Kajari Kota Pariaman Perlu Usut Dugaan Mark Up Alokasi Dana BOS SMAN 1

0
434

Kota Pariaman-Zonadinamikanews.com.Kejaksaan Negeri Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat diperlukan untuk melakukan pemanggilan dan mengusut akan dugaan Mark Up alokasi dana BOS di SMAN 1 Kota Pariaman, apalagi dugaan Mark Up itu di lakukan pada masa pandemi covid-19.

Sejumlah sumber menyakini bahwa dugaan Mark Up alokasi dana BOS tersebut sangat rawan, karena dugaan itu muncul dari salah seorang oknum pendidik di sekolah tersebut.

Negeri ini lagi berduka, tapi banyak oknum pendidik azas mamfaat dalam penggunaan dana BOS yang diduga jadi mengisi pundi-pundi oknum kepala sekolah, sementara mutu pendidikan bisa dipastikan menurun dampak belajar mengajar jarak jauh.

“Kami mendesak pihak kejaksaan kota Pariaman untuk mengusut dugaan Mark Up penggunaan dana BOS di SMAN 1 Kota Pariaman, dugaan paling rawan Mark Up itu seperti pada kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler,pelanyanan daya dan jasa, juga kegiatan pemeliharaan sarana dan prasana sekolah, tolong penegak hukum jangan biar mereka oknum pendidik menyulap dana pendidikan itu menjadi mengisi pundi-pundinya yang nota bene uang rakyat, agar menjual atas nama kegiatan murid terhindar dari hal-hal yang merugikan keuangan negara” tegas salah seorang Aktifis.

Diberitakan sebelumnya, wartawan media Yang berusaha  melakukan klarifikasi terkait alokasi dana BOS di SMAN 1 Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat,Drs.Elfi Junaida,M.Si yang disebut-sebut sebagai kepala sekolah berusaha menghindar.

Awalnya ketika diminta klarifikasi Dra.Elfi Junaida,M.Si mengaku sedang rapat di provinsi, dan setelah di tunggu, beberapa hari kemudian, via telepon kepsek yang satu ini langsung menolak untuk bertemu wartawan dengan alasan tidak perlu lagi.

“Buat apa lagi ketemu, beritanya sudah terbit” terang Dra.Elfi Junaida,M.Si lewat telepon.

Diduga tolakan tersebut akibat tidak bisa menjelaskan akan alokasi dan BOS yang diduga rawan Mark Up tersebut.Dan tidak menunjukan kraktek sebuah pemimpin yang siap melayani masyarakat dalam hal pelayanan dan juga terkait penyerapan uang negara.

Baca Juga :
Jembatan Karangsinom Tirtamulya Asal-Asal Terindikasi Korupsi

Diberitakan sebelumnya, Aroma kurang sedap terucap dari seorang oknum pendidik di lingkungan SMAN 1 Kota Pariaman terkait alokasi dana BOS tahun ajaran 2020, sumber yang tidak mau disebut identitasnya tersebut mengatakan, bahwa alokasi dana pendidikan di sekolah tersebut perlu menjadi perhatian para sosial kontrol, hal itu demi menekan kerugian negara oleh oknum pemengan kebijakan.

Sumber mengatakan, dugaan Mark Up dalam setiap kegiatan sekolah yang didanai BOS sangat rawan terjadi, apalagi tahun 2020 berupakan awal tahun musibah global yang melanda negeri ini, menyusul turunkan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara online, yang jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS seperti kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020 dengan angka yang cukup besar, yang nota bene kegiatan ini diluar kelas sekolah?.

Karena ekstrakurikuler merupakan kegiatan Sekolah seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja PMR, Kegiatan Pembinaan Olimpiade Sains, Seni, Olahraga, Lomba Kompetensi Siswa LKS, Kawah Kepemimpinan Pelajar KKP, Usaha Kesehatan Sekolah UKS, dan lain- nya,  olahraga dan kesenian antara lain voli, pencak silat, kara- te, seni tari, marching band dan lainnya yang dilaksanakan di luar sekolah, kegiata seperti tidak bisa laksanakan guna menghindari kerumunan.Jadi sejak bulan April 2020 semua kegiatan ini distop, tegas sumber.

Ditambah langganan daya dan jasa yang terus melonjak tinggi sementara kegiatan sekolah sangat terbatas. Ini sangat rawan terjadi Mark Up.apalagi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah diakhir tahun sampai Rp.118.824.000, kegiatan ini sangat minim dan tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan, tambah sumber.

Baca Juga :
Seruan Copot "KAPOLRES dan KASAT RESKRIM POLRES TOBA" , DPR RI Hinca Panjaitan Angkat Bicara

Sumber berharap agar media sebagai kontrol sosial harus menyikapi ini, dan juga penegak hukum harus melakukan penyelidikan akan penggunaan dana BOS di SMAN 1 Kota Pariaman, karena saya menyakini, semua di Mark Up,jangan terlalu yakin akan pemeriksaan oknum inpekstorat, dan tidak bisa jadi jaminan, ujar sumber dengan penuh yakin.

Sesuai data yang didapatkan, SMAN 1 Kota Pariaman mendapatkan dana BOS Tahap 1 Rp.401.415.278 dengan jenis kegiatan,kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.101.818.667, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 86.807.350, administrasi kegiatan sekolah Rp.100.895.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.5.342.500, langganan daya dan jasa Rp.14.710.048, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.72.600.000

Tahap 2
533.400.000 + 19.241.713 jenis kegiatan, penerimaan Peserta Didik baru Rp. 42.490.000, pengembangan perpustakaan Rp.170.827.500, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.7.000.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 2.880.000, administrasi kegiatan sekolah Rp.127.582.935, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.30.450.000, langganan daya dan jasa Rp.17.771.468, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 10.209.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.57.475.000

Tahap 3 Rp. 409.370.000 + 85.955.810
Dengan jenis kegiatan, penerimaan Peserta Didik baru Rp.3.007.850, pengembangan perpustakaan Rp.115.094.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.59.177.500, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.27.890.000, administrasi kegiatan sekolah Rp.129.128.561, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.17.045.000, langganan daya dan jasa Rp.19.068.225, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.118.824.000. (amar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here