Legal Developer di Desa Cengkong Salahkan Pemilik Rumah Bangun di Atas Tanah PJTII

0
249

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Menanggapi atas pemberitaan media ini, adanya Developer pembangunan perumahan di desa Cengkong Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang Jawa Barat,mendirikan bangunan diatas tanah milik pengairan, Tedy memberikan jawaban yang terkesan menyalahkan konsumen atau pemilik rumah yang membuat bangunan di atas sempadan sungai.

Tedy kepada media ini mengatakan, Terkait hal yang bapak sampaikan.. sebelumnya sudah di bahas dengan ketua  Forumdas  karawang bapak  Asep dan sudah diklarifikasi, GSB dari pihak perumahan  sudah mengikuti aturan dari dinas Cipta karya yang menerbitkan siteplan.. terkait poto  bangunan yang bapak kirim itu bukan kesalahan developer tapi kesalahan pemilik yang sudah KPR dengan pihak bank yang membangun melewati GSB , Dan itu sudah dibahas oleh saya selaku legal developer  dengan pihak  Forumdas  tahun lalu, Soalnya developer tahun lalu di kirim surat terkait hal ini dan sudah klarifikasi.

Dugaan sejumlah unit rumah di atas tanah pengairan, seakan di Lindungin oleh oknum Perum Jasa Tirta II, sebab walaupun dugaan tersebut sudah dilaporkan melalui pemberitaan, namun tanggapan seriusan dari pihak PJT II Seksi Tarum yang berkantor di Walahar belum menunjukkan keseriusan.

Endang Mulyana ketika hendak dikonfirmasi oleh media ini, Jumat 22/1 tidak berhasil, menurut security beliau sedang tidak berada di kantor.

Nana pengamat kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan informasi tersebut pada atasanya, dan sudah berjanji akan melakukan survey ke lokasi, namun sangat di sayangkan hingga berjalan 3 Minggu lebih, dari pihak PJT II belum juga melakukan survey, ada apa?.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga mencurigai dan mengamati akan lokasi sejumlah bangunan perumahan tife 22 tersebut telah memakan sebahagian sempadan sungai dan dikhawatirkan akan merugikan konsumen dan juga pihak pemerintah dalam hal ini pihak pengairan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pungli SMPN 5 Subang Mandek, Ada Apa?

Untuk memastikan informasi tersebut, wartawan yang mencoba melakukan investigasi kelokasi, terpantau bahwa sejumlah unit perumahan yang baru dibangun dan sedang dipasarkan tersebut, percis berada di tepi saluran yang diduga milik pihak pengairan.

Kondisi bangunan hanya menyisahkan 1 meter dari saluran/irigasi, dan sedikitnya 7 meter badan bangunan berada di sempadan sungai atau milik pengairan.

Nana pengamat PJT Cikampek, kala itu  pada media ini  ketika di temuin dikantornya mengatakan, bahwa saluran yang ada di dalam lokasi perumahan Cengkong tersebut adalah sebagai saluran pembuang, terkait dugaan adanya sejumlah rumah  yang dibangun dalam sempadan, pihaknya belum mengetahuinya,namun mengaku pihaknya akan melakukan kordinasi dulu dengan atasanya.

“Saya belum tahu soal adanya sejumlah rumah yang dibangun oleh pihak developer diatas sempadan sungai, namun kami akan melakukan kordinasi dulu dengan atasan, dan nanti bapak dari media saya kontek dan kita bersama-sama melakukan survei ke lokasi,jujur dalam hal ini saya belum bisa memberikan komentar panjang lebar, sebelum saya kordinasi dengan atasan saya” jawab Nana.

Menurut peraturan menteri pekerjaan umum 63 tahun 1993 tentang garis sempadan sungai, daerah manfaat sungai,daerah penguasaan sungai dan bekas sungai l, pada pasal 8
Penetapan garis sempadan sungai  tak  bertanggul  di  dalam  kawasan  perkotaan didasarkan pada kriteria:
a.Sungai  yang  mempunyai  kedalaman  tidak  lebih  dan  3  (tiga)  meter, garis sempadan ditetapkan  sekurang-kurangnva 10  (sepuluh)  meter  dihitung  dari  tepi sungai pada waktu ditetapkan.

b. Sungai yang mempunyai kedalaman tidak  lebih  3  (tiga)  meter  sampai  dengan 20 (duapuluh) meter, garis sempadan ditetapkan sekurangkurangnya 15 (lima belas) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

c.Sungai  yang mempunyai kedalaman maksimum lebih  dari 20 (dua  puluh) meter,garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 30 (tigapuluh)  meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

Baca Juga :  Segel Bangunan Formalitas,Kegiatan Tetap Jalan

Pasal 9
(1).Garis  sempadan  sungai  tidak  bertanggul  yang  berbatasan  dengan  jalan  adalah Tepi bahu  jalan  yang  bersankutan, dengan  kontruksi  dan  penggunaan  jalan harus menjamin bagi kelestarian dan keamanan sungai serta bangunan sungai.
(2).ketentuan  sebagaimana  dimaksud dalam ayat  (1)  tidak  terpenuhi,  maka  segala perbaikan  atas  kerusakan  yang  tirnbul  pada sungai  dan  bangunan  sungai menjadi tanggungjawab pengelola jalari.

Pasal 10
Penetapan  garis  sempadan danau,waduk,mata  air,dan  sungai  yang  terpengaruh pasang  surut  air  laut  mengikuti kriteria yang  ditetapkan  dalam  Keputusan  Presiden R.I. Nomor : 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, sebagai berikut:
a. Untuk danau  dan  waduk,  garis  sempadan  ditetapkan sekurangkurangnya  50 (lima puluh) meter dari titikpasang tertinggi kearah darat.

b.Untuk  mata  air, garis  sempadan ditetapkan  sekurang-kurangnya  200  (dua ratus) meter disekitar mata air.
c.Untuk sungai yang terpengaruh pasang surut   air   laut   garis   sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 100 (seratus)   meter dan tepi sungai dan  berfungsi sebagai jalur hijau. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here