Diduga Dikelabui Oknum, Keluarga Korban Kecelakaan Ini Tidak Mendapat Jasa Raharja

0
648

Dumai Riau –Zonadinamikanews.com.Peristiwa meninggalnya korban kecelakaan ini 29/9/2019, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula.Sebagai warga negara Syah, seharusnya pihak keluarga menerima uang asuransi Jasa Raharja, sejak kematian tersebut, namun sampai Januari 2021. Perjuangan yang di tempuh oleh keluarga tetap buntu.

Kronologis kejadian berawal saat korban (sudirman alm)  berada di rumah sakit Dumai. Saat itu datang  ke RSUD Dumai seseorang yang menawarkan jasa mobil untuk membawa korban dirujuk ke RSUD di Pekan Baru,dianya adalah Bigbos dari tersangka penabrak korban. Tanpa basa basi menantu dari korban tabrakan bersedia untuk menjeput mobil tersebut.

Kurang lebih dua jam mantu dari korban pergi,kembali kerumah sakit dengan mengatakan bahwa dirinya di bawa ke kantor polsek Dumai Timur. Didalam ruangan dirinya disuruh menulis apa yang disampaikan oleh oknum lantas.

Entah apa tujuannya saat itu saya disuruh membuat pernyataan yang isinya keluarga saya tidak akan menuntut pelaku secara hukum juga tidak meminta uang asuransi jiwa jasa raharja.

Tanpa ada saksi,hanya saya berdua dengan Bigbos dan seorang oknum anggota lantas. Saat itu saya pasrah tanpa memikirkan apa dampak surat tersebut. Ucap In, menantu korban.

Lanjut In,hari ke empat setelah kejadian tabrakan mertuanya menghembuskan napas terakhir di RS Pekan Baru setelah di operasi.

Hari berganti musim berlalu, setelah korban (Sudirman alm) di kuburkan, In bersama keluarga yang lain berupayalah untuk  mendapatkan uang asuransi kematian Jasa Raharja. Didatanginya pihak laka lantas polsek Dumai Timur yang waktu itu sebagai moderator saat saya disuruh membuat pernyataan.

Oknum lantas tersebut menjawab uang asuransi apa yang kamu minta, kamu kan sudah bikin pernyataan tidak menuntut secara hukum. Kalau kamu minta juga,akan kita bayarkan tetapi kamu akan masuk penjara.Karena kamu telah memalsukan keterangan.

Baca Juga :  Staf Melapor, Kades Sabajior Madina Dituding Korupsi dan Dugaan Palsukan ini.

Seharusnya kamu tidak mengatakan kamu anak kandung pada saat perdamaian dengan Bigbos. Jelasnya lagi.

Yang jadi pikiran sama saya berarti saat korban (Sudirman alm)  berada dirumah sakit saya di bawa Bigbos keruangan polsek Dumai Timur disuruh buat surat pernyataan dengan menjebak saya. Kalau saya tau itu memang jebakan saya tidak akan buat pernyataan.Kondisi saat itu hanya memikirkan bagaiman cara agar mertua saya korban (Sudirman alm)  dapat tertolong.

Pada intinya kenapa pihak Jasa Raharja tidak memberikan uang Asuransi kematian tersebut kepada keluarga Istri saya. Sebagai orang awam apakah dari pernyataan saya dengan Bigbos dapat membatalkan asuransi Jasa Raharja terhadap korban (Sudirman alm)  mertua saya.

Sangat tidak diterima akal sehat yang di lakukan oleh Bigbos beserta oknum lantas  tersebut terhadap saya.

Tentang permasalahan yang saya hadapi, saya juga pernah bercerita pada orang-orang yang layak rasanya dipercaya dengan mengatakan surat yang saya buat dengan Bigbos diruangan lantas itu hanya untuk membatu agar anggota Bigbos (sipenabrak korban) dapat keringanan di depan hukum.

Bukan membatalkan asuransi Jiwa terhadap ayah dari istri saya (mertua saya)ucap in menirukan

Perlu saya sampaikan agar lebih paham bahwa surat pernyataan yang saya buat dengan Bigbos diruangan polantas polsek Dumai Timur itu semua perkataan Oknum Lantas,saya hanya di suruh menulis apa yang disampaikan oknum tersebut.

Catatan:

1.Surat pernyataan tidak ada yang menjadi saksi, hanya saja saya dengan Bigbos.

2.Sampai saat ini 2021 saya, dan keluarga korban yang lain tidak di berikan duplikat/kopian surat tersebut.

3.Yang memegang surat tersebut adalah oknum polantas yang akhir-akhir ini tersebar “Runmor”Bigbos dengan oknum Lantas merupakan orang sekampung (Medan)

Baca Juga :  BNN Perlu Lakukan Tes Urine Dadakan Di Desa Hurung Kampin Kapuas.

Di akhir pembicaraan In mengatakan sebagai seorang manusia biasa yang tak luput dari kekilapan mohon maaf bila ada yang kurang pada pembicaraan. Dan minta agar pihak-pihak terkait dapat menindak lanjutinya.  Sesuai dengan prosedur yang berlaku di NKRI. Mengakhirinya.

Semua keterangan In disampaikan dihadapan istri dan mertua perempuannya, serta para saudara yang lain di Dumai 11/1/2021.

Sementara itu Ketua DPD GPRI Zaherman mengatakan sangat menyayangkan apa yang terjadi terhadap korban yang tak terima “asuransi jiwa jasa raharja”. Kedua LSM tersebut  walaupun berada di Sumbar minta pada aparat terkait segera menyikapi  kasus tersebut.

Serta dapat menindak tegas para oknum yang terlibat dalam masalah hilangnya nyawa seseorang dalam tragedi kecelakaan 29/9/2019 di Dumai dan juga gagalnya keluarga korban menerima asuransi jasa Raharja. ( tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here