Akhir Tahun 2020 Dinas Rumkim Depok Selesaikan 30 Paket Fisik Rehab

0
35

Depok-Zonadinamikanews.com.Program rehabilitasi gedung Kelurahan, gedung Kecamatan, gedung sekolah PAUD , SD, SMP , dan Puskesmas telah selesai diakhir tahun 2020 oleh Pemkot Depok ,namun satu kegiatan pekerjaan rehab tidak jadi dikerjakan disebabkan terkena ruas pembangunan jalan tol.

Saat ditemui media diruangannya,Kasie Rehabilitasi Gedung Pemerintah Dinas Perumahan dan Pemukiman Pipit.ST menjelaskan,”ada sebanyak kisaran 30 paket fisik rehabilitasi gedung pemerintah kota Depok namun satu kegiatan tidak jadi dikerjakan yaitu gedung rehab fisik sekolah PAUD atau TK Negeri di Limo ,hal tersebut disebabkan terkena dampak pembangunan ruas jalan tol,jadi harus direlokasi,namun direncanakan untuk tahun anggaran 2021 pelaksanaannya,”jelasnya.

Dirinya juga mengatakan kalau kami tupoksinya hanya bangun saja ,usulan dari user dan sesuai permintaan user ,serta saat ini fisik 100 persen selesai. Ada tambahan diluar reguler dari pusat , yakni sembilan paket yang bersumber dari Dana Insentive Daerah (DID) bukan APBD . Dana DID ada , dikarenakan bangunan mau roboh atau sudah keadaan darurat. Karena dirasa urgent yang seharusnya memakai Dana Bantuan Tidak terencana ( DBT) ,karena wabah Covid-19 jadi seluruh anggaran DBT itu dialihkan untuk penanganan Covid-19,hal tersebut juga salah satu penghambat pembayaran fisik kami, dikarenakan Dana DBT sudah terpakai maka anggaran pekerjaan rehab diganti dengan dana DID,”paparnya.

Menyoal penyebab terjadinya pemblokiran saat penarikan tunai dari Bank,Pipit menyatakan secara fisik memang sudah selesai seratus persen,namun secara administratif belum lengkap.Terjadi pemblokiran sebagai bentuk dari komitmen saja.

Administratif yang sering tidak dilengkapi misalnya laporan harian,mingguan,bulanan dan buku direksi ,tugas mereka mencetak,diprint dalam bentuk foto dikertas foto harus sesuai dan lengkap,”paparnya.

Lanjutnya,adendum pasti ada untuk proyek tender atau lelang, adendum merupakan suatu hal biasa, maksudnya perencanaan sudah dibuat sesuai gambar namun dilapangan ,saat dibongkar yang tidak terlihat oleh mata ,kelihatan penyebabnya ,hal tersebutlah yang menjadikan terjadi pergeseran atau perubahan.

Baca Juga :  PO Bus Tidak Mau Pindah Izin Trayek Di Cabut

“Adendum ada justifikasinya,ada penambahan volume, perubahan-perubahan kecil yang terdapat dilapangan itu,masuk dalam adendum,namun sudah terlebih dahulu seluruh pekerjaan di opname (ukur ulang),”tutup Pipit.

(ish-des)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here