Indahnya Menjaga Kualitas Kerohanian Di Masa Pandemi Covid-19

0
70

Toba-Zonadinamikanews.com.Pengabdian Masyarakat: Yosefo Gule, S.Th., M.Pd, Akademisi dari Universitas Quality Berastagi, Ketika Melakukan Pengabdian Masyarakat di GMI Immanuel Hutahaean, Desa Simatibung-Hutahaean, Kec. Laguboti, turut hadir Pdt. G. Sianturi, S.Th, Majelis dan seluruh Jemaat GMI Immanuel Hutahaean (22 /11/2020)

Dampak Covid-19 yang sedang berlangsung sekarang ini membawa dampak luas dalam kehidupan masyarakat dan secara khusus keluarga Kristen, baik dari segi sosial, ekonomi, kerohanian termasuk di dalamnya bagaimana keluarga Kristen tetap mampu menjaga kualitas kerohaniannya di masa pandemi Covid-19 ini.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Quality Berastagi (LPPM UQB) melalui dosen prodi PGSD merespon akan kepedulian tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Judul “Suatu Upaya Menjaga Kualitas Kerohanian Anggota Jemaat di Masa Pandemi Covid-19 di GMI Hutahaean” ungkap Yosefo Gule, S.Th., M.Pd kepada wartawan Minggu (22/11/2020).

Kegiatan pengabdian masyarakat yang di lakukan di GMI Hutahaean ini adalah memberikan solusi yang dapat diberikan atas wabah Virus Corona ditengah masyarakat yang mengakibatkan sangat berdampak pada kehidupan keluarga dan kerohanian jemaat GMI Hutahaean adalah lewat sosialisasi kepada warga jemaat bagaimana peranan kepala keluarga berperan aktif menjaga kualitas kerohanian keluarganya. Menjaga kualitas kerohanian anggota jemaat dapat dilaksanakan melalui peranan kepala keluarga itu sendiri dan peranan dari majelis gereja.

Peranan Kepala Keluarga.Dari sisi peranan kepala keluarga, setiap kepala keluarga harus berperan aktif di tengah-tengah keluarga untuk menjalankan ibadah minggu di rumah masing-masing, sebagai pengajar spiritualitas iman Kristen, pengayom bagi istri dan anak-anaknya, membimbing dan mengajari anak-anaknya, serta mampu menyikapi dampak pademi Covid-19 ini dengan baik. Didalam Alkitab ditegaskan bahwa Allah memerintahkan kepada Musa untuk menyampaikan kepada keluarga-keluarga Israel bahwa orang tua harus menjadi imam untuk mengajarkan pengalaman-pengalaman mereka bersama Tuhan dan mengajarkan ketetapan-ketetapan Tuhan kepada anak-anak mereka, secara berulang-ulang dalam setiap kesempatan, baik ketika di rumah atau dalam perjalanan, baik saat berbaring atau bangun.

Baca Juga :  Pleno KPU Belu Perolehan Suara Sah 86.666 Pemilih

Peranan kepala keluarga sangatlah penting sebagai salah satu bukti bahwa anggota keluarga menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dalam hal kedisplinan kerohanian di rumah di masa pandemi Covid-19 ini sesuai dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia (GMI) BAB II, Pasal 12.

“Dalam disiplin GMI BAB II Pasal 12 telah ditetapkan apa-apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab anggota jemaat, antara lain: (1) Rajin membaca Firman Tuhan setiap hari; (2) Rajin dan tekun berdoa setiap hari; (3) Rajin mengikuti setiap kebaktian, seperti Kebaktian Keluarga, Kebaktian Rumah Tangga, Kebaktian Umum, Kebaktian Evangelisasi, Kebaktian Kebangunan Rohani, dan kebaktian-kebaktian lainnya; (4) Setia mempersembahkan persepuluhan setiap bulan; (5) Setia memberikan persembahan lainnya; (6) Berpartisipasi aktif dalam semua pelayanan di Jemaat GMI. Tugas dan tanggung jawab anggota jemaat itu lah yang akan mempengaruhi kualitas kerohanian anggota jemaat.

Di sisilain seorang kepala keluarga bertanggung jawab menjaga kualitas kerohanian keluarganya di hadapan Allah yang memberikan keluarga dan yang memberkati-Nya (Efesus 6:22-33; Mazmur 27:1; 1 Tawarikh 17:27; Ulangan 6:6-7, 12:28).
Peranan Majelis Gereja.

“Fungsi peranan majelis gereja adalah melakukan upaya persuasif, koreatif dan proaktif dilakukan, untuk memberikan penguatan dan bimbingan pastoral kepada warga jemaat baik lewat komunikasi via HP, media sosial, bimbingan pastoral secara langsung, dan lain sebagainya.

Lewat peranan kepala keluarga dan majelis gereja di harapkan pada akhirnya kualitas kerohanian dan cara kehidupan anggota jemaat GMI Hutahaean berbanding lurus dengan cara kehidupan kerohanian di keluarga, di gereja bahkan di tengah-tengah masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini.(Bismar Panjaitan)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here