ICON+ Minta Hentikan Operasional TV Kabel di Toba

0
252

Balige, Zonadinamikanews.Com – Manisnya untung yang diraih dalam bisnis hiburan telah membuat beberapa pelaku menghalalkan segala cara demi meraup untung yang sebesarnya.

Bahkan, bisnis itu secara terang benderang melakukan operasional secara ilegal tanpa peduli dengan berbagai aspek lainnya seperti penambahan pendapatan daerah, bahkan mengabaikan estetika lingkungan.

Hal itu sangat jelas terlihat terjadi di wilayah Kabupaten Toba, dimana sejumlah kabel yang notabene merupakan saluran transmisi TV Kabel yang diduga ilegal bergelantungan di tiang tiang listrik kepunyaan Perusahaan Listrik Negara atau PLN yang jelas sangat merusak pemandangan khususnya di Pusat Kota bersejarah Balige.

Parahnya lagi, hal itu terjadi justru disaat Kota Balige serta secara keseluruhan wilayah Kabupaten Toba sedang menuju Lokasi Wisata Kelas Dunia yang butuh penataan yang maksimal.

Menurut Syaiful Bahri, Salah seorang anggota Unit Reaksi Cepat (URC) dari PT Indonesia Connects Plus (Icon+) yang bergerak di bisnis hiburan TV Kabel menyebut bahwa saat ini memang sudah ada kerjasama antara Icon+ dengan pihak PLN terkait penggunaan tiang listrik sebagai sarana penyaluran siaran.

“Itu resmi pak,” ujar Syaiful saat ditemui sejumlah awak media di Balige disela kegiatannya melakukan monitoring pada Senin (26/07/2021) siang.

Dirinya mengaku sangat miris melihat banyaknya kabel milik TV Kabel yang bergantungan di tiang listrik yang tidak memiliki ijin resmi dari pihak Icon+. “Jelas ini sangat merugikan negara,” ujarnya lagi.

Diakuinya bahwa kegiatan Icon+ memang sudah ada di wilayah Kabupaten Toba, namun pelanggannya baru sebatas instansi atau perkantoran saja. “Sesuai laporan, pelanggan dari masyarakat belum ada di wilayah ini, namun saya lihat sudah banyak rumah yang terkoneksi,” mirisnya.

Selanjutnya, untuk menghindari adanya pelanggaran hukum, harapnya, sebaiknya pihak pengelola TV Kabel ilegal tersebut segera membenahi ijin administrasi serta ijin lainnya. “Kami tunggu niat baiknya sebelum hal ini masuk ke ranah hukum,” pungkasnya tegas.

Baca Juga :
Denda Derek di Duga Azas Mamfaat Cari Keuntungan Oknum Petugas

Terpisah, Jek Sihombing Lumbantoruan, salah seorang pegawai salah satu perusahaan TV Kabel di Toba tatkala dikonfirmasi melalui selulernya menyebut bahwa pihaknya telah melaporkan ke pihak terkait tentang kegiatan TV Kabel tersebut.

“Mengenai jumlah dan jenis pelanggan, tidak keharusan dilaporkan, tetapi dimana wilayah operasional TV Kabel itu saja yang harus dilaporkan ke Pusat sebab kantor mereka tidak ada di daerah, seperti saat ini yakni Balige dan Laguboti,” terang Jek tegas. ( RMS )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here