Di SMAN 1 Muaradua Kisam: Pungli Dalih Tempat Ibadah dan Dugaan Mark Up Dana BOS

0
1220

OKUSEL-Zonadinamikanews.com.Sungguh sangat memprihatinkan akan keputusan pihak Di SMAN 1 Muaradua Kisam Oku Selatan, seakan tidak peduli akan kondisi perekonomian oleh sejumlah orang tua murid di masa pandemi.

Disaat pemerintah berjibaku pembantu perekonomian rakyat di tengah musibah merebaknya Covid-19, lewat bantuan sosial, dengan tujuan agar bisa bertahan hidup.

Derita ini tidak membuat pihak SMAN 1 Muaradua Kisam prihatin, namun otak kotor tetap diputar demi mendapatkan uang dari orang tua murid, ironisnya pihak sekolah nekat menjual atas nama tempat ibadah seperti musolah demi melancarkan punglinya.

Maka dugaan pungutan liar untuk sejumlah murid yang baru lulus SMAN 1 Muaradua Kisam tahun ajaran 2021, membuat sejumlah orang tua murid merasa kecewa, sebab anaknya diwajibkan membayar uang tebusan ijazah dengan alasan untuk membangun musolah di sekolah.

Besaran pungutan itu per murid mencapai Rp.400.000/murid, yang diduga atas perintah Rositawati J selaku kepala sekolah.sehingga dugaan demi mencari uang atau kelancaran siasat busuk oleh pihak sekolah, menjual atas nama agama atau tempat ibadah pun dianggap halal.

Rositawati ketika di konfirmasi wartawan dengan merasa tidak berdosa mengakui atas pungutan tersebut. ” Uang itu untuk membangun musolah di sekolah” jawabnya enteng.

Pungli Dalih Tempat Ibadah, Kepsek SMAN 1 Muaradua Kisem OKUS Layak di Proses Hukum

 

Selain dugaan pungli, dugaan Mark Up alokasi dana BOS SMAN 1 Muaradua Kisem OKU Selatan pun jadi perbincangan banyak pihak.

Sesuai  SMAN 1 Muaradua Kasim mendapatkan dana BOS tahun 2020 pada tahap 1 Rp.142.650.000, tahap 2 Rp.190.200.000, tahap 3 Rp.153.450.000 dan tahun 2021 tahap 1 Rp.153.450.000

Dan yang menjadi pertanyaan dan rawan rekayasa angka pada penyerapannya adalah pada kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, karena masa pandemi covid-19.

Baca Juga :
Mengaku Wartawan, Kades Wonoayu Terancam Dipidanakan

Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).artinya kegiatan mutlak di rumah, tidak kegiatan di luar.

Diketahui pada tahap dua pada alokasi dana BOS SMAN 1 Muaradua Kisem, bahwa untuk kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler menghabiskan anggaran  Rp.20.541.600 dana masa belajar susah online dan tahap tiga Rp.21.584.000, dan tahap 1 Tahun ajaran 2021 menghabiskan biaya Rp.14.758.400.angka ini dicurigai rekayasa, karena kegiatan ekstrakurikuler masa pandemi sangat tidak mungkin bisa dilaksanakan, demi menghindari kerumunan.

Hal angka dugaan rekayasa juga terjadi pada sejumlah kegiatan, simak rincian alokasi Dana BOS SMAN 1 MUARADUA KISAM 2020 dan 2021

Tahun 2020, Diterima tahap satu Rp.142.650.000, untuk Jenis kegiatan:
penerimaan Peserta Didik baru Rp 500.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.31.797.400,kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.10.483.300,administrasi kegiatan sekolah Rp.26.871.500,langganan daya dan jasa Rp.1.050.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.6.984.000, pembayaran honor Rp 30.300.000, Sisa anggaran pada tahap satu Rp.34.663.800

Diterima tahap 2 Rp.190.200.000 + 34.663.800, Jenis kegiatan: penerimaan Peserta Didik baru Rp. 8.282.000,pengembangan perpustakaan Rp. 68.006.800, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.20.541.600, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 3.191.500, administrasi kegiatan sekolah Rp. 42.330.400,pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 1.947.000, langganan daya dan jasa Rp 1.050.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.19.830.000, pembayaran honor Rp.59.600.000, Sisa Rp 84.500

Diterima tahap 3 Rp.153.450.000 + Rp.84.500, Jenis kegiatan: kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 21.584.000, administrasi kegiatan sekolah Rp 35.495.500, langganan daya dan jasa Rp.14.065.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.13.790.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 10.000.000, pembayaran honor Rp. 58.600.000

Baca Juga :
Repi Tumannggor Ngadu ke LSM GSMB, Ada Markus di Kejaksaan Karawang?

Dana BOS 2021

Diterima tahap 1 Rp.153.450.000, Jenis kegiatan:kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.14.758.400, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.8.331.400, administrasi kegiatan sekolah Rp. 20.184.000, langganan daya dan jasa Rp. 1.050.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.27.220.000, pembayaran honor 47.550.000 Rp.Sisa Rp.34.356.200

(Joni Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here