Kadus Merasa Kecewa atas PT.SBMN Dalam Mengelola Kebun Kelapa Sawit Masyarakat.

0
468

MERANGIN-Zonadinamikanews.com. Hamdi Kurnia (Bujang) yang menjabat sebagai humas di PT.SBMN merangkap sebagai Kadus di dusun bukit penantian desa Limbur Merangin pada media ini mengaku “Saya sangat kecewa terhadap staf PT.SBMN terutama kepada yang bernama Darmawi yang terkesan tidak bertanggung jawab sama sekali dengan tupoksinya, karena saat saya hubungi melaluii via selulernya dan minta waktu untuk ketemu koordinasi terkait kebun kelapa sawit yang di kelola pihak PT.SBMN, namun jawaban dan bahasanya sangat mengecewakan saya.”

Pihak PT.SBMN menurut pantauan saya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di nilai asal-asalan dan terkesan hanya meraup keuntungan saja pungkas Hamdi Kurnia (Bujang)

Pegawai PT.SBMN Darmawi saat ingin di konfirmasi media ini melalui via selulernya selalu tidak diangkat saat di chat melalui via WhatsAppnya juga tidak di balas bahkan WA media ini lansung di blokir nya.
Sebagai orang perusahaan tidak semesti nya Darmawi bersikap demikian, ini terkesan tidak punya etika dan tidak bertangung jawab.

Pihak PT.SBMN ini dinilai transparansi nya tidak jelas, diduga perusahaan ini perusahaan bodong, karena di area kantor nya tidak terpasang papan nama yang berlogo perusahaan.
Diduga PT.SBMN hanya kedok saja alias sebagai topeng untuk menarik perhatian dan mengelabui masyarakat saja.

Yazid yang menjabat sebagai ketua kopersi gelanggang jaya yang sebelum nya bermitra dengan PT.BMSP yang membangun perkebunan ini mengaku tidak mengerti dengan keberadaan PT.SBMN ini, sebagai ketua koperasi gelanggang jaya Yazid merasa kaget kok bisa perusahaan mengelola kebun sawit masyarakat tanpa ada melibatkan ketua dan pengurus koperasi gelanggang jaya yang sebenar nya.

Siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini…??? Koperasi itu berbadan hukum, setiap penggantian ketua dan pengurus tentu ada aturan nya, bukan seenak nya saja.

Baca Juga :  Berdiri Tanpa IMB, Warga Pejagalan Minta Stop Bangunan, Ketua RT Diduga Terima Suap.

Setiap sesuatu yang berbadan hukum tentu ada proses hukum nya kita liat aja kelanjutan nya terang Yazid.

Menurut informasi yang di dapat dari Hamdi kurnia (Bujang) berdasar kan laporan dana bagi hasil pada tahun 2018 lalu yang tertuan di dalam kolom biaya operasional di bulan juli dan bulsn agustus mencapai Rp 242.333.371.

Ironis nya lagi biaya operasional tersebut di beban kan kepada hasil masyarakat, sehingga pada waktu itu pihak masyarakat mengalami ketekoran ujar hamdi.

Hal ini akan dipertanya kan kepada pihak PT.SBMN terkait rincian pengalokasian dana tersebut, itu tanggung jaeab pihak perusahaan kenapa di beban kan kepada masyarakat, pihak PT.SBMN akan diminta pertanggung jawaban nya oleh masyarakat.

Terkait dengan hal ini hamdi kurnia (Bujang) selaku humas PT.SBMN merangkap Kadus bukit penantian desa limbur merangin, Akan mengklaim areal perkebunan kelapa sawit tersebut dan di menegas kan kapada pihak PT.SBMN agar secepat nya menampak kan batang hidung nya untuk membahas management kerja kedepan nya. (zdn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here