Pemkot Pariaman Lindungin Penjahat Yang Telantarkan Rehab Rumah Warga Miskin?

0
272

Pemkot Pariaman-Zonadinamikanews.com.Sedikitnya ada 6 kelompok yang mendapatkan bantuan anggaran untuk program rumah tidak layak huni, dan dikabarkan ada 5 kelompok yang bermasalah.Sementara informasi yang berhasil di himpun media ini, bahwa Per kelompok ada sekitar 20 rumah.

Ibu Rosi yang disebut-sebut sebagai Suplayer untuk perkerjaan rumah tidak layak huni tersebut.

Saat awak media ini mencoba menghubungi ibu Rosi selaku Suplayer, melalui whatsapp nya yang kami diduga milik pribadinya,bu rosi memilih bungkam, ada apa?.

Diberitakan sebelumnya, ditemukan sejumlah warga yang tinggal di rumah reot, yang diduga korban kejahatan oleh oknum pemerintahan  kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.Indikasi ini semakin kuat, mengingat proyek pemerintah untuk warga miskin ini terkesan mangkrak dan dibiarkan bak kandang ayam.

Namun akan kondisi ini seakan pemerintah tidak peduli, bahkan diduga melindungi oknum penjahatnya,sehingga membiarkan warga yang menjadi korban dan terlantar. Terbukti, satu tahun lebih program ini berlalu, namun pihak yang terkait dalam program ini dibiarkan bersenang-senang di atas penderitaan warga.

Menyimak atas pengakuan Kardika warga miskin yang tinggal di Naras 1 Kota Pariaman pada awak media ini menceritakan akan musibah yang mereka alami akibat ulah oknum.

“Kami mendapatkan batuan rumah tidak layak huni sebesar Rp.30 juta dengan ukuran 6×6, bantuan itu berupa bahan bangunan, namun bantuan yang kami terima baru 15 juta, itu berupa bahan bangunan, dan bantuan itu turun sekitar 3 tahun yang lalu. Kami tidak tahu lagi ceritanya hingga saat ini kekurangan anggaran bantuan tersebut,karena sampai sekarang sudah tidak ada kabarnya, makanya bangunan rumah ini terbengkalai” terangnya pada wartawan media ini.

Kardika juga mengaku, bahwa dirinya juga perna didatangi oleh seorang petugas dari kejaksaan.”Kemarin ada salah satu dari oknum dari kejaksan datang kemari” kata Kardika.

Baca Juga :  Warga Tuding Proyek SPAM IKK Kota Baru Karawang Bak Proyek Siluman

Kehadiran oknum dari kejaksaan ini patut dipertanyakan, bahwa dugaan praktek korupsi dalam program bantuan rumah tidak layak huni ini harus di usut tuntas, jangan biarkan oknum perampok bantuan untuk keluarga miskin itu dibiarkan begitu saja, harap salah seorang warga.

Permainan kotor oleh oknum tertentu bantuan di duga untuk rumah tak layak uni , buat masyarakat miskin semakin miris dan perbaikan rumah mereka jadi terbengkalai, sebab rumahku adalah istanaku jangan berubah jadi rumahku dibuat jadi korban kejahatan demi memperkaya oknum.tambah warga dengan mimik wajah sedih.

Mendengar informasi warga miskin dijadikan jadi sarana mencari untung oleh oknum, membuat ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat (LMS GPRI DPD Sumbar) Zaherman jadi murka.

“Bila benar anggaran bantuan ini sebesar Rp.30 juta jenis bahan bangunan, dan nyatanya diberikan hanya Rp.15 juta berupa material dan tidak ada kejelasan hingga sampai tiga tahun, bahkan pembangunan jadi terbengkalai, kejadian ini tidak bisa di biarkan, dinas terkait yang menyalurkan bantuan ini, harus bertanggungjawab” tegas Zaherman.

Lebih jauh Zaherman mengatakan, jangan jadikan warga miskin jadi sarana oleh oknum mencari keuntungan, kejadian ini harus kita kawal dan kami minta dinas terkait harus memberikan penjelasan, agar masyarakat mengetahui, kendalanya dimana, kenapa sudah sampai tiga tahun, anggaran itu tidak jelas,ada apa? Ini sudah sangat mencurigakan.

( Zul Nazri )

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here