVID-19 perusahaan.
Pantauan wartawan, Bupati Karawang memimpin sidak terhadap PT Sumi Rubber Indonesia. Rombongan Cellica diterima langsung oleh 6 orang manajemen PT Sumi Rubber Indonesia. Cellica langsung menanyakan data karyawan yang terkonfirmasi positif.

“Kami dari satgas mendapat laporan, bahwa di perusahaan ini banyak karyawannya yang terkonfirmasi positif, dan bahkan ada yang meninggal dunia, apakah itu benar?” tanya Cellica kepada pihak perusahaan saat sidak, pada Senin (5/7) malam.

Dalam pemaparannya, manajemen PT Sumi Rubber Indonesia mengakui telah melaporkan perkembangan karyawan yang terkonfirmasi positif ke Satgas COVID-19. Namun mereka tidak melaporkan adanya karyawannya yang meninggal.

“Memang benar ada karyawan kami 7 orang meninggal dunia, tapi untuk laporan karyawan positif kami selalu melapor perkembangannya ke satgas di kecamatan,” kata Eddy K sebagai Ketua Satgas COVID-19 PT Sumi Rubber Indonesia, yang juga Manajer HRD.

Saat dikonfirmasi kembali, dari total 3.400 karyawan, ada 540 orang terkonfirmasi positif, dan 7 meninggal dunia.

“Total ada 3.400 karyawan, dan yang terkonfirmasi positif itu sejak awal pandemi sampai sekarang ada 540 orang, termasuk 270 positif di bulan Juni kemarin, dan 7 meninggal dunia,” kata Eddy saat diwawancarai di lokasi sidak.

Eddy juga mengakui pihaknya lalai karena tidak melaporkan ke Satgas COVID-19. Mereka berjanji akan melaporkan di kesempatan berikutnya.

“Kami memang tidak melaporkan terkait 7 karyawan yang meninggal dunia, jadi kami siap menerima arahan dari Satgas, nantinya seperti apa,” akuinya.

Baca Juga :
PT.RSM Consultant di Duga Kelabui Ribuan Pencaker

Karena kelalaian tersebut, PT Sumi Rubber Indonesia mendapatkan Surat Peringatan (SP), dan panggilan sidang oleh Satgas Karawang pada besok pagi, Selasa (6/7).

“Kami beri sanksi surat peringatan ke perusahaan, dan besok kami akan panggil lagi untuk disidangkan, diarahkan, bagaimana evaluasi yang harus dilakukan,” pungkas Cellica seusai sidak perusahaan pertama.

Tidak berselang lama, Bupati Karawang bersama rombongan menuju PT Asietex Sinar Indopratam. Bupati Karawang terkejut karena kondisi PT Asietex Sinar Indopratam tidak memiliki tim Satgas COVID-19. Ia memarahi manajemen yang hanya diwakili satu orang.

Cellica kemudian meminta nomor telepon pemilik perusahaan, dan melakukan komunikasi video call.

Saat video call, Cellica memarahi pemilik perusahaan, dan memintanya hadir untuk panggilan sidang di kantor Pemkab Karawang, besok (5/7).

“Pokoknya bapak harus datang besok, saya tegaskan, mau habis pulang dari Amerika, mau dari Dubai, pokoknya harus datang,” tegas Cellica kepada pemilik PT Asietex Sinar Indopratam.

Selain itu, PT Asietex Sinar Indopratam mendapatkan sanksi surat peringatan dan proses hukum pidana bila tidak mengindahkan arahan dari satgas.

“Kami mendapat informasi dari Satgas Cikampek ada perusahaan, yang sepanjang sejarah selama satu tahun setengah kita silaturahmi, kita sidak ke perusahaan, kita memonitor mengevaluasi ini memang menurut saya yang terparah, bahwa perusahaan ini tidak memiliki ketua Satgas COVID-19 jadi tidak memiliki klinik, tidak memiliki para nakes, nggak punya dokter dan lain sebagainya,” kata Cellica saat diwawancarai seusai sidak PT Asietex Sinar Indopratam.

“Jujur saya sangat kecewa terhadap perusahaan ini, jadi saya tadi telpon langsung owner-nya yang kebetulan baru pulang dari Amerika, dan besok akan kami panggil langsung secara prosedur hukum akan kami tindak lanjuti, karena agar supaya menjadi pembelajaran, meski semua ini bisa diperbaiki nunggu nanti besok teknisnya, karena saat ini saya hanya dihadapkan dengan HRD nya saja yang tidak mengerti apa-apa,” ungkapnya.

Baca Juga :
Kapala BC Pelabuhan Domestik Sekung Dikomfirmasi, Wartawan Dihadang Reporter

Bukan hanya itu, dari total 1.200 karyawan PT Asietex Sinar Indopratam, ada sekitar 50 orang yang positif Corona. Manajemen PT Asietex Sinar Indopratam juga tidak melapor ke Pemkab Karawang atau Satgas COVID-19 soal temuan karyawan yang positif Corona.

“Kondisi di lapangan yang terjadi adalah bahwa perusahaan ini tidak memonitor karyawannya sendiri, jadi kami mengetahuinya dari kepala Puskesmas dan jumlahnya cukup banyak kurang-lebih sekitar 50 hingga pastinya kami kesulitan men-tracing, testing, treatment, dan itu juga akan membingungkan kami untuk melakukan langkah-langkah kebijakan yang selanjutnya, tentunya kami besok memanggil owner atau pemilik perusahaan untuk kami evaluasi kembali bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua, kami membantu memonitor, merujuk kepada sistem yang kami punya seperti Kalacak dan selainnya,” jelas Cellica.(zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here