Pemerhati Pembangunan Kabupaten Nias Utara Angkat Bicara Soal Pengelolaan Dana Desa.

0
101

Nias Utara-zonadinamikanews.com.  Terkait dugaan amburadurnya dan penyimpangan/ penyalahgunaan dana desa di kecamatan alasa kabupaten Nias Utara, provinsi Sumatera Utara, salah seorang pemerhati pembangunan asal kecamatan alasa, Yostinus Hulu (als. Ama Lois Hulu)  via telepon selulernya  mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyesalkan perilaku para oknum pemerintah desa yang sedang asik dan belomba-lomba membuat draf program kegiatanya kepada pemerintah daerah hingga ke pusat. Dengan alasan niat membangun, memberdayakan masyarakat setempat, dan menyukseskan visi misi pemerintah pusat hingga ke daerah. Namun sangat disayangkan justru terkesan terbalik.

Sebagaimana di beritakan media ini sebelumya ” Kasi kesejahteraan fajarman lahagu bersama TPK (tim pelaksana kegiatan) meliwari zalukhu  desa Dahana,  kecamatan alasa diduga menggelapkan upah/gaji pekerja pelaksana kegiatan pembangunan TPT,  DWIKER PLAT,  dan parit gendong yg di alokasikan di dusun l  (satu) desa dahana.

“Puluhan juta rupiah nilai gaji pekerja yang diduga tidak dibayar oknum kasi kesejahteraan bersama TPK desa dahana ini, khususnya pada pelaksanaan kegiatan dana desa triwulan pertama tahun 2020 sebagai hak milik puluhan orang, mulai dari Kepala tukang, tukang, dan kernek”

Dalam pengelolaan dana desa dan sejumlah program pembangunan di kecamaran alasa, kabupaten Nias utara,  justru salah satu syarat oknum pemerintah desa dalam melakukan tindakan tindakan yang sangat bertentangan dgn peraturan dan perundang undangan yang ada. hal ini diduga terjadi karna kurangnya pengawalan dan pengawasan dari instansi pemerintah.

Saat ini pihak berwewenang “Perlu secepatnya melakukan langkah tegas serta mengevaluasi kinerja aparat pemerintah desa yang dengan sengaja bermain main dalam penggunaan dana desa, bila Perlu KPK komisi pemberantasan korupsi turun tangan untuk menanggapi berbagai keluhan masyarakat desa.  ujar yostinus.

Baca Juga :  Gubsu: Perhatian Pemprov Sumut Pada Deli Serdang Cukup Besar

Menurutnya, peluang indikasi penyimpangan penggunaan dana desa yang kerap terjadi selama ini,  mulai dari pengadaan barang dan jasa,  upah/gaji pekerja hingga sampai ke volume fisik kegiatan termasuk mutu dan kualitas bangunan.

Yostinus hulu juga sangat menyayangkan sikap para oknum pemerintah desa di kecamatan alasa terutama sikap para oknum aparat desa dahana yang diduga tidak transparan kepada masyarakat desa, serta menunda pekerjaan pembangunan pengaspalan jalan yang dialokasikan di dusun l (satu).

Mengakhiri, yostinus juga meminta agar pihak pihak  terkait dan meminta agar yang menangani kasus atas larinya oknum bendahara desa Ombolata, kecamatan alasa, kabupaten Nias utara, lebih serius dan dan transparansi serta memproses secara hukum terkait dugaan adanya  penyalahgunaan dan penggelapan dana desa ombolata oleh oknum bendahara yang terkesan diam tempat. @sony

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here