Alokasi Dana BOS SMAN 1 Lubuk Alung Padang Pariaman Diduga Mark Up

0
856

Padang Pariaman-Zonadinamikanews.com.Dunia pendidikan kerap kali mendapatkan sorotan atas dugaan yang merugikan banyak pihak, dari pungutan komite,hingga dugaan Mark Up alokasi dana Bantuan Operasional sekolah.

Kini muncul dugaan Mark Up dalam alokasi dana BOS di SMAN 1 Lubuk Alung Padang Pariaman Tahun ajaran 2020 hingga 2021 tahap satu, agaknya kegiatan belajar mengajar secara online tidak menjadi alasan untuk menghemat anggaran di dunia pendidikan, ada asumsi bagaimana caranya anggaran tersebut Harus habis dialokasikan, walaupun jenis kegiatan tersebut sangat rawan penggelembungan biaya.

Data yang dimiliki media ini terkait besaran dana BOS yang di terima SMAN 1 Lubuk Alung Padang Pariaman tahun ajaran 2020-2021 sebesar, tahap satu Rp.418.950.000, tahap dua Rp.558.600.000, tahap tiga Rp.436.950.000 dan tahun 2021 tahap satu Rp.436.950.000.

Dalam perjalanya atau dalam setiap alokasi pada kegiatan sekolah di sinyalir rawan Mark Up, Seperti Pembiayaan langganan daya dan jasa tersebut dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Ketentuan penggunaan dana BOS Reguler ini berlaku mulai April 2020.

Namun fakta dilapangan, sejumlah siswa siswi tidak mendapatkan paket kuota tersebut, karena ada program kementerian pendidikan pengirim paket pada no telepon seluler setiap murid.dan akibat BKM di rumah sudah barang tentu pemakain jasa di sekolah seperti pembayaran listrik pasti berkurang, namun menurut data, dalam
langganan daya dan jasa terus naik walaupun masa belajar online dan pembiayaan inipun tidak luput dari pembuatan biaya yang digelembungkan.

Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).artinya kegiatan mutlak di rumah, tidak ada kegiatan di luar.

Baca Juga :
Kades Hurung Kampin Kapuas Bandel Dan Tidak Patuhi Maklumat Kapolri

Mencermati besaran biaya pada kegiatan ini baik dari tahap awal hingga akhir yang terus melonjak tinggi, patut di curigai jenis kegiatan ini ada rekayasa kegiatan demi memunculkan biaya,karena tahun ajaran 2020 sejak bulan April hingga saat ini, belajar tatap muka atau kegiatan murid di luar sekolah belum di berlakukan, namun kenapa anggatan kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler ini terus naik? mencurigakan kan?.

Sama halnnya pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah dari tahap satu hingga tahap 3 tahun 2020 dan tahap 1 tahun 2021 dana BOS menghabiskan biaya mencapai  Rp.370 jutaan lebih, namun hasil pengamatan di lingkungan sekolah tidak terdapat fisik bangunan yang mendapat perawatan yang serius dan di juga hasil keterangan yang berhasil di rangkum dari berbagai sumber, bahwa kegiatan perbaikan gedung dan sarana di sekolah tidak begitu aktif dan tidak sebanding dengan total biaya yang di keluarkan.

Namun ketika wartawan berusaha melakukan klarifikasi terhadap Ramlan selaku kepala SMAN 1 Lubuk Alung selalu banyak alasan, diduga untuk menghindari bertemu dengan wartawan, sehingga sampai berita ini di turunkan beliau masih tertutup.

Sementara, Alfikri kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat kepada media ini dan menyarankan agar melakukan klarifikasi pada pihak sekolah dan kepala cabang dinas pendidikan.

Namun kacab Pendidikan tanpa mendapatkan penjelasan dari media langsung ambil tindakan dengan memberikan jawaban “Iya pak..!
Sejauh ini tak ada ditemui kejanggalan dlm pembelanjaan BOS Krn sudah melalui rekon”. Jawab dengan nada membela pihak sekolah.

Sementara itu, salah seorang aktifis pada media ini mengatakan, demi keterbukaan informasi publik dan bila benar murni tanpa ada dosa dalam penyerapan dana BOS kenapa pihak terkait Harus menghindar, buktikan dirimu murni dan bersih tanpa memakan uang hak murid dalam alokasi dana BOS, hasil pemeriksaan inspektorat tidak bisa jaminan, dan terbukti tidak perna ada hasil temuan inspektorat sampai ke ranah hukum, dan banyak kepala sekolah masuk penjarah karena dana BOS padahal awalnya mengaku sudah di periksa inspektorat, tegas aktifis tersebut.

Baca Juga :
TKW Asal Karawang 10 Tahun Tidak Bisa Pulang Di Jordan

Demikian rincian dana BOS SMAN 1 Lubuk Alung THN 2020 dan 2021, Diterima tahap 1 Rp.418.950.000 dengan kegiatan Pembelajaran dan ekstrakurikuler 107.570.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 153.409.500, administrasi kegiatan sekolah 3.940.000,pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 6.725.000,langganan daya dan jasa 37.104.900,pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 34.445.700,penyediaan alat multi media pembelajaran 20.790.000, pembayaran honor 19.300.000,Sisa
35.664.900

Diterima tahap 2 Rp.558.600.000 + 35.664.900, dengan kegiatan, penerimaan Peserta Didik baru 17.864.000, pengembangan perpustakaan 81.295.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 5.760.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 29.467.100, administrasi kegiatan sekolah 33.765.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 26.853.000, langganan daya dan jasa 33.421.500, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 104.057.000, penyediaan alat multi media pembelajaran 26.345.000, pembayaran honor 57.900.000, Sisa  177.537.300

Diterima tahap 3, 436.950.000+177.537.300 dengan kegitan penerimaan Peserta Didik baru 4.860.500, pengembangan perpustakaan 140.493.790, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 35.267.500, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 46.526.500, administrasi kegiatan sekolah 34.006.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 23.055.610, langganan daya dan jasa 28.161.700, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 213.121.700, penyediaan alat multi media pembelajaran 31.394.000, pembayaran honor 57.600.000

Dana BOS Tahun 2021Dana yang Diterima tahap satu Rp.436.950.000 +3.235.840 dengan jenis kegiatan, pengembangan perpustakaan 68.190.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 25.745.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 125.999.500, administrasi kegiatan sekolah 39.232.800, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 1.973.000, langganan daya dan jasa 31.573.200, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 29.540.600, penyediaan alat multi media pembelajaran 23.100.000, pembayaran honor 66.200.000, Sisa 28.631.740.

(Amar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here