Kapolri Didesak Copot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Toba

0
241

Porsea, Zonadinamikanews.Com – Berbuntut dari minimnya informasi terkait pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Marta Butarbutar di Lumban Lobu, membuat puluhan Wartawan yang bertugas meliput di Kabupaten Toba akhirnya melakukan aksi demonstrasi pada Jum’at (28/05/2021).

Pantauan pada pagi hari, saat puluhan wartawan berjalan longmarch, tampak dihadang dan ditahan oleh para Personil Polres Toba di Pos masuk lokasi MakoPolres Toba yang tampaknya sudah bersiap.

Para wartawan pun dengan nada tinggi akhirnya menyampaikan aspirasinya di jalan masuk Mako Polres di samping Pos tersebut setelah sebelumnya WakaPolres, Kompol Janner Panjaitan hadir menyambut para wartawan tersebut.

Salah seorang perwakilan wartawan, Marimbun Marpaung menyebut bahwa informasi dari Pihak Polres sangat tertutup buat media.

“Padahal sudah ada pernyataan Kapolres baru baru ini saat pertemuan di Aula Harungguan bahwa Humas adalah corong informasi, nyatanya? Tidak ada! Apa memang begini amanah dari Kapolri?” teriak Marimbun.

Hal itu dinyatakannya sehubungan dengan adanya informasi yang beredar kemarin pagi (Kamis, 27/05/2021) bahwa dua orang terduga pelaku pembunuhan Marta Butarbutar, guru SD di Lumban Lobu sudah ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Toba.

“Kami kemarin datang hanya ingin mengetahui kebenaran informasi itu. Kami disuruh menunggu mulai pagi pukul 08.00 hingga siang hari, dan hasilnya, kami disuruh menunggu lagi. Padahal yang kami butuhkan hanya pengakuan bahwa pelaku sudah ditangkap. Hanya itu,” sambungnya dengan nada makin tinggi.

Pernyataan tersebut langsung ditimpali para wartawan lainnya. Yana Gultom dari media Waspada mengaku bahwa selama ini para wartawan sangat kesulitan mendapatkan informasi dari pihak Polres Toba.

“Kasus pembunuhan Marta Butarbutar sudah lima hari, sedangkan informasi dari Kapolres tidak jelas. Karenya, kami minta Kapolri untuk mencopot Kapolres Toba,” teriaknya.

Baca Juga :
5 Desa,Didesa Tambunan,Adakan Deklarasi Anti Narkoba

Hal senada juga disampaikan Frengky Silitonga dari Lintangnews. Menurutnya, Kapolres Toba, AKBP AKALA FIKTA JAYA alergi kepada awak media. “Setiap kami konfirmasi melalui whatsapp, langsung main diblokir. Kami tidak butuh Kapolres yang tertutup informasi. Kami butuh Kapolres yang terbuka buat media,” lirihnya.

Mendengar semua aspirasi dari wartawan tersebut, WakaPolres mengatakan ke depannya bila anggotanya sulit dikonfirmasi, silakan menghubunginya langsung. “Saya berjanji akan langsung memberikan jawaban, sebab kalian semua adalah mitra kami,” sebut Janner.

Mendengar hal itu, spontan semua wartawan membuat respon dan mengatakan bahwa sulitnya mendapat informasi dari Kapolres sudah berlangsung lama. “Bukan kali ini saja,” sebut mereka serempak.

Akhirnya, WakaPolres mengajak para wartawan tersebut untuk diskusi ke salah satu ruangan untuk membahas langkah langkah komunikatif ke depannya.

Sementara itu, dalam aksi yang digelar puluhan wartawan itu, tampak sejumlah spanduk dengan berbagai macam tulisan besar yang digelar di depan Makopolres hingga menjadi perhatian seluruh masyarakat yang melintas jalan protokol Lintas Sumatera saat itu.

Adapun beberapa tulisan yang terpampang tersebut diantaranya:
– COPOT KAPOLRES TOBA AKBP AKLA FIKTA JAYA;
– COPOT KASAT RESKRIM POLRES TOBA;
– TAK SELAMANYA DIAM ITU EMAS PAK KAPOLRES;
– POLRES TOBA LAMBAN BERI INFORMASI;
– HORMATI UNDANG UNDANG PERS; dan lainnya. (JP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here