Dugaan Mark Up Dana Pendidikan di SMPN 2 Dolok Sanggul,Kepseknya Bungkam.

0
262

Sumut-Zonadinamikanews.com.Indikasi Mark Up terhadap alokasi dana pendidikan di SMPN 2 Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan,Provinsi Sumatera Utara menjadi perhatian sejumlah aktifis di Wilayah Hukum Sumatera Utara.

Sorotan Dugaan Mark Up terhadap alokasi yang disebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diduga keras asal tulis angka sesuka hati pihak sekolah yang disebut-sebut di bawah komando Lening Simatupang selaku kepala sekolah.

Salah satu lembaga sosial yang menyorot akan alokasi dana BOS tersebut adalah LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) DPD Sumut yang dikomandoi oleh Jhon Feteri Girsang.

Jhon F Girsang kepada media ini mengatakan, dugaan Mark Up akan alokasi dana BOS di SMPN 2 Dolok Sanggul seperti kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, karena diketahui, bahwa sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).artinya kegiatan mutlak di rumah, tidak kegiatan di luar.

Namun sesuai data biaya akan kegiatan tersebut tidak ada bedahnya saat pembelajaran sebelum pandemi Covid-19, ini cukup aneh dan mencurigakan, ada apa dengan inspektorat, apakah sudah di sumpal mulutnya? Kata Jhon dengan nada tanya.

Menurut data  bahwa tahun 2020 SMPN 2 Dolok Sanggul mendapatkan dana BOS pada tahap 1 Rp.293.370.000, tahap 2 Rp.391.160.000, tahap 3 Rp.294.030.000.pada tahap awal penyerapannya tidak jelas namun laporanya di laporan tahap dua, dan semua biaya habis, dalam tahap tiga tersisah Rp.12.442.507.

Lebih jauh Jhon mengatakan, bahwa yang menjadi sorotan akan kegiatan langganan daya dan jasa yang laju pembayaranya terus menaik walaupun kegiatan sekolah atau kegiatan murid lumpuh total atau belajar di rumah, angka yang menaik ini tidak bedahnya seperti hari-hari normal.

Baca Juga :
Bank Mandiri Cut Meutia Jakarta Diduga Tidak Melakukan SOP Tarik Uang Tunai

Sama halnya pada administrasi kegiatan sekolah yang terus membengkak dan tidak luput dari dugaan Mark Up.

Kami berharap pada para tenaga pendidik, jangan jadikan musibah covid-19 ini ajang cari untung dan menjual atas nama kegiatan murid demi mengalihkan yang negara untuk mengisi pundi-pundi, ingat kualitas pendidikan sudah pasti menurun akibat pandemi ini, ditambah pihak sekolah seenak jidatnya mencatat angka pengeluaran dana BOS.harap Jho Girsang

Demikian rincian alokasi Dana  BOS SMP NEGERI 2 DOLOK SANGGUL tahun 2020 yang rata-rata di diduga Mark Up akan pembiyaanya.

Diterima tahap 1 Rp. 293.370.000 dan  tahap 2 Rp.391.160.000 dengan kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp.26.094.100, pengembangan  perpustakaan Rp.141.575.700, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.69.644.250, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.4.139.950, administrasi kegiatan sekolah Rp.133.223.100, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.
22.235.000, langganan daya dan jasa Rp. 44.470.095, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.128.083.850, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.21.900.000, pembayaran honor Rp.92.040.000, Sisa Rp.1.123.955

Dana yang Diterima tahap 3
294.030.000+1.123.955 Jenis kegitan: pengembangan perpustakaan
Rp.52.000.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.16.304.400, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.2.065.000, administrasi kegiatan sekolah
Rp.90.174.500, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.
800.000, langganan daya dan jasa Rp.
34.163.048, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.11.700.000, Rp penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.30.024.500, pembayaran honor Rp.45.480.000, Sisa Rp.12.442.507.

Lening Simatupang yang disebut-sebut selaku kepala sekolah SMPN 2 Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, ketika di minta klarifikasi 8/97 oleh media ini via pesan WhatsApp nya, dirinya memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban, hanya membaca pesan.(tim)

Baca Juga :
Lagi Lagi Bungkam, Dirut Pelindo IV Dipertanyakan Ketum IRSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here